Bersikap sopan. Mungkin tidak
terpikirkan oleh Anda bahwa bersikap
sopan sangat erat hubungannya dengan
kepedulian, tetapi pada kenyataannya,
bersikap sopan akan membuat Anda
menjadi seseorang yang lebih peduli dan
Anda akan memperlakukan orang-orang di
sekitar dengan rasa hormat. Bersikap
sopan berarti berkelakuan baik, tidak
berselera rendah atau kasar di depan
orang lain, membantu menahan pintu untuk
orang lain dan bertanya tentang keadaan
mereka. Ini juga berarti tersenyum kepada
orang lain, saling bertegur sapa, dan tidak
mencampuri urusan orang lain. Apakah
Anda sedang berada di kantor, berjalan
kaki di jalanan, atau berbicara dengan
saudara perempuan Anda, berusahalah
untuk selalu bersikap sopan.
Anda tidak harus bersikap resmi
secara berlebihan agar bisa tetap
sopan. Anda hanya harus bisa
mempertimbangkan orang lain dan
membuat mereka merasa nyaman
dengan kehadiran Anda.
Berbagi kasih sayang. Orang-orang
yang peduli selalu memberikan kasih
sayang kepada orang-orang yang mereka
cintai atau perhatikan. Apakah Anda
sedang memeluk putra Anda atau
menggenggam tangan kekasih Anda,
berusahalah untuk memberikan kasih
sayang kepada orang lain sebagai cara
untuk menunjukkan bahwa Anda peduli
kepada mereka. Pelukan bisa sangat
berarti dan memberikan rasa nyaman
kepada orang-orang yang
membutuhkannya. Anda tidak boleh
menunjukkan kasih sayang secara fisik
kepada orang-orang yang belum Anda
kenal dengan baik, tetapi Anda harus
memeluk, memberikan sentuhan kecil,
ciuman, tepukan lembut, atau tanda-tanda
lain sebagai ungkapan kasih sayang secara
fisik kepada orang-orang yang dekat
dengan Anda.
Kadang-kadang tindakan bisa lebih
bermanfaat daripada kata-kata.
Meskipun Anda bisa membuat
perbedaan besar dengan mengatakan
bahwa Anda peduli kepada
seseorang, kadang-kadang
pengaruhnya akan jauh lebih besar
jika Anda memeluk atau
merangkulnya.
Dengarkan orang lain. Orang-orang
yang penuh kepedulian akan
mempunyai waktu untuk mendengarkan
orang lain. Mereka tidak terus menerus
membicarakan diri mereka sendiri sebab
mereka benar-benar tertarik dengan apa
yang orang lain katakan. Pada saat
seseorang sedang berbicara kepada Anda,
lakukan kontak mata, abaikan dulu
panggilan telepon atau hal-hal lain yang
bisa mengganggu, dan jangan menyela
pembicaraan orang ini. Jika Anda ingin
memberikan nasihat atau tanggapan,
tunggulah sampai orang ini selesai bicara.
Selama Anda mendengarkan, perhatikan
lebih dari sekedar kata-kata yang
diucapkan; perhatikan juga wajah dan
bahasa tubuh orang ini agar Anda bisa
mengerti bagaimana sebenarnya pikiran
dan perasaannya.
Jika orang ini sudah selesai bicara,
jangan membandingkan
pengalamannya dengan pengalaman
Anda atau mengatakan, "Saya benar-
benar mengetahui apa yang Anda
rasakan." Jangan membuat hal ini
menjadi pembahasan tentang diri
Anda. Lihatlah situasinya dari
kepentingan orang ini.
Berikanlah perhatian secara khusus.
Jika seseorang mengatakan kepada
Anda suatu hal yang penting, jangan
melupakannya setelah percakapan
selesai; tanyakan lagi tentang hal ini
di kemudian hari.
Anda tidak perlu mengatakan, "Oh,
hm," atau mengangguk secara
berlebihan pada saat orang ini
sedang berbicara karena ingin
menunjukkan bahwa Anda sungguh-
sungguh mendengarkan. Akan lebih
baik jika Anda mempertahankan
kontak mata.
Bersikap lebih murah hati. Bermurah
hati, misalnya dengan memberikan
waktu Anda atau uang Anda, bisa
membantu Anda untuk menjadi orang yang
lebih peduli. Jika Anda ingin menjadi orang
yang peduli, Anda harus berbagi kepada
orang lain dan tidak boleh egois dengan
apa yang Anda miliki. Kita semua
mempunyai jadwal yang sibuk, tetapi Anda
harus berusaha untuk menyumbangkan
apa yang Anda miliki, menolong orang-
orang yang membutuhkan, atau sekedar
memberikan pujian kepada seseorang yang
dekat dengan Anda. Berusahalah untuk
memberi dalam pengertian apapun tanpa
melupakan diri Anda sendiri, dan Anda
akan membuat diri Anda menjadi
seseorang yang lebih memiliki kepedulian.
Bermurah hati dengan memberikan
waktu Anda adalah hal yang sangat
penting. Meskipun Anda tidak mau
mengorbankan seluruh "waktu
pribadi" Anda untuk kepentingan
orang lain, bentuklah sebuah
kebiasaan dengan membagi waktu
Anda untuk mendengarkan seorang
teman atau orang yang Anda cintai
yang sedang membutuhkan Anda.
Perlakukan orang lain seperti Anda
ingin diperlakukan. Kata-kata ini
mungkin sudah sangat dipahami, tetapi
Anda akan terkejut karena sangat sedikit
orang yang benar-benar hidup sesuai
hukum ini. Jika Anda ingin lebih peduli,
Anda harus ramah dan bijaksana terhadap
orang lain, dan memikirkan bagaimana
perasaan Anda jika Anda berada di posisi
mereka. Anda mungkin tidak begitu peduli
pada saat memberikan komentar yang
kasar kepada pelayan Anda karena Anda
sedang kesal, tetapi pikirkanlah bagaimana
pengaruh dari komentar Anda terhadap
perasaannya. Anda mungkin tidak peduli
sudah bersikap kasar kepada adik laki-laki
Anda, tetapi Anda harus memikirkan bahwa
kata-kata Anda akan sangat
mempengaruhinya. Dengan membiasakan
diri Anda untuk memandang orang lain
dengan menempatkan diri Anda di
posisinya, Anda akan mengalami
perubahan besar pada cara Anda
menjalani kehidupan ini. [2]
Anda mungkin tidak akan mengurangi
keberuntungan Anda, tetapi orang lain
mungkin akan mengalaminya.
Cobalah membayangkan kira-kira apa
yang akan terjadi sebelum Anda
bersikap kasar atau tidak peduli pada
seseorang yang kurang beruntung
dibandingkan Anda.
Berusahalah untuk berbaik hati
kepada orang lain. Berbaik hati
adalah aspek penting yang lain dalam
bersikap peduli. Jika Anda ingin berbaik
hati, Anda harus menghormati orang-orang
di sekitar Anda, dan jangan membuat
orang lain terganggu karena Anda.
Misalnya, jangan berbicara terlalu keras
pada saat menelpon di dalam bis yang
penuh sesak, jangan hanya memikirkan
kenyamanan pribadi Anda sendiri, dan
jangan bertanya kepada saudara
perempuan Anda bagaimana perasaannya
jika Anda mengundang mantan kekasihnya
sementara dia juga akan ada di sana.
Perhatikanlah orang lain dan pastikan
mereka merasa nyaman dan dihormati
dalam kehidupan Anda.
Berbaik hati juga berarti bertanya
kepada orang lain untuk memastikan
bahwa mereka baik-baik saja. Jangan
begitu saja mengubah suhu pengatur
udara di dalam ruangan kantor Anda
sebelum menanyakan kepada setiap
orang yang sama-sama kedinginan
seperti Anda.
Anda harus menyadari bahwa kata-
kata Anda, juga pada saat Anda
mengatakannya, merupakan aspek
yang penting dalam berbaik hati. Jika
Anda ingin memberikan umpan balik
yang negatif untuk seorang teman
atau rekan kerja, pastikan bahwa
ucapan Anda tidak menyerang dan
sampaikanlah pada waktu yang tepat.
Jasa cuci gosok// Tanpa dijemur// Ekspres// Gratis antar jemput// Parfum sesuai selera// Wangi tahan lama// Gratis packing// Rapih// Bersih higienis// Praktis. Hub: HP/WA +62 812-8641-9903.
Kamis, 18 Agustus 2016
Mengembangkan Sifat-Sifat Peduli
Mengembangkan Cara Pandang yang Lebih Berempati
Cara Mengembangkan
Kepedulian
Dengan membangun kepedulian Anda bisa
memiliki kemampuan untuk berempati kepada
orang lain dan menjalani hidup berdasarkan
rasa kasih sayang, cinta kasih, dan belas kasih
kepada orang-orang di sekitar Anda. Selalu
ada saja godaan untuk menjalani hidup yang
hanya peduli pada kepentingan diri sendiri dan
terfokus hanya pada apa yang menjadi tujuan
dan keinginan Anda sendiri, tetapi hari-hari
Anda akan menjadi jauh lebih berharga jika
Anda memikirkan tentang apa yang orang-
orang dalam kehidupan Anda pikirkan dan
rasakan. Membangun kepedulian berarti
bersedia mendengarkan, mengerti jika
seseorang membutuhkan bantuan, dan
memberikan dukungan bagi komunitas tanpa
mengharapkan penghargaan. Jika Anda ingin
mengetahui cara untuk membangun
kepedulian yang lebih besar, bacalah Langkah
1 untuk memulainya.
Metode 1 dari 3:
Mengembangkan Cara Pandang yang Lebih
Berempati
Bangunlah kepekaan terhadap
perasaan orang lain. Jika Anda ingin
menjadi seseorang yang mempunyai cara
pandang yang lebih terarah pada
kepedulian, Anda harus lebih banyak
menyempatkan diri untuk memikirkan
tentang perasaan orang lain. Berusahalah
untuk memahami bagaimana cara orang-
orang di sekitar Anda menanggapi suatu
situasi tertentu, atau sekedar mengenali
seperti apa perasaan mereka pada saat
mereka menghadapinya. Orang-orang yang
memiliki rasa peduli biasanya akan bisa
merasakan suasana hati orang lain dan
bisa mengatakan apakah seseorang
sedang merasa sedih atau kecewa, dan
memikirkan cara melakukan sesuatu untuk
mengatasinya. Jika suatu saat Anda
bertemu dengan orang lain, apakah Anda
sedang di dalam kelas atau berkumpul
dengan teman-teman, perhatikanlah
bagaimana perasaan mereka pada saat
menghadapi suatu situasi tertentu.
Orang-orang yang mementingkan diri
sendiri atau hanya peduli pada diri
mereka sendiri cenderung tidak akan
peduli jika ada orang lain di sekitar
mereka yang sedang merasa kecewa,
bahkan jika mereka yang menjadi
penyebabnya. Pastikan ini bukan
karena Anda.
Bahkan jika bukan Anda yang
menyebabkan perasaan terluka,
perhatikan bagaimana cara orang lain
menanggapi sebuah komentar
tertentu atau sebuah berita. Jika
Anda sedang mengikuti sebuah
pertemuan dan merasakan bahwa
banyak orang kelihatannya kecewa
pada saat pimpinan Anda
menjelaskan tentang tujuan dari
sebuah proyek baru, Anda perlu
mengatakan hal kepada pimpinan
Anda.
Pertimbangkan apa dampak dari
tindakan Anda terhadap orang lain.
Mungkin Anda sendiri sudah sangat sibuk
memikirkan segala kebutuhan Anda untuk
mempertimbangkan dampak dari apa yang
Anda lakukan atau katakan kepada orang
lain. Jadi jika suatu saat Anda ingin
melakukan sesuatu, mungkin meminta
teman Anda yang membersihkan dapur
karena Anda sedang sibuk, atau tidak
menjawab telpon dari teman Anda yang
baru saja patah hati, bertanyalah kepada
diri Anda sendiri bagaimana tanggapan
orang ini terhadap apa yang sudah Anda
lakukan. Jika jawabannya "tidak baik,"
maka Anda harus mempertimbangkan
untuk mengubah tindakan Anda agar lebih
bisa diterima oleh orang lain.
Hal ini tentu saja tidak berarti bahwa
orang-orang ini harus selalu
menerima atau setuju dengan apapun
yang Anda lakukan. Kadang-kadang
Anda harus melakukan apa yang
Anda yakini tanpa mencoba untuk
menyenangkan orang lain. Tetapi jika
perilaku Anda hanya mementingkan
diri sendiri, kasar, atau tidak
menyenangkan, maka Anda harus
mempertimbangkan untuk melakukan
perubahan.
Tentukan sikap. Sikap peduli pada
orang lain cenderung berfokus pada
usaha untuk membangun hubungan yang
sehat dan positif. Kadang-kadang ini
berarti akan ada perdebatan atau
pertentangan dengan orang lain dengan
tujuan untuk menyelesaikan suatu
masalah. Bagaimanapun juga, jika Anda
ingin bersikap peduli, Anda perlu
mempertimbangkan untuk menjaga jarak
dengan seseorang, dan berusaha menjaga
hubungan yang sehat dan positif daripada
terus menerus bertengkar sepanjang
waktu. Jika lain kali Anda mulai berdebat
atau bertengkar dengan seseorang,
tanyakanlah kepada diri sendiri apakah
cara ini memang benar-benar akan
bermanfaat atau Anda hanya sekedar ingin
meluapkan kemarahan dari dalam diri
Anda. Jika menurut Anda perdebatan atau
konfrontasi ini tidak akan menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat, lebih baik
lupakan saja. [1]
Peduli pada orang lain berarti
sungguh-sungguh mau mendengarkan
apa yang membuat mereka khawatir
pada saat mereka menghadapi
masalah dalam sebuah hubungan
atau situasi tertentu. Tetapi mereka
tetap berusaha menjaga agar
semuanya tetap baik dan tidak mau
bertengkar jika mereka bisa
menghindarinya.
Hargailah orang lain dalam kehidupan
Anda. Jika Anda ingin menjadi
seseorang yang lebih peduli, Anda harus
menghargai orang-orang yang ada dalam
kehidupan Anda sebaik mungkin.
Berusahalah untuk selalu berterima kasih
dan mensyukuri kebaikan dari setiap
anggota keluarga Anda, teman-teman
Anda, orang yang Anda cintai, atau setiap
orang yang sudah membuat hidup Anda
menjadi lebih berarti dan lebih baik.
Jangan hanya terfokus pada hal-hal yang
membuat Anda kecewa atau kata-kata
kasar yang kadang-kadang harus Anda
hadapi, tetapi sebaliknya, berusahalah
untuk memikirkan semua kegembiraan dan
kebahagiaan yang orang-orang lain bawa
ke dalam hidup Anda. Cara ini tidak hanya
membawa Anda pada pola pikir yang lebih
baik, tetapi membuat Anda lebih mudah
untuk memperbesar kepedulian Anda pada
orang-orang di sekitar Anda.
Agar Anda bisa sungguh-sungguh
menghargai orang-orang dalam
kehidupan Anda, Anda harus sangat
berterima kasih kepada mereka.
Ucapkanlah terima kasih kepada
mereka karena sudah membantu
Anda pada saat Anda mengalami
kesulitan, karena mereka sudah
berbuat baik kepada Anda, atau
hanya karena mereka sudah
membuat Anda kagum. Buatlah
mereka mengerti bahwa kehadiran
mereka sangat berarti dalam
kehidupan Anda.
Jangan meremehkan kekuatan dari
sebuah kartu ucapan "terima kasih."
Kartu ini tidak biasa digunakan
seperti kartu yang lain, sehingga
orang yang menerimanya akan
merasa diperlakukan dengan sangat
istimewa.
Jauhkan rasa egois. Meskipun sulit
untuk bisa menjadi orang yang sama
sekali tidak mementingkan diri sendiri,
setiap orang bisa berusaha untuk menjadi
orang yang tidak terlalu egois dalam
melakukan interaksi dan menjalani
kehidupannya sehari-hari. Jika Anda ingin
mengurangi rasa egois, Anda harus lebih
banyak memikirkan perasaan orang lain
dan tidak hanya berpikir tentang saya,
saya, saya. Suatu saat jika Anda
berinteraksi dengan seseorang,
berusahalah untuk memperhatikan
bagaimana perasaannya dan bagaimana
keadaannya daripada membicarakan
tentang diri Anda atau memikirkan
kebutuhan Anda sendiri. Semakin Anda
sadar untuk tidak lagi bersikap egois,
semakin mudah Anda peduli kepada orang
lain dengan sepenuh hati.
Ketahuilah bahwa ada perbedaan
antara bersikap egois dan sangat
peduli pada diri sendiri dengan tidak
mengabaikan kebutuhan Anda demi
memenuhi keinginan orang lain.
Berikan perhatian. Orang-orang yang
memiliki rasa kepedulian menjalani
kehidupan mereka sehari-hari dengan cara
pandang untuk selalu memberikan
perhatian. Mereka berusaha memberikan
perhatian pada apa yang dilakukan oleh
orang-orang yang mereka ajak bicara,
selain itu mereka juga memiliki kepekaan
terhadap kebutuhan dan perasaan orang-
orang tersebut. Perhatikanlah ekspresi
wajah orang lain, bahasa tubuh, cara
berpakaian, dan bahkan tanggapan melalui
gerakan tangan mereka, bisa memberikan
gambaran lengkap dari apa yang orang ini
pikirkan dan rasakan, dan bisa membantu
Anda untuk menjadi orang yang lebih
penuh perhatian.
Teman Anda mungkin menceritakan
kepada Anda bahwa dia sudah benar-
benar bisa mengatasi kesedihannya
karena putus cinta, tetapi jika Anda
melihatnya lebih dekat, bagian bawah
matanya masih bengkak atau
hidungnya mampet, yang berarti
sebaliknya.
Teman sekamar Anda sedang
menghadapi ujian yang sangat
penting dan Anda melihat bahwa dia
tidak sempat makan kenyang selama
dua hari ini; Anda bisa memasak
makan malam lebih banyak untuk
memberikan pengalaman yang sangat
berbeda dalam hidupnya, dan
menunjukkan bahwa Anda peduli.
Selasa, 23 Februari 2016
cocoklogi
cocoklogi yang dijadikan pembenaran atas sebuah kejadian yang belum selesai terungkap sebab akibat kebenarannya dikarenakan ketidaktahuan dan ngeyelisme.
dalam cerita si A dan si B berikut ini saklar mcb tidak rusak pun akan dinyatakan rusak.
Minggu, 03 Januari 2016
Sabtu, 02 Januari 2016
9 dari sekian banyak urusan bertetangga
Berurusan dengan tetangga memang rumit,
berikut ini ada 9 perselisihan kecil yang
mungkin sering kamu alami dengan tetangga
kamu..
1. Pacaran Jadi Omongan Tetangga
Kalau SahabatKumi punya tetangga yang suka
membicarakan hal yang "mungkin bisa
menjelek-jelekan" kamu dan pacar, maka kamu
bisa menuntut secara pidana atas dasar
pencemaran nama baik loh. Selain itu kamu
juga bisa untuk mendapatkan ganti rugi atas
pencemaran nama baik itu dengan cara
menggugat secara perdata.
Pencemaran nama baik yang dilakukan oleh
tetangga kamu tersebut dapat dipidana
berdasarkan Pasal 310 ayat (1) KUHP yang
berbunyi:
“Barang siapa sengaja menyerang kehormatan
atau nama baik seseorang dengan menuduhkan
sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal
itu diketahui umum, diancam karena
pencemaran dengan pidana penjara paling lama
sembilan bulan atau pidana denda paling
banyak empat ribu lima ratus rupiah.”
Menurut R. Soesilo dalam buku Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-
Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal,
supaya dapat dihukum menurut Pasal 310 ayat
(1) KUHP, maka penghinaan itu harus dilakukan
dengan cara menuduh seseorang telah
melakukan perbuatan tertentu, dengan maksud
tuduhan itu akan tersiar (diketahui orang
banyak).
Perbuatan yang dituduhkan itu tidak perlu suatu
perbuatan yang boleh dihukum seperti mencuri,
menggelapkan, berzinah dsb.-nya, cukup
dengan perbuatan biasa, sudah tentu suatu
perbuatan yang memalukan, misalnya menuduh
bahwa seseorang pada suatu waktu tertentu
telah masuk melacur di rumah persundalan; ini
bukan perbuatan yang boleh dihukum, akan
tetapi cukup memalukan bagi yang
berkepentingan bila diumumkan.
Delik penghinaan ini merupakan delik aduan.
Tuntutan hanya bisa dilakukan apabila ada
aduan yang disampaikan kepada polisi. Oleh
karena itu, Anda sebagai orang yang merasa
dipermalukan harus melakukan pengaduan
kepada polisi agar perkara tersebut dapat
diproses.
Selain itu, terhadap perbuatan penghinaan
tersebut, Anda juga dapat meminta ganti rugi
materiil melalui gugatan perdata. Dari sisi
hukum perdata, dengan bukti adanya putusan
yang berkuatan hukum tetap (inkracht van
gewijsde) mengenai pidana dimaksud, dapat
diajukan gugatan perbuatan melawan hukum
yang didasarkan pada ketentuan Pasal 1372
KUHPer, yang dikutip sebagai berikut:
“Tuntutan perdata tentang hal penghinaan
adalah bertujuan mendapat penggantian
kerugian serta pemulihan kehormatan dan
nama baik.” Tidak sedikit kasus fitnah atau
penghinaan yang dilakukan oleh tetangga
bergulir ke meja hijau. Salah satunya adalah
kasus yang diputus Pengadilan Tinggi Medan
yang yang menguatkan putusan Pengadilan
Negeri Tanjung Balai (Putusan Pengadilan
Tinggi Medan Nomor: 262 /PID/2012/PT-MDN).
Dalam kasus tersebut, Terdakwa (Sutono alias
Tono) memfitnah tetangganya melakukan zina
dan hal tersebut ia bicarakan dengan tetangga-
tetangganya yang lain. Hal tersebut diawali
pada saat Terdakwa sedang berjalan ke rumah
tetangganya dengan Sudarman (Ucok). Dalam
perjalanan, Terdakwa mengatakan kepada
Sudarman (Ucok) bahwa ada tetangganya yaitu
Ariana dan Safaruddin melakukan zina.
Terdakwa juga menceritakan kepada mertua
Safaruddin bahwa Terdakwa bersama Ruslan
mengintip Ariana dan Safaruddin berzinah.
Korban (Ariana) yang merasa dicemarkan nama
baiknya membuat pengaduan ke Polsek Air
Joman. Atas perbuatannya, Sutono (Tono)
dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah melakukan tindak pidana Penghinaan
yang diatur Pasal 310 ayat (1) KUHP.
2. Merekam Perselingkuhan Tetangga
Merekam pembicaraan langsung tanpa sengaja
pada prinsipnya tidak melanggar ketentuan
pidana dalam UU ITE . UU ITE tidak mengatur
khusus ketentuan tentang perekaman.
Perekaman atau “merekam” dalam UU ITE
sebagaimana penjelasan pasal 31 ayat (1) UU
ITE merupakan perekaman dalam konteks
intersepsi atau penyadapan yang dilakukan
secara “sengaja” dan “tanpa hak” atau
“melawan hukum” atassuatuinformasi/dokumen
elektronik.
Jadi, kalau tetangga merekam pembicaraan
perselingkuhan agan/aganwati, menurut
pendapat melek hukum bukan termasuk
informasi/dokumen elektronik sebagaimana
dimaksud pasal 31 ayat (1) maupun ayat (2) UU
ITE, sehingga tidak dapat dikategorikan
“kegiatan intersepsi” sesuai UU ITE.
Larangan perekaman dalam konteks intersepsi/
penyadapan sesuai pasal 31 ayat (1) dan (2)
berbunyi:
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
atau melawan hukum melakukan intersepsi atau
penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/
atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
atau melawan hukum melakukan intersepsi atas
transmisi Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik
dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau
Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik
yang tidak menyebabkan perubahan apa pun
maupun yang menyebabkan adanya perubahan,
penghilangan, dan/atau penghentian Informasi
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
sedang ditransmisikan.
Ancaman dari pasal 31 ayat (1) dan (2) UU ITE
adalah pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp800
juta.
Sedangkan bunyi penjelasan pasal 31 ayat (1)
UU ITE adalah sebagai berikut:
Yang dimaksud dengan “intersepsi atau
penyadapan” adalah kegiatan untuk
mendengarkan, merekam, membelokkan,
mengubah, menghambat, dan/atau mencatat
transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang tidak bersifat publik, baik
menggunakan jaringan kabel komunikasi maupun
jaringan nirkabel, seperti pancaran
elektromagnetis atau radio frekuensi.
Dengan sudut pandang berbeda, sekiranya
terjadi perekaman tanpa izin, ranah hukum yang
berlaku bisa saja dalam bentuk perdata. Artinya
jika seseorang yang direkam pembicaraannya
dan mengetahui dirinya direkam dan ia merasa
dirugikan secara materiil maupun immateriil
atas perbuatan perekaman tersebut, ia dapat
menggugat orang yang merekam tanpa hak
tersebut ke pengadilan setempat. Konsekuensi
hukumnya tergantung gugatan yang dilakukan
oleh orang yang merasa dirugikan atas
perekaman tersebut.
3. Memasang Musik Keras-Keras
Pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk
mendengarkan musik sepanjang tidak
melanggar hukum. Tapi, hak ini tentu jangan
sampai merugikan hak orang lain untuk
mendapat ketenangan karena di Indonesia juga
berlaku norma-norma yang hidup di masyarakat
seperti tenggang rasa.
Perbuatan ini dimungkinkan memiliki akibat
hukum jika perbuatan tersebut merugikan orang
lain. Orang yang bersangkutan bisa saja
kemudian digugat atas dasar Perbuatan
Melawan Hukum (“PMH”) dalam Pasal 1365
KUH Perdata .
Hukum bukan saja berupa ketentuan-ketentuan
undang-undang, tetapi juga aturan-aturan
hukum tidak tertulis, termasuk kebiasaan, yang
harus ditaati dalam hidup bermasyarakat. Selan
itu, kerugian yang ditimbulkan harus disebabkan
karena perbuatan yang melawan hukum itu.
Jadi, dalam hal ini harus dibuktikan adanya
kerugian yang timbul, misalnya mengakibatkan
kesehatan tetangga lain terganggu.
Namun demikian, yang namanya malasalh
dalam kehidupan bertetangga itu wajib
hukumnya diselesaikan secara musyawarah
dulu ya, misalnya melaporkan gangguan/polusi
suara tersebut kepada Kepala Desa, Ketua RT/
RW atau Lurah setempat.
4. Sembarangan Jemur Pakaian
Tetangga kamu jemur pakaiannya di jalanan
depan rumah? Pada pengaturannya, jalan
setapak, lorong atau jalan besar milik bersama
dan beberapa tetangga yang digunakan untuk
jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan,
dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari
tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan
izin semua yang berkepentingan, demikian yang
disebut dalam Pasal 671 KUH Perdata.
Ini artinya, pada dasarnya kamu memiliki hak
untuk menggunakan jalan di depan rumah
sebagaimana mestinya, terlebih apabila jemuran
tersebut mendominasi ke rumah kamu. Atas
dasar ini, seharusnya tetangga kamu juga
meminta izin tetangga lain di sekitarnya, karena
jalan yang harusnya milik bersama dipakai
untuk keperluan lain dari tujuan yang
seharusnya.
Atas ketidaknyamanan ini, apabila upaya
musyawarah secara kekeluargaan tidak
berhasil, kamu dapat menggugat tetangga mu
secara perdata untuk meminta ganti kerugian
atas dasar PMH sebagaimana diatur dalam
Pasal 1365 KUHPer. Tapi, unsur-unsur PMH
sendiri hrs dipenuhi.
5. Hewan Piaraan Mengganggu
Pernah ga bermasalah dengan hewan piaraan
milik tetangga karena masalah kotoran atau
bau tidak sedap yang mengganggu? Atau
mungkin justru agan pernah diprotes tetangga
karena hewan piaraan kamu?
Tidak jarang ada hewan piaraan yang diajak
jalan oleh pemiliknya keliling-keliling kompleks
rumah, kemudian hewan itu buang air kecil atau
air besar di depan rumah tetangga. Hal ini
seringkali menjengkelkan si empunya rumah.
Atau terkadang tetangga sebelah punya hewan
piaraan yang kandangnya jarang dibersihkan
sehingga menebar bau yang tidak sedap. Bagi
kamu yang merasa terganggu dengan hal-hal
tersebut, tentu akan lebih baik jika dibicarakan
terlebih dahulu dengan si empunya hewan
mengenai keluhan kamu. Tapi kalau cara
kekeluargaan tidak berhasil, ada lho ga jalur
hukum yang bisa ditempuh. Kamu bisa
melakukan gugatan perdata pada si empunya
hewan atas dasar perbuatan melawan hukum.
6. Ribut Gara2 Pohon Tetangga
Punya tetangga yang pohon di rumahnya
tumbuh sampe melewati batas pagar rumah
kamu? Klo itu pohon buah dan banyak buahnya
yg bergelantungan di depan rumah agan sih
mungkin enak2 aja kali ya.. hehe
Tapi gmn klo ternyata pohon itu bikin kamu jd
gak enak? Entah krn alasan sampah dedaunan,
buah atau ranting yg jatuh atau bahkan
keberadaan pohon itu bikin agan khawatir krn
dapat menimpa rumah kamu. Langkah pertama
yg mesti kamu lakukan adalah ngomongin
masalah ini baik2. Sampaikan keberatan kamu
disertai dgn alasan2nya. Klo perlu, kasih tau
buktinya skalian deh. Bila perlu, nanti lapor ke
RT/RW untuk minta difasilitasin masalah ini.
Gimana klo tetangga kamu masih ngeyel
walaupun kamu udah ngomong baik2? Ya
terpaksa ambil langkah hukum deh. Ada dua
jerat hukum yg bisa kamu pake. Yaitu pidana
dan perdata dalam kasus ini. Malah dah ada
contoh putusan pengadilannya lho..
7. Tetangga Baru Yang Meresahkan
Punya tetangga baru sebenarnya
menyenangkan. Tapi gimana rasanya klo
tetangga baru itu ternyata meresahkan krn
diduga stres atau setengah gila? Tentu bikin
hidup gak nyaman bukan? Apa yg bisa kita
lakuin terhadap tetangga itu setelah diketahui
bhw ternyata dia juga blm mengurus
administrasi kependudukan terkait dgn
kepindahannya itu?
Langkah yang bisa ditempuh pertama kali
adalah melaporkan hal ini ke tokoh lingkungan
setempat. Mulai dari Ketua Rukun Tetangga
(RT) misalnya. Karena biasanya dalam praktik
bermasyarakat, Ketua RT adalah tokoh pertama
yang mengetahui ada tidaknya laporan
perpindahan penduduk. Laporan perpindahan
penduduk ini berdasarkan UU Administrasi
Kependudukan adalah hal yang sifatnya wajib
dilakukan atas setiap perpindahan penduduk
karena akan berakibat trhadap perubahan kartu
keluarga, kartu tanda penduduk dan atau
dokumen kependudukan lainnya.
8. Sembarangan Parkir
Ketentuan mengenai jalan, pertama2 bisa
dilihat dari pasal 671 KUH Perdata :
“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik
bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan
untuk jalan keluar bersama, tidak boleh
dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk
keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan,
kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.”
Oleh karena itu, sudah menjadi hak Anda untuk
mempergunakan jalan di depan rumah Anda dan
apabila tetangga Anda ingin mempergunakan
jalan tersebut untuk memarkir mobil-mobilnya
yang memungkinkan membuat tetangga di
sekitarnya tidak nyaman, seharusnya tetangga
Anda meminta izin tetangga di sekitarnya.
Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh
perbuatan tetangga Anda, apabila cara
kekeluargaan tidak berhasil, Anda dapat
menggugat tetangga Anda secara perdata
untuk meminta ganti kerugian atas dasar
perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur
dalam Pasal 1365 KUHPer, yang berbunyi:
“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan
membawa kerugian kepada orang lain,
mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu
karena kesalahannya untuk menggantikan
kerugian tersebut.”
Dalam hal ini, tetangga Anda melanggar hak
subjektif Anda sebagai pemilik rumah untuk
dapat keluar dengan rumah dengan nyaman
dan kapanpun Anda inginkan tanpa ada
gangguan. Selain itu, tetangga Anda juga
melanggar azas-azas kepatutan yang terdapat
di masyarakat. Karena pada dasarnya dalam
kehidupan bertetangga sudah menjadi hal yang
lazim bahwa tidak boleh melakukan suatu
perbuatan yang dapat merugikan tetangganya.
Dalam hal ini, Anda merasa dirugikan dari segi
waktu Anda yang terbuang karena harus
menunggu tetangga Anda memindahkan mobil.
9. Dinding Rumah Berdempetan
Persoalan mengenai dinding rumah yang
berdempetan diatur di dalam UU Agraria , yang
menganut asas pemisahan horizontal
(horizontale scheiding) terhadap hak atas
tanah, yakni hak atas tanah tidak secara
otomatis juga meliputi pemilikan bangunan
ataupun tanaman di atasnya, yakni bangunan
gedung dapat dimiliki secara terpisah dari
tanah.
Apabila bangunan (dinding) tersebut dapat
dibuktikan dibangun di atas tanah kamu, dan
tidak ada suatu kesepakatan pemanfaatan
antara kamu dengan tetangga kamu, maupun
pihak ketiga lainnya, maka secara hukum
dinding tersebut dapat dianggap sebagai
dinding milik kamu. Jika dinding tersebut
dibangun di atas hak atas tanah kamu, dan
sebelumnya antara dinding yang satu dengan
dinding yang lain tidak menyatu sebagaimana
yang dimaksud di atas, maka tentunya dinding
tersebut dapat dianggap sebagai dinding milik
kamu.
Sehingga, dapat disimpulkan tindakan
pemanfaatan dinding oleh tetangga dapat
dikategorikan sebagai suatu perbuatan melawan
hukum (onrechtmatige daad), apabila
pemanfaatan dinding tersebut menimbulkan
suatu kerugian yang nyata berdasarkan Pasal
1365 KUH Perdata.
Jika kemudian dinding rumah kamu
dimanfaatkan oleh tetangga, maka hal tersebut
juga dapat dikategorikan sebagai tindakan
pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau
kuasanya sebagaimana yang diatur dalam Pasal
2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 51 Prp. Tahun 1960 tentang
Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang
Berhak atau Kuasanya (“Perpu No. 51 Prp
Tahun 1960”), sebagai berikut:
Dilarang memakai tanah tanpa izin yang berhak
atau kuasanya yang sah.
http://www.hukumpedia.com/pistasimamora/tetangga-masa-gitu-ini-9-ketentuan-hukum-dalam-bertetangga
ketika ada jemuran di jalan atau mobil parkir di jalan
Jumat, 02 November 2012 – dibaca:42604
Jika Dirugikan Tetangga yang
Memarkir Mobilnya di Depan
Rumah
jul0938
Kategori:Hukum Perdata
Saya tinggal di salah satu perumahan tua
di Jakarta. Di depan rumah saya tinggal
pejabat pemerintah yang punya 3 mobil,
sedang garasinya cuma muat 1 mobil,
jadi 2 mobilnya parkir di depan
rumahnya. Karena lebar jalan umumnya
cuma muat buat 2 mobil, jadi saya setiap
mau masuk keluar mobil dari garasi
rumah harus minta dia pindahin mobil.
Kadang saya mesti panggil sampai
berulang ulang kali baru mau
dipindahin. Kalau saya mau keluar
masuk di jam-jam subuh atau pagi
keluarga ini belum bangun, saya bisa
tunggu 1 jam baru bisa keluar atau
masukkan mobil ke garasi rumah. Ini
membuat saya merasa sangat tidak
nyaman. Saya sudah omongkan secara
kekeluargaan minta jangan parkir di
depan rumah, tapi malah dia yang lebih
galak karena dia pejabat pemerintah
sedang saya cuma rakyat biasa. Lewat
RT juga tidak ada hasil. Jadi, apa ada
cara buat dia bisa tidak parkir di depan
rumahnya lagi? Apa ada jalur hukum
untuk melarang dia parkir di depan
rumah? Sebelum dan sesudahnya saya
ucapkan terima kasih.
Jawaban:
Sebelumnya, kami perlu sampaikan
bahwa di dalam konstitusi kita yakni
dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang
Dasar Negara RI Tahun 1945 ditegaskan
bahwa segala warga negara bersamaan
kedudukannya dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung
hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya. Jadi, Anda dan
tetangga Anda yang pejabat pemerintah
itu kedudukannya sama di dalam
hukum, dan karenanya wajib saling
menghormati hak dan kewajiban
masing-masing.
Mengenai jalan besar terkait rumah
diatur dalam Pasal 671 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) yang
mengatakan bahwa:
“Jalan setapak, lorong atau jalan besar
milik bersama dan beberapa tetangga,
yang digunakan untuk jalan keluar
bersama, tidak boleh dipindahkan,
dirusak atau dipakai untuk keperluan
lain dari tujuan yang telah ditetapkan,
kecuali dengan izin semua yang
berkepentingan.”
Oleh karena itu, sudah menjadi hak
Anda untuk mempergunakan jalan di
depan rumah Anda dan apabila tetangga
Anda ingin mempergunakan jalan
tersebut untuk memarkir mobil-
mobilnya yang memungkinkan membuat
tetangga di sekitarnya tidak nyaman,
seharusnya tetangga Anda meminta izin
tetangga di sekitarnya.
Atas ketidaknyamanan yang
ditimbulkan oleh perbuatan tetangga
Anda, apabila cara kekeluargaan tidak
berhasil, Anda dapat menggugat
tetangga Anda secara perdata untuk
meminta ganti kerugian atas dasar
perbuatan melawan hukum,
sebagaimana diatur dalam Pasal 1365
KUHPer , yang berbunyi:
“Tiap perbuatan yang melanggar
hukum dan membawa kerugian
kepada orang lain, mewajibkan
orang yang menimbulkan kerugian
itu karena kesalahannya untuk
menggantikan kerugian tersebut.”
Dalam artikel Merasa Dirugikan Tetangga
yang Menyetel Musik Keras-keras
dijelaskan antara lain bahwa Mariam
Darus Badrulzaman dalam bukunya “ KUH
Perdata Buku III Hukum Perikatan
Dengan Penjelasan”, seperti dikutip Rosa
Agustina dalam buku “ Perbuatan
Melawan Hukum ” (hal. 36) menjabarkan
unsur-unsur perbuatan melawan hukum
dalam Pasal 1365 KUHPer sebagai berikut:
a. Harus ada perbuatan (positif maupun
negatif);
b. Perbuatan itu harus melawan hukum;
c. Ada kerugian;
d. Ada hubungan sebab akibat antara
perbuatan melawan hukum itu dengan
kerugian;
e. Ada kesalahan.
Yang termasuk ke dalam perbuatan
melawan hukum itu sendiri adalah
perbuatan-perbuatan yang:
1. Bertentangan dengan kewajiban
hukum si pelaku;
2. Melanggar hak subjektif orang lain;
3. Melanggar kaidah tata susila;
4. Bertentangan dengan azas kepatutan
ketelitian serta sikap hati-hati yang
seharusnya dimiliki seseorang dalam
pergaulan dengan sesama warga
masyarakat atau terhadap harta benda
orang lain.
Dalam hal ini, tetangga Anda melanggar
hak subjektif Anda sebagai pemilik
rumah untuk dapat keluar dengan
rumah dengan nyaman dan kapanpun
Anda inginkan tanpa ada gangguan.
Selain itu, tetangga Anda juga melanggar
azas-azas kepatutan yang terdapat di
masyarakat. Karena pada dasarnya
dalam kehidupan bertetangga sudah
menjadi hal yang lazim bahwa tidak
boleh melakukan suatu perbuatan yang
dapat merugikan tetangganya. Dalam hal
ini, Anda merasa dirugikan dari segi
waktu Anda yang terbuang karena harus
menunggu tetangga Anda memindahkan
mobil. Lebih lanjut mengenai hak
subjektif seseorang, Anda dapat
membaca dalam artikel Cerobong Asap,
Hak dan Lingkungan .
Untuk dapat digugat dengan perbuatan
melawan hukum, perbuatan tetangga
Anda harus memenuhi unsur-unsur
perbuatan hukum di atas. Anda juga
harus membuktikan adanya kerugian
yang Anda derita akibat perbuatan
tetangga Anda tersebut. Misalnya, Anda
menjadi terlambat ke suatu tempat dan
hal tersebut menimbulkan kerugian bagi
Anda.
Sebagaimana diuraikan dalam artikel
Bermasalah dengan Tetangga karena
Tembok Batas Pekarangan, Rosa Agustina
dalam buku “ Perbuatan Melawan
Hukum ” (hal. 53) mengutip pendapat Mr.
C. Assers’s L.E.H Rutten, menyatakan
bahwa “ schade” dalam Pasal 1365
KUHPer adalah kerugian yang timbul
karena perbuatan melawan hukum. Rosa
menjelaskan bahwa tiap perbuatan
melawan hukum tidak hanya
mengakibatkan kerugian uang saja, tapi
juga dapat menyebabkan kerugian moril
atau idiil, yakni ketakutan, terkejut,
sakit dan kehilangan kesenangan hidup.
Sebagaimana dalam putusan Hoge Raad
tanggal 21 Maret 1943 dalam perkara
W.P. Keruningen v. van Bessum cs. telah
mempertimbangkan sebagai berikut (hal.
55):
“Dalam menilai kerugian yang
dimaksudkan oleh pasal 1371 KUH
Perdata harus juga
dipertimbangkan kerugian yang
bersifat idiil, sehingga Hakim
adalah bebas untuk menentukan
penggantian untuk kesedihan dan
kesenangan hidup, yang
sesungguhnya dapat diharapkan
dinikmatinya
(gederfdelevensvreugde )”.
Demikian jawaban dari kami, semoga
bermanfaat.
Dasar Hukum:
1. Undang-Undang Dasar Negara RI
Tahun 1945
2. Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata
http://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt508905b609bf6/jika-dirugikan-tetangga-yang-memarkir-mobilnya-di-depan-rumah
Jumat, 01 Januari 2016
30 th
Sampai saat ini aku masih berpijak di atas Bumi ini dan baru 30 kali mengikutinya melingkar mengelilingi Matahari, serta 371 kali Purnama.
Sabtu, 12 Desember 2015
Tuhan yang Tahu Akidahmu, Masyarakat Butuh Akhlakmu (cak nun)
Macapat Syafa’at 17 November kali ini diawali
oleh Pak Toto dengan mempersilahkan
jama’ah dari Magetan dan Ponorogo untuk
naik pentas untuk bersapa tegur langsung
dengan seluruh jama’ah. Kawan-kawan dari 2
kabupaten di Jawa Timur ini sedang merintis
lingkaran maiyah baru ditempatnya masing-
masing dan meminta dukungan seluruh
jama’ah yang hadir malam itu agar apa yang
kini tengah mereka rintis itu akhirnya dapat
menjadi embrio lahirnya lingkaran Maiyah baru
mengikuti beberapa kota di Indonesia yang
telah berjalan jauh terlebih dahulu. Sebelum
kawan-kawan Jama’ah Maiyah dari Magetan
dan Ponorogo naik ke panggung, Pak Toto
telah menyinggung adanya kecenderungan
dari para Jama’ah bahwa muara akhir dari
kegiaan Maiyah adalah mengundang CNKK.
“Ini harus dibenahi dulu. Maiyah itu lebih
mengutamakan prosesnya, Maiyah adalah
membangun interaksi dan dialektka yang
seseimbang mungkin bagi terciptanya dialog
dan kegiatan saling belajar antar sesama
dengan mengedepankan akal sehat dan
kemurniaan persaudaraan. Yang penting spirit
Maiyah yang harus dikembangkan. Maiyah
tidak boleh terjebak pada birokratisme,”
demikian tutur Pak Toto.
Melanjutkan pembicaraan, Pak Toto
mengemukakan bahwa seluruh kegaduhan
sosial politik dan kemasyarakatan yang terjadi
hingga kini di masyarakat kita ini boleh jadi
penyebabnya adalah akhlak yang tidak beres.
“Kalau bicara akhlak itu kemungkinannya ada
dua, yaitu terpuji atau tercela. Ini dimensinya
tidak hanya menyangkut personal namun juga
berlaku untuk level sosial termasuk di
dalamnya akhlak politik, akhlak ekonomi, dan
sebagainya.”
Menjelang pukul 23.00 WIB KiaiKanjeng naik
pentas dan langsung membawakan
Hasbunallah. Setelah itu Cak Nun membuka
komunikasi dengan jama’ah. Sebelum
memulai “ medhar sabdho” Cak Nun mengajak
seluruh jama’ah mengawali Maiyahan dengan
membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq
dan An-Naas. “Mari terlebih dahulu memulai
semua ini dengan membaca Al-Fatihah, dan 3
Qul dengan hajat utama yaitu agar anda tidak
dibiarkan oleh Allah kekurangan rezeki, agar
Allah tidak membiarkan hati anda semua
dikuasai oleh kebencian”, terang Cak Nun.
Angkringan Pak Sugi
Mocopat Syafaat 17 November 2012
Foto oleh Adin (Progress)
Dokumentasi Progress
Pada purwa pembicaraan Cak Nun
menyampaikan “Karena kita sekarang berada
di tengah ketegangan dan ketidakpercayaan
satu sama lain. Antara rakyat dengan
pemerintah, antara umat beragama maupun
antara sesama umat sehingga ketegangan-
ketegangan dan kesalingtidakpercayaan itu
melahirkan kebencian. Semua ini
menyebabkan terjadinya arus pendek sehingga
gampang mbledos ,” papar Cak Nun.
Cak Nun kemudian meyambung pembicaraan
dengan mengutarakan mengenai identitas.
“Ada identitas yang cair dan ada identitas
yang padat. Misalnya Rasulullah berkata,
“barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari
Akhir, hendaknya dia memuliakan tamunya. Ini
padat atau cair? Lantas Maiyah ini cair apa
padat? NU padat atau cair? Muhammadiyah?
Kalau engkau padat, engkau bisa patah? Tapi
engkau harus tahu kapan harus padat dan
kapan seharusnya cair,” Cak Nun
menjelaskan.
Meneruskan uraiannya, Cak Nun menjelaskan
bahwa struktur anatomi tubuh kita terdiri dari
yang padat dan yang cair sehingga kita
semestinya memakai ketepatan proporsi untuk
bersikap terhadap identitas tersebut. “Maiyah
ini sudah “ ambeng” bukan “ tumpeng ”.
“ Ambeng ” itu kita sudah duduk sama-sama,
lain dengan tumpeng yang harus dibuat lancip
di pucuknya. Maka yang kita lakukan sekarang
adalah pengajian, bukan pengkajian. Kalau
pengkajian itu sebuah peristiwa akal,
sedangkan pengajian bersifat ruhaniah dan
intelektual, yaitu mengusahakan pengetahuan
dan pengalaman agar “aji” (martabat/tingkat
keberhargaan) hidup kita meningkat. Orang-
orang Maiyah berkumpul di sini karena merasa
sama-sama tidak pandai dan tidak berilmu
makanya kita berkumpul seperti ini untuk
mencari ilmu. Orang datang ke sini
berkeinginan untuk menjadi baik,” jelas Cak
Nun.
Lalu Cak Nun melanjutkan, “Apakah di sini
anda bisa punya cara untuk mengetahui
seberapa iman anda? Bisa nggak kita
mengukur akidah? Bisa nggak kita mengukur,
kita ini Islam atau belum Islam? Kalau engkau
menjawab “bisa”, lho, itu rak cangkemmu ? Lha
atimu? ( itu kan mulutmu, lha hatimu? ). Kita
tidak bisa menilai Islamnya orang, kita tidak
bisa menilai sesat atau bukan kecuali MUI,”
kata Cak Nun disambut tawa jama’ah.
Kemudian Cak Nun meneruskan cara berpikir
ini, “Indikator benar atau tidak-nya akidah itu
bisa diukur atau tidak? Perlu tidak kita ngurusi
imannya orang? Mas Toto ini ditakdirkan
Tuhan tidak pintar Bahasa Arab dan mengaji
agar tidak pandai ngapusi orang. Jadi, yang
ditunggu orang itu akhlaknya atau akidahnya?
Maka kita nanti akan mengetahui bahwa
Rasulullah itu diutus untuk menyempurnakan
akhlak.
Dalam menjelaskan soal akhlak dan akidah ini,
Cak Nun menegaskan bahwa dalam filosofi
Barat ada istilah sekuler, yaitu memisahkan
urusan agama dan pengetahuan. Di sini ada
dikotomi, maksudnya dalam institusi modern
sekuler itu urusan baik-buruk, benar-salah,
indah-tidak indah itu masing-masing
dipisahkan. Biologi itu tidak ada urusan
dengan agama dan dengan Tuhan.
Matematika juga tidak. Padahal sebenarnya,
jika kita belajar apapun dengan niat ingin
menikmati kebesaran Tuhan, itu jadi pelajaran
agama.
Paparan Cak Nun ini sejenak dijeda dengan
penampilan Hayya, putri Cak Nun yang
membawakan Someone Like You (Adele) dan I
Have Nothing (Whitney Houston). Putri Cak
Nun yang masih duduk di SMP ini telah
memperlihatkan bakat menyanyi yang diwarisi
dari kedua orang tuanya sehingga dua lagu
yang diwakan malam itu memukau penonton.
Selesai dengan penampilan Hayya, Cak Nun
menjelaskan bahwa beliau dan Mbak Novia
tidak bermaksud memaksa atau menginginkan
anak-anaknya jadi penyanyi. Menurut Cak Nun,
sebagai orang tua, beliau dan Mbak Novia
hanya berusaha menemani anaknya agar
bertemu dengan apa yang telah dikehendaki
Tuhan diri mereka. Soal sukses atau tidak
sukses, biar anak-anak sendiri yang
merumuskan dan menemukannya. “Sukses
adalah ketika anda menemukan jalan seperti
yang dikehendaki Tuhan atas diri anda,”
ungkap Cak Nun.
Selanjutnya Cak Nun meneruskan bahasan di
awal tadi yakni perihal “padat” dan “cair”.
“Menghormati tamu itu baik tapi harus juga
didukung oleh kebenaran dan keindahan. Ini
bisa dilakukan di mana pun termasuk di
wilayah manajemen pemerintahan dan
sebagainya. Nah , di sini (Maiyahan) keindahan
itu menjadi bagian dari kebenaran, bukan
hanya aksesoris. Keindahan itu bagian yang
substansial dari kebenaran sebab tidak
mungkin Allah menciptakan segala sesuatu
yang indah tanpa mengandung kebenaran. Dan
sekarang umat Islam tak melihat keindahan
itu tapi melihat apa yang “padat”. Yang dilihat
pakaiannya/kostumnya, gayanya dan
penampakan-penampakan lahiriahnya,” tutur
Cak Nun. Untuk mejelaskan soal keindahan
tersebut, Cak Nun memberi contoh dari Al-
Qur’an. Menurut Cak Nun, Al- Qur’an yang
berisi kebenaran dan kebaikan itu pasti selalu
disertai oleh keindahan. Pada aspek tekstual,
keindahan itu tampak pada persajakan, rima,
morfem-ologi, fonem-ologi dan sebagainya dari
ayat-ayat di dalam Al-Qur’an.
Mocopat Syafaat 17 November 2012
Foto oleh Adin (Progress)
Dokumentasi Progress
Cak Nun melanjutkan pembicaraan dengan
mengambil pelajaran dari permasalahan di
Sampang beberapa waktu yang lalu. “Oleh
seorang habib, saya dibilang lebih berbahaya
dari Syi’ah. Tapi saya tidak marah. Saya
malah heran kok ternyata hebat benar saya ini
bisa lebih hebat dari Ahmadinejad (disambut
tawa jama’ah). Saya tidak marah dibilang
lebih berbahaya dari Syi’ah. Saya tidak mau
ngurusi hal-hal seperti itu karena selama
hidup ini saya mengerahkan seluruh waktu,
usia, dan tenaga saya untuk mencari Islamnya
Muhammad.”
Selesai dengan uraiannya, Cak Nun
mempersilahkan Mas Helmi untuk
memfasilitasi berlangsungnya interaksi dan
dialog pada malam itu. Dari beberapa
pertanyaan yang mengemuka, diantaranya
adalah tentang bagaimana kita harus
berakhlak pada negara yang tidak bersikap
ihsan kepada kita. Kemudian dari seorang
jama’ah perempuan bertanya soal fenomena
aliran sesat yang merebak beberapa waktu
terakhir di Indonesia. Lalu ada juga yang
menanyakan, bagaimana cara kita mengetahui
akhlak itu cair, terus yang ini padat?
Pak Mustofa W. Hasyim merespons
pertanyaan soal akhlak terlebih dahulu. Dalam
pandangan Pak Mustofa, akhlak itu harus
mengalir. Tapi ia akan memadat karena ada
kesepakatan-kesepakatan sehingga
mengendap menjadi norma. Dengan begitu
akhlak akan menjadi padat sekali ketika
menjadi norma. Sementara itu, menanggapi
hal ini Cak Nun mengajak jama’ah untuk
membuat maping terlebih dahulu. “Dalam
idiomatik ilmu sosial, nilai itu cair, norma ½
padat dan hukum itu padat. Nah, akhlak itu
pada dasarnya cair tapi butuh padatan-
padatan hingga sampai wilayah dan level
tertentu. Padatan akhlak pada wilayah
keluarga tidak seperti padatan hukum. Sholat
itu padat tapi yang bisa memadatkan hanya
Allah. Maka saya tidak bisa memaksa orang
untuk beriman.”
Lalu Cak Nun menceritakan pengalamannya
dahulu ketika “dipaksa” untuk bergabung
dengan ICMI ( Ikatan Cendekiawan Muslim
Indonesia). “Dulu saya pernah diajak masuk
ICMI dan pada suatu saat ada rapat di dalam
pesawat yang hasilnya meminta agar seluruh
anggota ICMI untuk melakukan sholat. Tapi
saya menolak. Hubungan kita dengan Allah itu
tidak boleh diikut campuri oleh yang selain
Allah. Jadi kalau manusia atau pemerintah
memaksa/mewajibkan orang untuk sholat, itu
artinya negara mengambil alih wewenangnya
Allah. Ini yang dimaksud bahwa yang bisa
memadatkan sholat itu hanya Allah. Orang
tidak boleh memaksa atau mengharuskan
orang lain untuk melakukannya. Dalam urusan
keluarga, orang tua boleh mengarahkan
anaknya tapi harus sampai level tertentu,
sampai batas wewenang Tuhan atas
manusia.” jelas Cak Nun.
Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana
kita berakhlak kepada negara/pemerintah yang
tidak berakhlak kepada rakyatnya, Cak Nun
menjawab, “Ini bahkan tidak hanya tidak
berakhlak tapi sudah gagal sebagai negara.
Tapi yang gagal negara dan pemerintahnya,
sementara rakyatnya sangat sukses dan
berhasil. Bangsa Indonesia susah diajak
berevolusi karena bangsa Indonesia sangat
kuat sehingga tidak merasa tersakiti. Maka
tidak ada pekerjaan yang paling enak melebihi
Pemerintah Indonesia karena rakyat tak
banyak bergantung pada pemerintah. Kalau di
negara tetangga atau di banyak negara Eropa,
pemerintah sibuk ngurusi dan melayani rakyat
karena di sana rakyatnya lemah, tapi kalau di
sini rakyat sudah sangat kuat sehingga tidak
perlu bergantung terlalu serius kepada
pemerintahnya.”
Di antara jama’ah ada yang meminta
pendapat Cak Nun soal Pilkada DKI Jakarta
beberapa waktu yang lalu. Untuk soal ini Cak
Nun berpandangan bahwa kita belum tahu
eskalasinya, karena ibaratnya ini baru ronde
pertama. Yang jelas kita harus berbaik
sangka. Bahwa pada kenyataannya sangat
susah untuk menjadi orang baik di Indonesia.
Sebenarnya apa yang dilakukan itu sangat
biasa tapi karena selama ini kita berada
diantara para “bandit”, maka kita melihat apa
yang diperagakan oleh beberapa pejabat itu
secara berlebihan. “Kalau seorang pemimpin
turun ke tengah masyarakat dan rajin
membangun komunikasi dengan rakyat
dengan kerendah-hatian itu kan memang
sudah seharusnya. Itu bukan hal yang luar
biasa. Jadi, kebenaran itu terasa mewah
karena sehari-hari kita berada di antara
ketidakbenaran-ketidakbenaran. Kebaikan itu
kita pandang sebagai sebuah kemewahan
karena setiap hari kita berada di tengah-
tengah ketidak-baikan dan kesombongan,” Cak
Nun memaparkan.
Selanjutnya, menanggapi pertanyaan jama’ah
soal aliran sesat, Cak Nun balik bertanya
terlebih dahulu, “Dari mana dan bagaimana
anda memahami istilah sesat itu? Istilah itu
bisa dipertanggungjawabkan secara
substansial dan denotatif atau itu hanya
bahasa umum?” Menurut Cak Nun kita lebih
baik jangan cepat ikut-ikutan gampang
percaya terhadap cap-cap atau stigma-stigma
terhadap pandangan tentang sesuatu hal.
Lebih utama agar kita melakukan penelitian
dan pencarian ilmu sampai selengkap-
lengkapnya terlebih dahulu sebelum menilai
sesuatu. “Kalau engkau capek dan tidak ada
waktu melakukan semua itu, ya sudah, jangan
kau pikirkan,” kata Cak Nun.
“Maka jangan sesat atau tidak sesat yang
menjadi konsentrasi pemahamanmu tapi
produknya memecah belah atau
mempersatukan manusia? Kalau itu memecah
belah, tinggalkan. Nah, Maiyah ini cair
sehingga Anda sama sekali tidak punya
kewajiban untuk taat kepada saya,” urai Cak
Nun memungkasi.
Setelah itu Mas Helmi dari Progress
melakukan resume dari seluruh pebicaraan
malam itu. Beberapa yang penting yang
disampaikan Mas Helmi, bahwa soal akhlak
dan akidah itu seharusnya mempunyai
implikasi keluar dan kedalam diri. Ke dalam
akan semakin menegaskan kualitas diri
terhadap kebenaran dan ke luar yakni akan
berupa sikap sosial yang semakin positif. Mas
Helmi juga melihat bahwa tema Mocopat
Syafa’at 17 November 2012 ini (pembelajaran
soal akidah dan akhlak) bisa terkait dengan
wacana kontrak sosial di antara manusia yang
sudah sedari dulu menjadi perhatian para
filosof sosial, yakni bagaimana kita harus
menempatkan urusan akhlak dan akidah pada
posisi yang sebenar-benarnya, sebaik-baiknya
dan seindah-indahnya.
Pada bagian ujung acara, Cak Nun bercerita
bahwa suatu hari dahulu, Pak Kunto
(Kuntowijoyo) terkena serangan stroke. “Nah,
pada saat itu beberapa teman pak Kunto
bilang ke Bu Kunto bahwa misal pun Pak
Kunto sembuh, beliau akan lumpuh. Ini tentu
membuat Bu Kunto bersedih. Lalu saya temui
Pak Kunto, dan ketika itu saya bisikkan ke
telinga beliau, Yaa Khaaliq Ya Baari Y aa
Mushawwi. Lalu beberapa waktu kemudian
Pak Kunto ternyata justru menghasilkan
tulisan-tulisan yang lebih hebat dan lebih
bagus. Ini artinya, kalau anda mengalami
penderitaan oleh manusia, anda mendapat hak
langit untuk meminta Iradah- Nya,” demikian
Cak Nun memberikan penjelasan.
Teknologi di Balik Google Street View Edisi Indonesia
Kamis, 21 Agustus 2014 | 14:44 WIB
KOMPAS.com - Google meresmikan layanan foto
panorama jalan Street View untuk Indonesia,
pada Kamis (21/8/2014). Layanan pemetaan
jalanan tersebut saat ini hadir di empat kota
besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor,
Surabaya, dan Denpasar.
Street View merupakan proyek jangka panjang
Google mendokumentasikan pemandangan jalan
yang sejajar dengan mata manusia. Hasil akhir
Street View adalah foto panorama 360 derajat.
Proyek Google Street View edisi Indonesia ini
dimulai pada November 2012 yang berarti
memakan hampir dua tahun lamanya.
Pengambilan foto di Jakarta dilakukan lebih dari
10 mobil yang dilengkapi kamera 360 derajat.
Konsep teknologi yang ada di balik Street View
diperkenalkan oleh perusahaan pencitraan digital
bernama Immersive Media. Perusahaan asal AS
ini berdiri sejak 1994 dan fokus melakukan
penelitian hingga 2003.
Immersive Media meluncurkan sistem kamera
berbentuk bola pada 2004, yang semuanya telah
menggunakan format digital. Teknik
perekamannya menggunakan sistem kamera 11
lensa yang disebut Dodeca.
Sebelas lensa kamera ini merekam gambar dari
11 sudut berbeda berdasarkan geometri
dodecahedron. Meski hasil akhir yang ditampilkan
dalam layanan Google Street View merupakan
gambar diam, tetapi sebenarnya gambar yang
direkam dengan sistem kamera ini adalah video
full-frame.
Ia dapat menangkap gambar 30 frame per detik
dengan resolusi yang sangat tinggi.
Google bekerja sama dengan Immersive Media
sejak kali pertama proyek Street View berjalan.
Namun, pada Oktober 2007, kedua belah pihak
memutuskan untuk mengakhiri konten lisensi.
Google membuat sistem kamera sendiri.
Kamera Google Street View kadang dipasang di
atas mobil, troli, sepeda, di atas perahu, bahkan
dipegang sendiri oleh manusia. Semua itu
tergantung pada medan lokasi yang ingin
direkam.
Di Indonesia, sistem kamera dipasangkan di atap
mobil yang akan menyusuri jalan-jalan beberapa
kota. Mobil ini memajang logo Google Maps
Street View dan Wonderful Indonesia.
Setelah perekaman selesai, selanjutnya adalah
proses penyatuan gambar dengan komputer.
Gambar disusun lalu "dijahit" hingga
menghasilkan foto panorama 360 derajat. Google
akan memburamkan pelat nomor kendaraan dan
wajah pengguna jalan yang terekam untuk
melindungi privasi warga.
Google Street View telah merekam 57 negara di
dunia, termasuk Asia, yang mencakup Jepang,
Taiwan, Hongkong, Makau, Singapura dan
Thailand.
Jika Google Street View diakses dari situs
internet, pengguna dapat menjelajahinya dengan
mengarahkan tombol panah di layar. Foto
pemandangan dapat dilihat dari berbagai arah
dan sudut, serta dapat dilihat dalam berbagai
ukuran.
Selasa, 08 Desember 2015
Sabtu, 05 Desember 2015
Cewek-cewek Begini Bikin Kamu Jatuh Miskin Jika Menikahinya
Semua orang ingin menikah dengan perempuan
atau lelaki yang baik, namun kata banyak orang
bahwa cinta itu buta, saat kepalang cinta,
urusan baik atau buruknya seseorang tidak lagi
jadi masalah. Selain itu, jodoh memang sebuah
misteri, namun kita tetap punya ikhtiar agar
kita memiliki pendamping terbaik.
Menikah juga adalah membuka pintu rejeki,
bukan hanya sekedar hidup bersama dalam
kasih sayang. Sepasang suami-istri perlu
bekerjasama dengan baik, istri membahagiakan
suami agar suami terus bersemangat setiap
hari, saat mereka bersemangat, kehidupan akan
jadi lebih baik.
Kalian para cowok dan masih jomblo atau yang
udah punya rencana menikah, mungkin kalian
perlu mengenali jenis-jenis cewek yang bisa
bikin pria yang menikahinya jadi miskin ,
bangkrut segala-galanya. Siapa saja mereka?
Yuk kita bahas satu per satu.
1. Cewek Pesolek yang tega melihat
cowoknya kelaparan demi dandan
Oke, secara naluriah, dandan adalah hal wajib
bagi cewek, ini agar cowok tetep suka sama
mereka. Memoles wajahnya hingga nampak
cantik adalah keharusan. Keluar rumah tanpa
dandan bagi cewek bisa jadi neraka. Wajah
polosnya yang terlihat orang bisa membuatnya
malu setengah mati. Namun, bersolek sampai
tidak sadar kalau dia punya cowok adalah
kekejaman tak terperihkan.
2. Cewek ala Resto yang gak bisa masak
Seorang suami akan sangat beruntung jika
mendapatkan istri jago masak. Masakan rumah
sangatlah penting untuk tetap hidup sehat,
keluarga sehat. Jadi keterampilan masak-
memasak perlu masuk dalam penilaian calon
istri.
Cewek yang tidak masak biasanya hobi
ngeresto. Setiap makan malam pasti
pengennya beli makanan yang enak buat
lidahnya: Pizza, sate, atau tahu campur. Namun
jika setiap hari harus beli makanan, para suami
bisa K.O. Duit gajian tidak seberapa tapi
pengeluaran deras tak bisa dibendung. Calon
istri jenis ini walau kelihatan cantik dan santai
tapi aduhai berbahaya.
3. Cewek yang Otak kanannya penuh
dengan kata BELANJA
Satu lagi yang digadang-gadang dapat
membuat cowok jatuh bangkrut? tentu saja
cewek yang hoby belanja. Adalah hal yang
wajar bagi seorang cewek berbelanja, di dunia
sebelah mana pun cewek pasti hobi belanja.
Terutama belanja pakaian yang baru, sesuai
tren, yang sering dipakai artis, yang dipakai
bikin terlihat cantik. Atau beli tas yang jika
dipasangkan dengan baju akan meningkatkan
tingkat kecantikan hingga tiga level.
Serius. Cewek tipe seperti ini bikin para cowok
yang menjadi suaminya bakal gelagapan. Buat
napas saja susah. Kerja dari pagi sampai
malam, sementara istri di rumah belanja terus.
Terlebih sekarang sudah banyak toko online.
Tinggal SMS langsung selesai transaksinya.
Suami yang di kantor biarlah kerja rodi.
4. Cewek Yang Jenius Ngitung Duit
Suaminya
Sejatinya suami bekerja untuk keluarga. Istri
memang keluarganya, walau di belakang masih
ada kebutuhan anak. Jika anda seorang cowok
yang terlanjur menikah dengan cewek masuk
dalam ketegori begini, maka bersabarlah.
Cewek tipe ini akan meminta semua uang
suami.
Cewek macam ini jika dapat uang banyak akan
diam saja. Namun jika suami dapat uang
sedikit akan diurusin hingga keluar dari
kantong. Misi cewek jenis ini adalah
memiskinkan anda hingga bila perlu setiap hari
diberi uang saku seperti anak sekolah.
5. Cewek Yang Hobi Banget Kumpul
Sama Teman Sosialitanya
Satu ini benar-benar skak mat. Menikahi cewek
seperti ini sama halnya menjemput neraka
anda sendiri. Pada dasarnya cewek sosialita
selalu demen pamer. Jika ada teman punya
barang baru maka dia kepincut pengen cari
yang sama. Atau kalau bisa yang lebih baik.
Lebih mahal dan terlihat mentereng.
Selain itu cewek tipe ini juga doyan arisan.
Apa-apa dibuat arisan. Mau benda kebutuhan
rumah, perhiasan, sampai hal-hal tidak berguna.
Usahakan hindari cewek tipe ini. Sebelum
menikah saja anda bisa miskin mendadak.
Postingan ini sebagai selingan saja
sebagaimana pengamatan kita pada hal-hal
pada umumnya, skaligus sebagai bahan untuk
memperbaiki diri masing-masing agar bisa
mewujudkan keluarga bahagia :)
Sabtu, 28 November 2015
katakan ini pada anak
Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat
menangis, adalah menunduk.
Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka:
“Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya,
angkat tangannya..”. Salah seorang akan
mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena
waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama
mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana
tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
Berantem, rebutan, ribut adik kakak itu baik
Ayah, Bunda, suatu saat beberapa orangtua
menghampiri saya dan seorang diantaranya
mengatakan “Abah, saya masih belum bisa
menghentikkan anak berantem. Aduhh hampir
tiap hari itu kakak-adik berantem melulu!
Bagaimana mengatasinya, saya pusing
melihatnya tiap hari seperti itu.” Lalu seorang ibu
lain menimpali disebelahnya “Sama anak saya
juga seperti itu. Kenapa sih anak-anak ini rajin
banget berantem!”
Lalu saya katakan kepada mereka ada beberapa
hal yang dapat mereka lakukan agar mereka tidak
pusing. “Pertama, ucapkan kalimat
‘alhamdulillah!’ saat mereka berantem dan jangan
‘astaghfirullah’. Kedua, bersahabatlah dengan
berantem, jangan musuhi berantem karena
berantem itu baik.”
“Nah lho?!”, bengong tuh parents....
Lalu saya balik bertanya pada mereka, “adakah
anak yang memiliki saudara di rumah yang bebas
dari berantem alias tidak pernah berantem?”
Sebagian besar menggeleng, tapi seorang ibu
mengangkat tangan “Anak-anak saya tak pernah
berantem tuh! Tak pernah pukul-pukullan!”
“Mereka pernah marahan kan? Mereka pernah
berbeda pendapat kan? Mereka pernah rebutan
mainan kan?” tanya saya.
“Oh iya ya”.
“Berantem itu memang ‘wajib’ pukul-pukullan,
tidak kan bu?”
“Wah kalau begitu memang semua anak berarti
pernah berantem ya Bah....”
***
Ayah, Bunda, hampir semua anak yang memiliki
saudara pasti pernah merasakan konflik. Konflik
yang sering disebut dengan ‘bahasa pasar’
berantem ini bentuk bisa macam-macam, ada
yang hanya berbeda pendapat, rebutan barang/
makanan/mainan, hingga ada yang melibatkan
fisik. Jika hampir tidak ada satu pun anak yang
bebas dari pengalaman berantem, bukankah
berarti berantem itu seperti sengaja diciptakan
Tuhan untuk tujuan baik?
Ya, saya ingin mengatakan kepada semua orang,
awalnya konflik itu bagi anak adalah baik! Hal
yang semua anak akan mengalaminya. Sehebat
apapun orangtua mendidik anak, orangtua tidak
bisa menghindarkan anaknya dari konflik. Konflik
bagi orang dewasa tidaklah terlalu baik, tapi bagi
anak, terutama anak-anak usia 12 tahun ke
bawah konflik adalah kebutuhan! Bahkan, seorang
pakar tumbuh kembang menganggap anak yang
tak pernah bertengkar justru tidak normal! Nah,
karena sebuah kebutuhan, pengalaman konflik
pada anak-anak akan terus berulang. Meski
sebagian orangtua tidak menyukainya dan meski
orangtua ‘ratusan kali’ mengatakan ‘jangan
berantem terus deh, berantem itu tidak baik!’
Betapa tidak dibutuhkan, dari satu pengalaman
hidup di masa kecil inilah anak-anak akan
(seharusnya) mendapatkan bekal untuk
menghadapi konflik hidup di masa depan. Tidak
ada satu manusia pun setelah dewasa yang
bebas dari konflik bukan? Karena itu, konflik pada
anak seperti sengaja diciptakan Tuhan agar anak-
anak kita dapat belajar bagaimana mereka kelak
mengelola konflik di masa depan. Seperti seorang
anak harimau atau kucing, yang saat mereka
masih kecil sering terlihat bermain-main cakar-
cakaran, konflik di masa kanak-kanak adalah
ajang latihan bagi anak menghadapi konflik di
masa depan. Ada banyak dari kita yang memiliki
kompetensi hebat di bidang pekerjaan yang kita
geluti, tapi karena tidak bisa menghadapi konflik
membuat kita menjadi tak nyaman berlama-lama
di tempat kerja.
Setiap adik-kakak pasti akan bertengkar. Bahkan
adik-kakak 700 persen kali lebih sering
bertengkar ketimbang dengan teman sebayanya
masing-masing. Karena, mereka tahu, bahwa adik
atau kakaknya akan selalu ada, tidak akan pergi.
Menurut studi, adik-kakak yang bermain bersama,
meski saling mengejek, memiliki hubungan yang
lebih dekat ketimbang adik-kakak yang bermain
terpisah. Istilahnya Adik-kakak lebih baik berisik
karena bertengkar ketimbang damai tapi
berpisah. Berpisah dalam artian saling tak mau
menyapa dan bergaul karena satu membenci
yang lain.
Konflik pada awalnya adalah baik bagi anak.
Konflik berubah menjadi tidak baik saat orangtua
tidak mengelola konflik anak dengan baik.
Apalagi jika saat konflik, orangtua yang selalu
menyelesaikan masalah. Akhirnya, anak tidak
belajar apapun dari pengalaman konflik yang
mereka alami. Saat misalnya seorang adik
rebutan mainan dengan kakaknya, sebagian
orangtua menyelesaikannya dengan mengatakan
pada si kakak “Kakak, ngalah dong sama adik!
Adik kan masih kecil....”
Ayah, Bunda, jika penyelesaiannya seperti itu,
lihatlah ternyata bukan hanya kita tak melatih
anak menghadapi konflik, tapi justru kita
melebarkan konflik pada anak. Lihatlah, ternyata
praktik ketidakadillan juga dapat dimulai dari
rumah bukan? Mengapa seorang kakak harus
selalu mengalah pada adik? Adikknya masih
lemah, begitu alasannya? Tapi, sampai umur
berapa adik masih terus dibela? Mengapa
kebenaran ditentukan oleh usia? Mengapa jika
kakak membuat adik kecewa, dihukum? Mengapa
jika adik yang melakukannya, adik tidak dihukum?
Saat dua orang anak rebutan satu buah roti
misalnya, sebagian orangtua menyelesaikannya
dengan jalan instan dengan cara membagi roti itu
jadi dua untuk anaknya “yang ini buat kakak yang
itu buat adik”. Lihatlah praktik ini? Anak memang
berhenti dari konflik (sementara), tapi siapa yang
menyelesaikan masalahnya? Orangtua bukan?
Mengapakah bukan anak yang dilatih untuk
menyelesaikan masalahnya sendiri?
Atau solusi lain yang sering dilakukan orangtua
adalah selalu membelikan yang sama untuk
semua anak, supaya tak rebutan! Jika anaknya
dua, maka kuenya selalu dua dengan rasa yang
sama. Jika anaknya laki-laki dua-duanya, maka
saat beli mainan mobil-mobilan, dibelilah mobil
dengan model yang sama.
Jika solusinya seperti ini, sepintas ayah ibu
melihat ini sebagai solusi. Tapi sebetulnya
secara jangka panjang, efeknya anak jadi sulit
menemukan identitas diri, karena dia bingung
membedakan antara dirinya dengan saudara
kandungnya.
Ayah, Bunda, yuk bantu anak kita mengelola
konflik dengan baik. Konflik adalah sarana yang
diciptakan Allah untuk anak belajar, belajar
mengelola kehidupan. Yuk, bimbing mereka
mengelola konflik.
1.Bersahabat dengan konflik
Hal yang pertama kali harus Ayah dan Bunda
fahami, konflik itu tidak bisa dihindari. Sekuat
apapun kita berusaha, konflik itu akan hadir
menghiasi kehidupan anak kita. Meski kita tidak
menyukai dan mungkin anak kita pun bahkan juga
tidak menyukainya, konflik pada anak-anak kita
akan terus berulang. Wajar, karena manusia
diciptakan Allah berbeda-beda karena itu akan
terjadi perbedaaan keinginan, perbedaan
pemahaman, perbedaan cara bersikap dan
berperilaku. Perbedaan-perbedaan itu normal,
sepanjang diekspresikkan dengan cara yang baik
dan tidak merugikan siapapun.
Karena itu, saya mengajak Ayah Bunda semua,
yuk bersahabat dengan konflik, bukan memusuhi
konflik. Semakin Ayah Bunda musuhi, maka
semakin lelah dan pusinglah pikiran saat melihat
anak-anak kita berkonflik. Maka, coba rubahlah
perspesi Anda tentang konflik. Meski pikiran
masih belum menerima, coba bantu tenangkan
pikiran Anda dengan ucapkan kalimat ‘segala puji
bagi Allah’ saat Anda melihat fenomena anak-
anak tengah konflik.
Semakin sering pikiran dan cara berpikir Anda
dilatih dari sisi positif, memberikan persepsi
positif atas sebuah peristiwa, termasuk konflik,
semakin rileks Anda menghadapi anak-anak saat
mereka tengah konflik.
2.Libatkan Anak
Saat anak terlibat konflik dengan saudaranya,
sah-sah saja Anda terlibat. Tetapi, sebaik-baiknya
penyelesaian adalah yang melibatkan anak itu
sendiri. Jika mungkin, orangtua hanya jadi
fasilitator yang bertugas untuk membimbing anak
untuk mencari solusi atas permasalahan yang
mereka hadapi. Saat anak dilatih untuk
menyelesaikan sendiri masalah yang ia hadapi,
sejak saat itulah anak-anak memiliki modal untuk
menghadapi masalah-masalah yang lebih
kompleks di masa depan.
Saat anak terlibat adu mulut mengenai siapa
yang berhak untuk duduk di kursi depan mobil
misalnya, padahal kursi depan mobil dekat supir
itu hanya tersedia untuk satu orang, tak usah
terburu-buru menghentikkan konflik anak dengan
kalimat-kalimat solutif dari Anda: “sudah kalau
tak ada yang mau ngalah, nggak usah ada yang
ikut!” atau lagi-lagi dengan kalimat kuno “kakak,
ngalah dong sama adik!”. Tapi mari kita
kembangkan kalimat-kalimat yang membuat
pikiran dan ide anak terlibat “kursi di depan
hanya satu, gimana caranya biar semua
kebagian, ayoo siapa yang mau kasih ide ka
ayah?!” Jika anak berkeras dan bertegang untuk
tetap ribut barulah kita bisa beri penekanan
dengan kalimat “kalian harus putuskan dulu siapa
yang di depan karena jika tidak kita belum bisa
berangkat!” atau kalimat-kalimat lain yang
senada.
Jika anak rebutan sepotong roti padahal rotinya
hanya satu, maka Anda dapat katakan pada
mereka “Rotinya cuma satu, ayoo cari ide,
bagaimana agar semuanya kebagian!” inilah
metode yang melibatkan anak (otoritatif).
Sedangkan metode lainnya adalah metode yang
mengedepankan kekuasaan (otoriter) orangtua
untuk menyelesaikan masalah anak “Rotinya
cuma satu, sini mama bagi... ini buat adik dan ini
buat kakak” atau yang lebih parah “Kalau kalian
tak mau berbagi, sini rotinya mama makan!”
Metode otoritatif memerlukan sedikit waktu dari
Anda untuk bersabar memberi kesempatan anak
menyelesaikan masalah, tetapi secara jangka
panjang memudahkan orangtua sendiri karena
tidak harus selalu mengatur dan menyelesaikan
semua masalah anak. Sedangkan metode otoriter
mungkin dapat menyelesaikan konflik anak lebih
cepat tetapi secara jangka panjang justru
menumpulkan kekuatan pikiran anak dan akhirnya
merepotkan orangtua sendiri karena orangtua
harus selalu yang menyelesaikan terlalu banyak
masalah anak yang bahkan pada hal sepele
sekalipun.
Saat Anda memiliki dua anak, tidak harus
dibelikan mainan dengan model yang sama atau
makanan dengan rasa yang sama, biarkan anak
memilih sesuai dengan selera mereka sendiri
sepanjang dalam batas budget orangtua dan
toleransi orangtua. Yang terbaik, kalau mau
membelikan dua barang, biarlah anak masing-
masing memilih yang dia sukai. Contohnya, kalau
mau beli kaus, si kakak mau beli kaus biru, maka
adik boleh cari warna lain, jika sama boleh-boleh
saja, tetapi kalau bisa berbeda dari kakak. Kalau
beli mainan, mungkin si adik memilih bola,
sementara kakak diminta cari mainan yang
berbeda.
3.Aturan yang jelas
Anak-anak akan terus kesulitan menyelesaikan
masalah yang mereka hadapi terus mengulangi
hal yang sama berulang-ulang karena kadang-
kadang orangtua menerapkan aturan yang
‘samar-samar’ pada anak berkait dengan
masalah-masalah yang biasanya dihadapi anak.
Aturan itu untuk mengatasi ketidakaturan bukan?
Setiap keluarga harus memiliki aturan yang jelas
di rumah sesuai dengan nilai-nilai yang orangtua
pegang sendiri. Minimal di rumah sendiri karena
yang merepotkan jika konflik ini terjadi dengan
anak lain yang bukan saudara anak kita, anak
tetangga misalnya. Untuk ini mungkin ada dapat
mengajak bekerjasama dulu dengan para
orangtua anak-anak tempat anak Anda bergaul.
Ada beberapa aturan yang harus secara jelas
menjadi aturan main di rumah kita sendiri:
a. Milik siapa?
Siapapun di rumah harus meminta izin untuk
menggunakan barang/mainan kepunyaan yang
lain. Jika misalnya seorang kakak menginginkan
untuk memainkan sepeda adik, maka ia harus
izin sama adik. Jika adik tak mengizinkan, maka
orangtua wajib menegakkan. Demikian juga jika
adik memakai barang kakak dan kakak ternyata
tak ridlo, adik harus mengembalikannya.
Orangtua harus menegakkannya! Jika adik
menangis, biarkan ia menangis. Jangan sampai
keadilan dikalahkan perasaan . Menangis adalah
strategi wajar seorang anak, tapi jika anda
konsisten, dijamin, insya Allah anak menjadi tidak
gampang nangis lagi.
Cara mengembalikan sebaik-baiknya dilakukan
metode yang melibatkan anak seperti yang
pernah dicontohkan di atas: "Sekarang itu punya
kakak, dan kakak tidak mengizinkan, kamu mau
mengembalikan sendiri atau mama yang ambil
dan kembalikan?" Tentu konsekuensinya berbeda.
Jika anak mengembalikan sendiri maka anak
misalnya tidak akan mendapatkan konsekuensi
apapun, sebab perbuatan mengembalikannya
sendiri sudah perbuatan baik. Tapi jika anak
memilih orangtua yang mengembalikan, anak
boleh diberikan konsekuensi karena dengan
demikian anak tidak mau menanggung tanggung
jawab atas perbuatan buruk yang telah
dilakukan. Konsekuensinya bisa berupa penyitaan
mainan, time out di kamar, dll Tentang jenis-jenis
konsekuensi baca tulisan abah yang lain
"bagaimana menghadapi perilaku anak yang
keras".
Tugas orangtua selanjutnya adalah melatih
siapapun di rumah itu untuk belajar berbagi.
Ceritakan cerita-cerita positif tentang berbagi
melalui permisalan binatang, memakai jari-jari
Anda sendiri, menggunakan ballpoint,
menggunakan buku, menggunakan alat-alat lain
yang mengenalkan anak tentang cara berbagi.
Jika anak sudah mulai beranjak dewasa
ceritakan tentang kehebatan orang-orang besar
di dunia yang memiliki sensitivitas berbagi dan
mengasihi seperti Rasululullah Muhammad, Abu
Bakar, Salahudin Al-Ayubi, Mahatma Gandhi, Bill
Gates, dll.
b. Siapa yang duluan & kapan bergantian?
Tingkah anak-anak kadang bikin geli sekaligus
bikin pusing orangtua. Ada saja yang mesti
diributkan anak. Ada beberapa ‘inventaris’
keluarga yang sebenarnya bukan milik seseorang,
alias sebenarnya milih ayah ibu atau milik semua
orang di rumah, alias milik bersama, alias milik
umum, diklaim oleh salah seorang anak menjadi
seolah-olah menjadi miliknya. Malah kadang
anak-anak ini maunya semuanya milik mereka.
Duh!
Rebutan kursi meja makan, rebutan kursi di
mobil, rebutan memeluk ayah, rebutan memeluk
ibu, rebutan diceritakan buku sama orangtua, dan
contoh lain akan banyak kita temukan. Nah jika
kasus seperti ini keputusan tertinggi Anda di
manajer rumah yang bertanggung jawab terhadap
keutuhan dan aturan main penggunaaan barang
milik umum tadi. Silahkan buat aturan tentang
penggunaan ‘inventaris umum’ tadi.
Ada setidaknya dua metode yang dapat
diterapkan: metode SIAPA DULUAN atau metode
JADWAL BERGANTIAN. Metode mana yang mau
dipilih, keputusan ada di tangan Anda. Insya
Allah dua-duanya positif sepanjang dibicarakan
dengan anak. Jika yang duluan di kursi depan
dekan driver adalah si Kakak, maka adik tidak
bisa menyerobot! Demikian juga sebaliknya,
Kakak tak berhak mengusir adik karena
aturannya sudah ditetapkan bukan?
Tetapi, jika Anda merasa bahwa salah satu anak
‘terlalu cerdas’ sehingga tak pernah kehilangan
akal untuk ‘mengakali’ adik dan akibatnya anak
yang lain selalu ‘kalah’, maka metode SIAPA
DULUAN dapat anda ganti dengan metode
JADWAL BERGANTIAN. Jika hari ini yang duduk
di depan mobil Kakak, maka keberangkatan
berikutnya selalu adik! Mengenai siapa yang
dapat menggunakan duluan, silahkan serahkan
pada anak untuk memutuskan.
c.Boleh intervensi, saat mulai merugikan
Orangtua boleh intervensi dan terlibat lebih dalam
untuk membantu menyelesaikan konflik anak jika
konflik anak tersebut sudah mengarah pada
kekerasan fisik dan kekerasan verbal yang
berlebihan. Saat salah seorang anak hendak
memukul anak yang lain, orangtua harus
memegang tangan anak sehingga ia tak jadi
memukul.
d.Semua orang boleh marah, tetapi tidak menyakiti
& merusak
Silahkan terapkan ‘dekrit’ ini di rumah: “Siapapun
di rumah ayah dan ibu boleh marah. Adik boleh
marah sama kakak, kakak juga boleh marah
sama adik jika merasa dirugikan. Tetapi, semua
orang di rumah ini tidak diterima untuk menyakiti
dan merusak. Mendorong itu menyakiti, memukul
itu menyakiti, mencubit itu menyakiti, menendang
itu menyakiti, melempar saudaranya dengan
sebuah benda juga menyakiti. Juga di rumah ini
tidak diterima merusak barang saat marah,
melembar piring, gelas, buku, dan barang apapun
tidak diterima. Jika ada yang mau marah
silahkan keluarkan lewat mulut, silahkan bicara.
Kalau adik tidak suka dengan perlakuan kakak
bilang sama kakak ‘kakak, aku tidak suka!’ atau
sebaliknya.
Memang tak langsung bisa, tapi bimbing terus
anak untuk mengungkap dan mengeluarkan
perasaan-perasaan tidak nyamannya dengan cara
yang lebih baik: lewat mulut! Jika anak-anak kita
tak dilatih untuk mengeluarkan emosi-emosi
negatifnya dengan cara yang baik, maka bisa jadi
ia memiliki cukup tenaga untuk mengeluarkannya
lewat jalan kekerasan! Latihlah terus anak untuk
mengelola marahnya dengan cara yang baik
(anger management).
Turunan dari ini, orangtua harus menggali dari
anak untuk memilih konsekuensi-konsekuensi
yang mungkin akan anak dapatkan jika mereka
melanggarnya. Biarkan anak-anak itu yang
memutuskan konsekuensi seperti apa yang
mereka akan dapat agar mereka merasa rugi
dengan perbuatan mereka yang merugikan.
Buat tawar menawar terhadap konsekuensi ini
dengan orangtua. Jika anak mengajukan
konsekeunsi yang tak sesuai, orangtua boleh tak
menyetujuinya. Misalnya, saat anak memukul,
anak mengajukan konsekeunsi minta maaf. Itu
betul, tetapi ini sama sekali belum tepat. Karena
anak akan gampang minta maaf tapi tak merasa
rugi betul dengan perbuatannya yang merugikan.
Orangtua juga boleh mengajukan tawaran pada
anak misalnya: siapapun yang menyakiti akan
diberikan konsekuensi misalnya: dikurangi uang
jajan, dikurangi jam nonton tv/vcd, metode time
out atau dikeluarkan dari rumah selama 10 menit
atau tak boleh keluar kamar selama setengah
jam seperit Nanny 911.
4. Syarat Melindungi yang Lemah
Salah satu metode yang termasuk paling sering
diterapkan oleh orangtua adalah bahwa KAKAK
HARUS MENGALAH SAMA ADIK. Argumen
utamanya: adik masih lemah! Maka yang kuat
harus melindungi yang lemah! Atau adiknya
masih belum mengerti, yang sudah mengerti
harus mengalah pada yang belum mengerti.
Argumen ini dapat dibenarkan tetapi harus hati-
hati menerapkannya. Yang ideal adalah tetap
menegakkan aturan-aturan jelas seperti di point
ketiga. Tetapi jika orangtua menganggap sang
adik masih terlalu lemah dan terlalu sulit untuk
mengerti dan diberi penjelasan, orangtua boleh
menggunakan METODE MELINDUNGI YANG
LEMAH ini dengan beberapa syarat:
a.Lakukan pembatasan
Saat orangtua menerapkan metode yang kuat
mengalah pada yang lemah atau yang mengerti
mengalah pada yang belum mengerti, orangtua
harus memberikan ‘SOP’ yang jelas sampai
kapan adik masih dianggap lemah sehingga
belum dapat mengendalikan keinginannya secara
wajar dan sampai usia berapa adik mash
dianggap belum mengerti.
Jika Anda bertanya kepada saya kira-kira kapan
anak-anak tidak boleh lagi dibela, saya akan
menjawabnya saat anak-anak sudah bisa
membedakan mana tangan kanan dan mana
tangan kirinya, kira-kira usia 3-5 tahun
bergantung kemajuan perkembangan mental
anak. Karena ketika mereka sudah bisa
membedakan mana tangan kanan dan mana
tangan kiri, sejak saat itulah anak-anak sudah
dapat menyerap nilai-nilai dan sudah dapat
membedakan mana baik dan mana yang buruk
atau mana yang benar dan mana yang salah.
Anda dapat mengatakan pada si Kakak “Ayah
janji, nanti kalau adik sudah umur 3 tahun atau
saat adik sudah bisa tau tangan kanan dan
kirinya, ayah takkan bela adik lagi!”
b.Berikan reward lebih pada si Kakak yang
mengalah
Pemberitahuan bahwa si adik akan dibela secara
terbatas sampai usia tertentu bagi si kakak
sebetulnya belumlah cukup. Karena itu, kuatkan
dengan cara memberi reward lebih pada si kakak
saat si kakak mau mengalah pada adik. Reward
itu tidak harus selalu berbentuk materi atau
hadiah berupa benda atau barang yang ia sukai.
Kalimat-kalimat positif dapat orangtua keluarkan
saat itu juga, di TKP, saat orangtua memergoki
kakak ternyata mau mengalah sama adik. “Sini
sayang... mama mau bisik-bisik... kakak hebat,
kakak memang anak mama yang paling mengerti,
tidak seperti adik, adik dibilangi gimana juga
sama mama, aduhh pokoknya susah, belum
sepintar kakak ya! Insya Allah mama takkan bela
lagi adik kalau adik sudah pintar kayak kakak!”
Reward juga dapat berupa pemberitan otoritas
lebih pada si kakak untuk melakukan sesuatu,
yang belum dapat diberikan pada adik. Misalnya
kakak dapat diberikan uang saku dan diberikan
otoritas penuh untuk menggunakan uang saku itu
sendiri, sementara adik belum dapat diberikan
uang saku. Atau contoh lain Kakak dapat memilih
VCD nya sendiri sepanjang aman dan disetujui
ayah ibu sementara adik belum boleh membeli
VCD. Dengan pemberian reward lebih ini, sang
kakak akan merasa bahwa tidak rugi ia mengalah
sama adik karena pada banyak hal lain ia justru
diberikan kelebihan dan kewenangan lebih
orangtuanya.
5.Fokuskan pikiran anak pada saling mencintai
Semua orang ingin anaknya saling mencintai
daripada saling memusuhi. Tetapi masalahnya
adalah sebagian orangtua lebih memperhatikan
anak saat mereka bermusuhan daripada saat
mereka saling menyayangi. Maksud saya adalah
sebagian orangtua lebih banyak ngomong saat
anak-anaknya berantem daripada saat anak-
anaknya bermain bersama. Karena itu, fokuskan
pikiran anak agar saling mencintai saudaranya
antara lain dengan beberapa cara:
a.Berikan perhatian pada saat mereka bekerjasama
dibandingkan saat mereka berantem
Sebagian orangtua justru memperhatikan anak
dan terlalu banyak bicara pada anak saat mereka
berantem ketimbang saat mereka bekerjasama.
Jika seperti ini yang dilakukan secara tak sadar
orangtua justru tengah memfokuskan anak untuk
semakin sering berantem dibandingkan menyukai
bekerjasama.
Agar anak lebih menyukai bekerjasama daripada
berantem, fokuskan pikiran anak pada
bekerjasama daripada pada berantem. Caranya
adalah dengan banyak memperhatikan anak dan
memberi komentar positif ketika mereka sedang
bermain bersama tanpa bertengkar, daripada
pada saat mereka berantem. Misalnya dengan
mengatakan, ”Pintarnya Kakak dan Adik main
bersama,” atau, ”Kalian berdua rukun sekali,
Bunda senang deh.” Dan kurangi untuk
memberikan terlalu banyak komentar pada saat
mereka berantem dengan sering mengatakan
“Aduh! Kalian ini kok senangnya berantem!”
b.Mempersiapkan mental kakak sebelum kelahiran
adik
Jauh sebelum anak kedua lahir, Anda bisa
melibatkan si calon kakak dengan aktivitas yang
berhubungan dengan menyambut kehadiran adik
barunya. Installkan informasi-informasi positif
tentang enaknya punya adik, fokuskan pada
kebaikan-kebaikan yang akan kakak dapatkan jika
adik lahir. Bahwa akan ada teman baru untuk si
kakak di keluarga kelak. Bahwa kakak bisa lebih
banyak asyik lagi bermain. Bahwa si adik dapat
menjadi seperti ‘boneka’ untuk si kakak. Banyak
si kakak yang seperti ‘berubah’ perilakunya
setelah adik lahir akibat kurangnya orangtua
memersiapkan mental si kakak pada saat
kelahiran adik.
c.Latih BERMUSYAWARAH
WA’TAMIRUU BAINAKUM BIMA’RUUF, dan
musyawarahkanlah diantara kamu dengan baik,
demikian perintah Allah kepada manusia saat
menghadapi konflik seperti tercantum dalam
surat ke-65: At-Tholaq ayat 6. Latihlah terus
anak-anak bermusyawarah saat mereka
mendapatkan perbedaan dalam sebuah masalah.
Biarkan mereka mengambil keputusan atas
perselisihan yang mereka buat. Tidak mudah
memang, tapi semakin sering dilatih, insya Allah
anak-anak kita semakin terlatih untuk
bermusyawarah.
Orangtua boleh melakukan sedikit penekanan
saat mereka enggan bermusyawarah saat salah
satu atau semua anak kita BERSIKAP maunya
menang sendiri. Metode yang dapat dilakukan
misalnya, dengan mengeluarkan anak keluar
rumah sementara dan mempersilahkan untuk
menyelesaikan masalahnya di luar. Anak-anak
baru diperbolehkan masuk ke dalam rumah jika
mereka sudah mendapat keputusan bersama
atas perselisihan yang mereka lakukan. Saat
mereka berebut kursi di dekat driver, orangtua
dapat mengatakan bahwa mobil tidak akan
majukan atau tidak akan berangkat sampai
mereka membuat keputusan.
*Tulisan ini dikutip dari buku best seller
"Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shalih?" yang
ditulis oleh penulis
Kamis, 12 November 2015
TWO BECOME ONE
“Uangmu adalah uang kita, uangku adalah uangku“. Terus apa dong artinya TWO BECOME ONE dalam sebuah pernikahan? Semuanya boleh menjadi satu kecuali uang? Nah, uang lagi kan akar masalahnya?
bersiin noda
1. Anti Noda Bandel ( Alkali) Sifat kimiawi : Merenggangkan (melemaskan / melembutkan) kontur serat dengan tujuan “membuka jalan” bagi molek...
-
Kring kring goes goes...... Kadang setiap minggu pagi saya bersama Tata bersepeda jalan-jalan menikmati udara pagi, keliling peruma...
-
TETAPLAH DI RUMAH! BIARKAN KAMI YANG ANTAR JEMPUT, TETAPLAH ISTIRAHAT! BIARKAN KAMI YANG BEKERJA, TETAPLAH PAKAI BAJU BERSIH! ...
-
Hubungi Athoen laundry! 0812-8641-9903 Free antar jemput area cifest radius 3km Atau datang langsung VMC 2 D10/31 #jasa_cuci_setrika_uap ...