Kamis, 27 Oktober 2016

simak 11 persamaan orangtua dari anak-anak yang sukses.

1. Memberikan tugas rumah kepada anak
Jika anak Anda tidak pernah mencuci piring,
berarti ada orang lain yang melakukannya
untuk dia. Tugas-tugas rumah penting untuk
membuat anak mengerti bahwa mereka harus
bersedia untuk bekerja demi kebaikan
bersama. Anak yang dibiasakan mengerjakan
tugas-tugas rumah akan tumbuh menjadi
seseorang yang dapat bekerjasama dengan
baik di tempat mereka bekerja. Tak hanya itu,
mereka akan memiliki empati yang tinggi
karena tahu bagaimana rasanya berjuang dan
menjalankan tugas dengan baik. Menyapu,
mengeluarkan sampah, mencuci pakaian,
adalah hal-hal mendasar yang dapat
mengajarkan seorang anak bahwa mereka
harus selalu berusaha dan bekerja dalam
menjalani hidup.
2. Mengajarkan anak keterampilan sosial
Sekelompok peneliti dari
Pennsylvania State University dan
Duke University memantau lebih dari 700 anak
dari mulai taman kanak-kanak hingga usia 25
tahun di seluruh Amerika. Mereka menemukan
bahwa ada korelasi signifikan antara
keterampilan sosial anak-anak saat masih di
TK dengan kesuksesan mereka saat sudah
dewasa 2 dekade kemudian. Penelitian yang
berlangsung selama 20 tahun ini menunjukkan
bahwa anak-anak yang kompeten secara sosial
dapat bekerjasama dengan sesamanya tanpa
diminta, membantu dan mampu bersikap
pengertian kepada teman, menyelesaikan
masalah sendiri dan kemudian berhasil
menyelesaikan kuliah dan bekerja pada usia 25
tahun. Berbeda dengan anak-anak yang
keterampilan sosialnya terbatas yang
cenderung terlibat dalam masalah dan
ditangkap polisi, ketergantungan pada alkohol
dan hidup dari sokongan pemerintah.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya
membantu anak-anak mengembangkan
kemampuan sosial dan emosionalnya untuk
masa depan yang lebih cerah. Dari usia dini,
keterampilan sosial dapat menentukan apakah
sang anak akan pergi kuliah atau masuk
penjara, atau apakah mereka akan bekerja di
tempat yang layak atau menjadi pecandu
narkoba.
3. Memberikan ekspektasi tinggi
Berdasarkan survey nasional terhadap 6600
anak yang lahir pada tahun 2001, Profesor
Neal Halfon dari University of
California menemukan bahwa ekspektasi dari
orangtua terhadap anak-anak berpengaruh
terhadap pencapaian mereka dalam hidup.
Saat orangtua sudah merencanakan bahwa
kuliah termasuk dalam salah satu tahap
kehidupan anak mereka, maka sang anak akan
bergerak menuju tujuan tersebut dalam
hidupnya. Setiap anak diharapkan dapat hidup
dan memenuhi ekspektasi orangtua mereka.
4. Memiliki hubungan keluarga harmonis yang
minim konflik
Menurut penelitian University of Illinois, anak-
anak yang hidup dalam keluarga penuh konflik,
dengan orangtua yang masih bersama maupun
sudah bercerai, cenderung memiliki standard
hidup yang lebih rendah dibandingkan anak-
anak yang hidup dari keluarga yang
harmonis. Konflik antara orang tua sebelum
perceraian juga mempengaruhi anak secara
negatif, sementara konflik pasca-perceraian
memiliki pengaruh yang kuat pada penyesuaian
anak-anak. Penelitian ini juga menemukan
bahwa anak dengan orangtua tunggal yang
hidup tanpa konflik dapat bertahan hidup lebih
baik daripada anak-anak yang tumbuh dengan
orangtua utuh namun penuh konflik. Penelitian
ini juga menemukan bahwa jika sang anak
masih berhubungan dengan ayahnya dengan
minimal konflik, ia akan hidup lebih baik
daripada anak-anak yang masih berhubungan
dengan ayahnya namun mengalami banyak
konflik. Penelitian lain menemukan bahwa
anak-anak yang orangtuanya bercerai tetap
memiliki rasa kecewa dan sedih hingga
sepuluh tahun setelah perceraian tersebut.
Anak-anak yang memiliki orangtua yang
bermasalah sering memiliki perasaan
kehilangan dan penyesalan.
5. Memiliki tingkat pendidikan yang tinggi
Penelitian dari University of
Michigan menemukan bahwa anak-anak yang
dibesarkan oleh seorang ibu yang
menyelesaikan SMU atau kuliah akan memiliki
tingkat pendidikan yang sama atau lebih tinggi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-
anak yang dibesarkan oleh ibu berusia 18
tahun atau lebih mudah cenderung tidak akan
menyelesaikan sekolah. Tingkat pendidikan
orangtua saat anak berusia 8 tahun akan
memprediksi tingkat pendidikan sang anak 40
tahun kemudian.
6. Mengajarkan matematika
Analisis mendalam yang dilakukan terhadap 35
ribu anak TK di Amerika, Kanada, dan Inggris
menemukan bahwa mengembangkan
keterampilan matematika sejak dini akan
membawa manfaat yang sangat tinggi saat
sang anak dewasa. Kemampuan matematika
dasar seperti pengetahuan akan angka, urutan,
dan konsep lainnya tak hanya memprediksi
kemampuan matematika sang anak di masa
depan, namun juga berpengaruh terhadap
kemampuan dalam membaca.
7. Tidak rentan stres
Menurut penelitian dari Brigid Schulte, jumlah
waktu yang dihabiskan oleh seorang ibu
dengan anak-anak yang berusia 3 sampai 11
tahun sedikit berpengaruh terhadap perilaku
sang anak, serta prestasinya. Ternyata
mengasuh secara intensif tidak selalu
berdampak positif, terlebih lagi jika sang ibu
mengalami stres karena harus membagi waktu
antara bekerja dan meluangkan waktu dengan
anak. Kondisi emosional orangtua bersifat
menular pada anak, jadi jika orangtua kelelahan
atau frustrasi, maka sang anak akan cenderung
merasakan hal yang sama.
8. Mementingkan usaha dibandingkan
menghindari kegagalan
Pemahaman anak tentang kesuksesan akan
mempengaruhi pencapaian mereka. Penelitian
selama beberapa dekade di
Standford University menemukan bahwa
orangtua dan anak-anak memiliki 2 jenis
pemahaman tentang kesuksesan. Pemahaman
pertama adalah fixed mindset dimana karakter,
kecerdasan dan kemampuan kreatif adalah
sesuatu yang bersifat statis dan tidak akan
berubah. Untuk itu, kesuksesan adalah afirmasi
dari hal tersebut, sehinggga berjuang untuk
kesuksesan dan menghindari kegagalan adalah
cara untuk memelihara faktor-faktor tersebut.
Pemahaman kedua
adalah growth mindset dimana tantangan
adalah sesuatu yang harus dihadapi dan
melihat bahwa kegagalan penting untuk
perkembangan dan mencapai kemampuan
secara optimal. Saat seorang anak gagal, maka
ia tidak dilihat tidak cerdas atau tidak mampu,
namun ia sedang dalam proses belajar menuju
kesuksesan. Perbedaan utamanya adalah
pemahaman tersebut memiliki efek yang kuat
terhadap anak. Jika kemampuan mengerjakan
ujian di sekolah dianggap sebagai kecerdasan,
maka hal tersebut
menciptakan fixed mindset. Jika kemampuan
tersebut dianggap sebagai hasil sebuah usaha,
maka hal tersebut
menciptakan growth mindset.
9. Menjalin hubungan yang sehat dengan anak
Anak-anak yang menerima kasih sayang dan
afeksi dalam 3 tahun pertamanya cenderung
dapat menyelesaikan tes akademik lebih baik
saat di sekolah, dan memiliki hubungan yang
sehat dan banyak pencapaian di usia 30-an.
Orangtua yang sensitif dan penyayang
memberikan respon terhadap kebutuhan anak
secara cepat dan tepat, dan memenuhi rasa
aman yang dibutuhkan seorang anak untuk
menghadapi dunia luar. Hubungan orangtua
dengan anak yang dijalin sejak dini dapat
dikatakan sebagai investasi yang akan
berpengaruh pada hidup sang anak saat
dewasa.
10. Memiliki ibu yang bekerja
Menurut penelitian yang dilakukan oleh
Harvard Business School, ada manfaat
signifikan bagi anak-anak yang dibesarkan oleh
ibu yang bekerja di luar rumah. Penelitian
tersebut juga menyatakan bahwa anak
perempuan dengan ibu bekerja dapat
menyelesaikan sekolah dengan baik,
mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan
penghasilan yang lebih tinggi dibanding anak
perempuan yang dibesarkan oleh ibu rumah
tangga.
Anak laki-laki dari ibu yang bekerja cenderung
lebih mudah berkontribusi terhadap pekerjaan
rumah tangga. Orangtua yang bekerja
memberikan contoh kepada anak akan cara
hidup dan berperilaku, dan ibu yang bekerja
dapat menghasilkan anak-anak yang juga siap
berjuang dan bekerja dalam hidup.
11. Memiliki status sosial ekonomi yang lebih
tinggi
Sayangnya, banyak anak yang tumbuh dalam
kemiskinan. Situasi ini dapat membatasi
potensi sang anak. Status sosial ekonomi
mempengaruhi pencapaian edukasi dan
performa dalam pekerjaan.

Kamis, 18 Agustus 2016

kata bijak kerja tim

10. Jika Anda ingin berjalan cepat,
berjalanlah sendirian. Tetapi jika Anda
ingin berjalan jauh, maka berjalanlah
bersama-sama.
9. Bersama-sama adalah sebuah awal,
menjaga kebersamaan adalah sebuah
perkembangan dan bekerja bersama
adalah sebuah kesuksesan.
Baca juga: Ini Work Life Balance ala
Bos Virgin Air
8. Mimpi yang Anda cita-citakan
sendirian adalah sekedar mimpi.
Sedangkan sebuah mimpi yang Anda
cita-citakan bersama adalah sebuah
realita.
7. Saya bisa melakukan hal-hal yang
tidak bisa Anda lakukan. Anda bisa
melakukan sesuatu yang tidak bisa
saya kerjakan. Bersama-sama, kita
dapat melakukan hal-hal yang hebat.
6. Anda bisa saja memiliki ribuan orang
hebat. Tetapi jika mereka tidak dapat
berkerja bersama-sama, hal itu tidak
berarti banyak.
Baca juga: 14 Nasihat Terbaik dari
Ayah Para Tokoh Sukses
5. Sesuatu yang besar adalah
gabungan dari hal-hal kecil yang
dikerjakan bersamaan.
4. Tidak ada satu orang pun di antara
kita yang lebih pintar dari kita semua.
3. Dibutuhkan dua pemantik untuk
membuat api.
2. Sebuah anak panah akan dapat
dengan mudah dipatahkan. Sepuluh
anak panah yang diikat menjadi satu,
sulit sekali untuk dipatahkan.
1. Apa yang mendefinisikan siapa kita,
tidak ada artinya dibandingkan apa
yang menyatukan kita.

cara membesarkan anak lelaki

Bagaimana jika kita mengajarkan kepada anak
laki-laki kita bahwa komitmen, kontrol
terhadap hasratnya, dan menghormati sumpah

Semuanya bermula dari dalam rahim. Ketika
melihat gambar kabur hasil USG, seorang ayah
berteriak, "Lihat, anakku laki-laki yang sehat!"
Orang-orang dewasa di sekitarnya lalu
mengelilingi cetakan gambar ini dan merasa
antusias dengan penis yang mereka lihat di
sana, menunjuknya, dan mengedarkannya. Si
ayah dan ibu kemudian berbicara dalam nada
yang akan konsisten terdengar sepanjang
hidup anak ini: Kamu memiliki penis. Kamu
harus bangga.
Sang anak pun lahir. Semua mata tertuju pada
tanda kejantanan yang akan mengubah
segalanya, dari potensi memperoleh warisan
hingga struktur keluarga. Ayah dan ibu
kemudian memvisualisasikan bagaimana sang
anak akan berbagi kesukaan akan olahraga
yang sama, bermain tangkap bola, dan berlatih
naik sepeda bersama orangtua.
Read the English version of this story
Di tempat lain, seorang anak perempuan lahir
dan atmosfer keraguan muncul. Muncul
kalimat, "Anakku seorang perempuan", yang
dilanjutkan dengan berbagai ucapan tentang
bagaimana anak itu harus dilindungi dari dunia
di sekelilingnya, dan lebih lagi, dari fakta
bahwa dia adalah seorang perempuan.
Tapi untuk anak laki-laki, "Anakku laki-laki,
aku tak akan kehilangan apa-apa"
Seorang anak laki-laki tumbuh dengan
memainkan senapan dan pedang, serta
menghancurkan mobil mainan. Ia diajarkan
bahwa boneka adalah untuk mereka yang
kurang jantan dan bermain rumah-rumahan itu
bodoh. Lebih parah lagi, mereka diberitahu
bahwa pekerjaan rumah dan mengurus anak
adalah pekerjaan perempuan.
Kita juga membuat aktivitas mengejar dan
mendekati perempuan menjadi tanda
kejantanan bagi seorang laki-laki. Berapa
perempuan yang telah kamu jadikan pacar?
Sudah berapa kali kamu mencium perempuan?
Berapa perempuan yang sudah kamu lihat
pakaian dalamnya? Dan berapa perempuan
yang sudah kamu sentuh?
Kita kerap tertawa ketika seorang anak laki-
laki bercerita tentang keberhasilannya
mendekati seorang perempuan. Kita tak
memikirkan tentang sang perempuan.
Permainan para penakluk
“Kamu sudah pacaran sampai mana? Sudah
home run ?”
Kita bertanya kepada laki-laki seolah proses
menaklukkan seorang perempuan adalah
sebuah permainan. Namun, kita memberi
stigma kepada perempuan yang tak lagi
perawan bahwa mereka adalah “gampangan”
dan seorang pria baik-baik seharusnya
meninggalkan mereka.
Anak laki-laki muda ditanya oleh ayah mereka,
“Apakah kamu sudah pernah bermasturbasi?”
Mereka diberitahu bahwa masturbasi bisa
membuat mereka bertambah tinggi, bahwa hal
tersebut adalah kenyataan hidup, dan bahwa
mereka memang memiliki hasrat tak terkontrol
yang membuat mereka tak ubahnya seperti
hewan ketika sedang berurusan dengan nafsu.
Tapi seorang anak perempuan, ia harus tetap
suci. Dia harus tetap tak tahu apa-apa
tentang tubuhnya. Dia tak boleh
mengeksplorasinya sampai dia tumbuh
dewasa dan menikah. Dia tak boleh mencari
sentuhan laki-laki sampai ia dibalut busana
pengantin dan ayahnya memberi izin.
Berperilaku sebaliknya, maka seorang
perempuan akan dicap sebagai perempuan
yang tak dibesarkan dengan baik. Mengikuti
kata hati akan mendatangkan penghakiman
baginya. Perilaku tak senonoh yang diterima
seorang perempuan adalah salahnya, karena
tak berpakaian cukup tertutup. Lagipula ereksi
dianggap sebagai kodrat seorang laki-laki!
Anak laki-laki akan tetap menjadi anak laki-
laki
Selanjutnya si anak itu akan beranjak dewasa,
sebuah episode yang akan banyak diwarnai
oleh alkohol dan testosteron, serta kunjungan
ke klub malam dan pijat plus-plus. Ketika
dipertanyakan, malam-malam itu dengan
mudah dijustifikasi sebagai “hanya bersenang-
senang".
"Kamu punya pacar?” mereka akan bertanya.
“Ambil keperawanannya," begitu anak laki-laki
diberitahu, dengan mengubah “keperawanan”
menjadi kata benda untuk menggarisbawahi
bagaimana keadaan tersebut bisa
dipindahkan. Sebagai konsekuensinya, sang
perempuan akan menjadi “terikat”. Seberapa
sering kita mendengar “hamili dia agar dia
terikat padamu”?
Bahkan anak laki-laki akan mendengar ibu
mereka sendiri membuat alasan tentang
suaminya yang sedang merayu perempuan
lain. “Laki-laki akan selalu menjadi anak laki-
laki ( boys will be boys), ” kata mereka.
Bukannya meminta sang suami
bertanggungjawab, mereka akan menyerang
sang perempuan yang dijadikan selingkuhan
oleh suaminya. Sedangkan sang suami hanya
“sedang menjadi laki-laki".
Lalu mengapa kita heran dengan paksaan
seksual atau kurang sensitifnya emosi seorang
laki-laki?Ketika mereka dinilai berdasarkan
petualangan seksualnya (dan bukan
kedalaman perasaan mereka terhadap
pasangannya), apa yang mereka pelajari
tentang seks dan cinta?
Ketika anak laki-laki kita diajarkan untuk tidur
dengan beberapa perempuan yang berbeda —
dan hanya menikah dengan satu perempuan
yang masih perawan — apakah mengejutkan
ketika mereka mencari kesenangannya di luar?
Ketika kejantanan dikaitkan secara erat
dengan seks dan aktivitas mengejar
perempuan, apakah akan mengherankan jika
dia kemudian menolak menghargai istrinya?
Bukankah situasinya akan berbeda ketika kita
mendefinisikan kejantanan sebagai rasa
hormat terhadap semua perempuan (dan
bukan hanya terhadap ibu, saudara perempuan
dan istri)?
Bagaimana jika kita mengajarkan kepada anak
laki-laki kita bahwa komitmen, kontrol
terhadap hasratnya, dan menghormati sumpah
orang lain adalah apa yang akan
menjadikannya laki-laki sejati?
Bagaimana jika menjadi seorang laki-laki
artinya adalah mampu mendukung
keluarganya, bahkan jika ini termasuk
mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus
anak. Betapa hebatnya jika menjadi ayah yang
baik dan sangat mencintai anaknya dinilai
lebih berharga daripada sekadar menjadi ayah
secara biologis.
Bagaimana jika anak laki-laki kita belajar
bahwa pengalaman seksual terbaik adalah
yang berakar secara mendalam pada cinta?
Bagaimana jika kita membesarkan laki-laki
yang justru merasa terhina ketika mereka tak
mampu mengendalikan hasratnya, bukannya
tersanjung.
Dunia ini berubah, jadi mungkin laki-laki masa
depan akan menjadi lebih progresif, lebih hati-
hati, dan menjunjung kesetaraan, serta lebih
menghargai pendapat dan kepuasan
perempuan. Mungkin beberapa faktor
pendorong eksternal juga akan berubah,
seperti seorang tokoh atau sebuah acara
televisi akan lebih banyak mengajarkan anak-
anak kita tentang seks yang dilandasi cinta,
bukan sekadar casual sex .
Tapi bagaimana jika mereka tak seberuntung
itu, dan mereka melanjutkan hidupnya dengan
apa yang mereka pelajari dari ayah, paman
dan ibunya serta ya, bahkan dari kita?
Apakah Anda akan terkejut bahwa inilah cara
anak laki-laki kita membesarkan anaknya
nanti?

10 jadi ortu menyenangkan

Dari aspek ilmiah, berikut 10 uraian berbasis
penelitian dalam bagaimana menjadi orang
tua yang baik.
1. Selalu bercanda
Menurut penelitian yang dipresentasikan
dalam Economic and Social Research
Councils, Festival of Social Science 2011,
bercanda dengan anak balita akan membantu
mengatur mereka dalam hal keberhasilan
sosial. Ketika orang tua bercanda dan
berpura-pura, ini akan memacu anak-anak
untuk berpikir kreatif, menambah hubungan
teman, dan mengatur tingkat stres.
2. Berpikirlah positif
Orang tua yang mengekpresikan emosi
negatif terhadap balita mereka atau
menanganinya dengan kasar, maka itulah
cerminan masa kanak-kanaknya dulu.
Ini berita buruk karena agresi perilaku yang
dilakukan pada anak usia 5 tahun akan terus
dicontohnya hingga dewasa nanti, bahkan
dengan pasangan hidupnya di masa depan.
3. Selalu wujudkan kasih sayang
Penelitian menunjukkan bahwa kasih sayang
adalah keterampilan hidup yang penting untuk
membantu seseorang tetap ulet menghadapi
tantangan. Orang tua dapat menggunakannya
ketika menghadapi kesulitan dalam
membesarkan anak. Dengan demikian,
mereka bisa menjadi teladan bagi anak-anak
mereka.
4. Biarkan mereka pergi
Ketika anak beranjak dewasa, biarkanlah
mereka pergi. Saat-saat menjadi mahasiswa
di luar kota, orang tua cenderung cemas
melepas dan kurang terbuka terhadap
pengalaman baru yang akan diperoleh si
anak. Bersikaplah santai, biarkan mereka
pergi. Mungkin sudah saatnya orang tua
mulai mundur meski tetap tak melepas
pengawasannya.
5. Pelihara keawetan rumah tangga
Jangan biarkan hubungan Anda dan pasangan
menjadi buruk saat kehadiran anak. Menurut
penelitian dalam jurnal Child Development
edisi Mei 2011, pernikahan yang bermasalah
saat usia bayi 9 bulan akan menyebabkan
anak sulit tidur pada usia 18 bulan. Mereka
akan merekam bahwa rumah tersebut adalah
rumah stres. Stres inilah yang menyebabkan
masalah susah tidur tersebut.
6. Pelihara kesehatan mental Anda
Jika Anda merasa stress atau tertekan
karena hal tertentu, maka segeralah meminta
bantuan psikolog untuk kepentingan keluarga.
Ibu yang tertekan dengan gaya pengasuhan
negatif dapat menyebabkan stres bagi anak-
anak. Penelitian yang dilakukan pada 2011
menemukan bahwa anak-anak yang
dibesarkan oleh ibu-ibu depresi, akan lebih
mudah tertekan pada tahun-tahun sebelum
mereka sekolah.
7. Jadilah ibu yang hangat kepada anak-anak
Hubungan pribadi yang hangat antara ibu dan
anak adalah hal yang paling penting untuk
membentuk kepribadian seorang anak. Hal ini
juga mencegah masalah perilaku negatif pada
anak-anak di masa depan.
8. Bersikap bijak saat anak melontarkan
argumentasi
Ketika beranjak besar, anak-anak makin
cerdas. Kecerdasan serta pemikirannya yang
masih labil, seringkali melahirkan argumentasi
yang mungkin terdengar menjengkelkan.
Namun argumentasi mereka ternyata terkait
dengan penolakan kuat dari tekanan teman
sebaya di luar rumah. Dengan kata lain, pola
komunikasi di rumah akan mendorong pola
komunikasinya antara teman-temannya.
Bersikaplah bijak. Remaja perlu berdiri
sendiri, tetapi mereka juga membutuhkan
dukungan dari orang tua mereka.
9. Jangan terlalu berambisi untuk sempurna
Tidak ada yang sempurna. Jadi, jangan
menyiksa diri dengan target yang terlalu
tinggi untuk menjadi orang tua yang sukses
mendidik anak. Berusahalah untuk
mengabaikan tekanan tersebut, dan jadilah
orang tua yang santai di depan sang anak.
Hal tersebut sangat berpengaruh dalam
pembentukan kepribadian anak.
10. Kenali anak dengan cermat
Semua orang berpikir mereka tahu cara
terbaik untuk membesarkan anak. Tetapi
ternyata cara pengasuhan tersebut tak bisa
sama antara satu anak dengan yang lainnya.
Beberapa anak yang kesulitan mengatur
emosi mereka, mungkin perlu bantuan ekstra
dari ayah atau ibu. Maka kata kuncinya
adalah mengasuh anak harus berdasarkan
petunjuk karakter dari anak itu sendiri.

Peduli kepada Orang Lain

Bantulah orang-orang yang
membutuhkan bantuan. Membantu
orang yang membutuhkan bantuan adalah
aspek utama dari kepedulian. Anda tidak
akan bisa menjadi orang yang penuh
kepedulian jika Anda hanya bisa membantu
diri Anda sendiri. Membantu orang lain
berarti membantu keduanya baik teman
maupun anggota keluarga yang
membutuhkan bantuan dalam hidup
mereka, dan juga membantu orang-orang
yang kurang beruntung dalam komunitas
Anda, atau bahkan orang-orang yang tidak
Anda kenal yang kehidupannya baik-baik
saja tetapi mereka juga membutuhkan
bantuan. Perhatikanlah orang-orang yang
membutuhkan bantuan dan carilah cara
yang bermanfaat agar Anda bisa terlibat
jika Anda ingin lebih peduli.
Teman-teman dan anggota keluarga
Anda mungkin tidak selalu mau
mengakui bahwa mereka
membutuhkan bantuan Anda. Namun
Anda akan bisa membedakan apakah
mereka hanya berusaha untuk
bersikap sopan dan benar-benar
membutuhkan banyak bantuan, atau
mungkin mereka ingin Anda ikut
melakukan tugas-tugas di rumah atau
mengantarkan sesuatu.
Libatkan diri Anda di dapur umum,
kegiatan penanganan buta aksara,
perpustakaan setempat, program
bantuan untuk remaja, atau program
lain di daerah tempat Anda tinggal
yang membuat Anda bisa membantu
agar kehidupan orang lain menjadi
lebih berarti.
Tanyakan kepada orang lain tentang
kehidupan mereka. Cara lain untuk
peduli adalah dengan lebih banyak
mempelajari tentang bagaimana orang lain
menjalani kehidupan mereka. Jika Anda
berbicara dengan seseorang, mungkin
dengan tetangga atau teman baik Anda,
tanyakan kepada mereka apa yang sedang
mereka rasakan, bagaimana mereka
mengisi akhir pekan mereka, atau
bagaimana keadaan mereka hari ini.
Dengan menanyakan hal-hal kecil Anda
bisa menunjukkan bahwa Anda benar-
benar peduli. Jangan bertanya hanya
sekedar sebagai kewajiban, tetapi karena
Anda benar-benar ingin mengetahui
bagaimana keadaan mereka.
Berusahalah untuk menyeimbangkan
antara membicarakan tentang diri
sendiri dan tentang orang lain dalam
setiap percakapan. Anda tidak perlu
menanyakan jutaan pertanyaan dan
tidak mengungkapkan apa-apa
tentang diri Anda, tetapi Anda juga
tidak perlu membicarakan diri sendiri
sampai tidak mengenal orang lain
sama sekali.
Ingatlah bahwa ini tidak berarti
bahwa Anda harus menyelidiki.
Dengan bertanya hal-hal yang umum
seperti bagaimana keadaan anjing
orang ini atau apakah ia mempunyai
rencana kegiatan untuk musim panas,
akan membuat orang ini merasakan
kepedulian Anda tanpa memaksakan
diri.
Mintalah maaf jika memang harus.
Perhatikanlah bagaimana orang lain
peduli dengan pengaruh yang terjadi
sebagai akibat dari tindakan mereka
terhadap orang lain. Oleh sebab itu,
mereka akan langsung meminta maaf jika
mereka sudah melakukan kesalahan.
Mereka tidak menyangkal kesalahan
mereka, dan mereka merasa nyaman
dengan mengakui bahwa mereka memang
tidak sempurna. Jika Anda sadar bahwa
Anda sudah menyakiti seseorang, Anda
harus mengalahkan harga diri Anda dan
katakanlah kepadanya, "Saya sungguh-
sungguh minta maaf karena sudah melukai
perasaan Anda. Saya sangat menyesal
dengan apa yang sudah saya lakukan,"
untuk menunjukkan bahwa Anda menyadari
bagaimana perbuatan Anda mempengaruhi
orang lain. Tindakan ini akan menunjukkan
bahwa Anda benar-benar peduli, sebab
Anda memikirkan perasaan orang lain. [3]
Pada saat Anda meminta maaf,
lakukan kontak mata dan hindari
gangguan yang lain. Tunjukkan
kepadanya bahwa dia berharga bagi
Anda.
Jangan mengatakan, "Saya minta
maaf karena kamu terluka waktu
saya memberikan tanggapan itu,"
sebab ini adalah permintaan maaf
yang kosong dan hanya akan lebih
melukai.
Lakukan kebaikan untuk orang lain.
Peduli pada orang lain berarti akan
menghabiskan waktu untuk melakukan
kebaikan bagi orang lain dan menolong
mereka pada saat mereka
membutuhkannya. Tidak berarti bahwa
Anda harus menjadi pesuruh dari
seseorang, tetapi ini berarti bahwa Anda
harus berusaha menolong orang lain,
apakah Anda mengambilkan kopi untuk
kekasih Anda, mengantarkan adik laki-laki
Anda ke sekolah, atau membantu teman
baik Anda merangkai bunga untuk
pernikahannya. Sekalipun harus ada
keseimbangan dimana orang lain juga
harus berbuat kebaikan bagi Anda jika dia
mampu, Anda harus membuat kebiasaan
untuk melakukan kebaikan untuk orang-
orang yang ingin Anda perhatikan.
Meskipun Anda tidak harus berbagi
sampai Anda sendiri tidak punya apa-
apa, kadang-kadang kebahagiaan
terbesar datang karena melakukan
kebaikan untuk seseorang yang
belum Anda kenal. Jika Anda bisa
membantu membersihkan halaman di
rumah tetangga Anda sambil
membersihkan halaman rumah Anda
sendiri setelah banjir, usaha Anda
untuk memberikan bantuan ini pasti
akan sangat dihargai.
Berusahalah untuk lebih peka. Orang-
orang tidak akan selalu meminta jika
mereka butuh bantuan. Kadang-
kadang Anda sendiri yang harus
menawarkannya jika mereka benar-
benar butuh bantuan Anda tetapi
mereka sendiri tidak mau
mengatakannya.
Berbagi. Berbagi berarti benar-benar
peduli. Jika Anda ingin menjadi
seseorang yang lebih peduli, Anda harus
bersedia membagikan apa yang Anda
miliki. Ini bisa berarti membagikan apa
yang sangat penting bagi Anda, misalnya
pakaian yang Anda sukai, atau setengah
dari roti lapis kesukaan Anda, jangan
bagikan sesuatu yang tidak berarti bagi
Anda, seperti buku yang tidak begitu Anda
sukai. Berusahalah untuk lebih peka pada
kesempatan untuk berbagi apa yang Anda
miliki, apakah dalam bentuk materi atau
sebuah nasihat. Orang-orang yang peduli
adalah orang-orang yang tidak egois, dan
berbagi adalah sifat utama dari orang-
orang tidak mementingkan diri sendiri. [4]
Berbagi tidak terbatas hanya pada
benda-benda yang bersifat materi.
Anda juga bisa membagikan
pengetahuan. Jelaskan kepada
pelajar sekolah menengah atas
tentang pendaftaran masuk kuliah
jika Anda sudah kuliah. Jelaskan
tentang pengalaman Anda kepada
seseorang yang baru menjalani karir
di bidang pekerjaan Anda. Bantulah
pemain yang lebih muda dalam tim
tenis Anda agar dia bisa menguasai
pukulan forhen. Carilah kesempatan
untuk meningkatkan kehidupan
seseorang dengan membagikan apa
yang Anda ketahui.
Lakukan kontak dengan orang-orang.
Cara lain untuk bersikap peduli adalah
dengan membuat orang-orang tahu bahwa
Anda sedang memikirkan mereka pada
saat Anda tidak sedang bersamanya.
Untuk melakukan hal ini, Anda harus
melakukan kontak dengan teman-teman
Anda atau anggota keluarga Anda,
mungkin dengan mengirimkan pesan
singkat setelah teman baik Anda selesai
ujian, atau menelpon sepupu Anda pada
hari ulang tahunnya. Berkirim kartu juga
bisa menjadi cara untuk menyampaikan
pesan Anda. Meskipun orang-orang
biasanya sangat sibuk dan tidaklah
realistis jika harus berbicara dengan
beberapa orang teman setiap hari, buatlah
perubahan besar dengan membiasakan diri
melakukan kontak dengan seorang teman
dalam seminggu. [5]
Menunjukkan kepedulian kepada
seseorang yang sedang berdiri tepat
di depan Anda adalah hal yang baik,
tetapi akan lebih baik lagi jika Anda
melakukan kontak dengan seseorang
yang tidak sedang bersama Anda.
Jika Anda mengetahui ada teman
yang sedang mengalami kesulitan,
Anda harus menghubungi teman
Anda, bahkan jika Anda sekedar
menanyakan keadaannya. Anda tidak
perlu bertanya, "Bagaimana
perasaanmu?" sebab ini akan
membuatnya terganggu, tetapi
mengirimkan email tentang artikel
yang menarik atau mengirimkan
pesan yang lucu kepada teman Anda
mungkin akan bisa menghiburnya.
Ingatlah secara detil tentang
kehidupan orang lain. Cara lain untuk
menunjukkan bahwa Anda benar-benar
peduli adalah dengan memperhatikan
secara detil apa yang orang lain ceritakan
kepada Anda. Bisa saja nama kucing dari
rekan kerja Anda, waktu pada saat ibu
Anda menunggu kabar untuk mendapatkan
promosi, atau cerita bahwa teman baru
Anda dibesarkan di Topeka, Kansas.
Ingatlah hal-hal detil ini dan ungkapkan
lagi di kemudian hari untuk menunjukkan
kepedulian Anda. Jika Anda melupakan
hal-hal kecil yang diceritakan kepada Anda,
akan terlihat bahwa Anda tidak begitu
peduli. Biasakanlah mengingat semampu
Anda tentang kehidupan seseorang, agar
Anda bisa membahasnya jika diperlukan.
[6]
Tentu saja Anda tidak perlu
mengingat semua hal kecil. Tetapi
jika Anda fokus pada detil yang
penting, Anda akan lebih mampu
mengenali orang ini dan apa saja hal
yang penting baginya.
Jadilah tenaga sukarela. Menjadi
tenaga sukarela adalah cara yang
baik untuk menjadi seseorang yang lebih
peduli. Anda bisa menjadi tenaga sukarela
di dalam komunitas Anda untuk menolong
orang-orang yang kekurangan, dan Anda
juga bisa mencari cara lain untuk
menolong mereka. Jadilah tenaga sukarela
di toko buku atau perpustakaan setempat.
Bantulah secara sukarela untuk
membersihkan taman di komunitas Anda.
Bantulah untuk menjual sesuatu pada
acara penjualan kue di sekolah Anda.
Berusahalah menemukan lebih banyak
peluang untuk meningkatkan komunitas
Anda dan membuat perubahan pada
tempat tinggal Anda. [7]
Anda juga bisa menjadi tenaga
sukarela di kota lain, atau bahkan di
negara lain. Isilah liburan musim semi
Anda dengan membangun rumah
untuk Habitat for Humanity di daerah
lain di negara Anda, atau bahkan
bekerja untuk membantu di negara
lain. Anda akan menjadi orang yang
lebih peduli dengan menghabiskan
lebih banyak waktu yang terfokus
untuk memperbaiki kehidupan orang
lain.

Mengembangkan Sifat-Sifat Peduli

Bersikap sopan. Mungkin tidak
terpikirkan oleh Anda bahwa bersikap
sopan sangat erat hubungannya dengan
kepedulian, tetapi pada kenyataannya,
bersikap sopan akan membuat Anda
menjadi seseorang yang lebih peduli dan
Anda akan memperlakukan orang-orang di
sekitar dengan rasa hormat. Bersikap
sopan berarti berkelakuan baik, tidak
berselera rendah atau kasar di depan
orang lain, membantu menahan pintu untuk
orang lain dan bertanya tentang keadaan
mereka. Ini juga berarti tersenyum kepada
orang lain, saling bertegur sapa, dan tidak
mencampuri urusan orang lain. Apakah
Anda sedang berada di kantor, berjalan
kaki di jalanan, atau berbicara dengan
saudara perempuan Anda, berusahalah
untuk selalu bersikap sopan.
Anda tidak harus bersikap resmi
secara berlebihan agar bisa tetap
sopan. Anda hanya harus bisa
mempertimbangkan orang lain dan
membuat mereka merasa nyaman
dengan kehadiran Anda.
Berbagi kasih sayang. Orang-orang
yang peduli selalu memberikan kasih
sayang kepada orang-orang yang mereka
cintai atau perhatikan. Apakah Anda
sedang memeluk putra Anda atau
menggenggam tangan kekasih Anda,
berusahalah untuk memberikan kasih
sayang kepada orang lain sebagai cara
untuk menunjukkan bahwa Anda peduli
kepada mereka. Pelukan bisa sangat
berarti dan memberikan rasa nyaman
kepada orang-orang yang
membutuhkannya. Anda tidak boleh
menunjukkan kasih sayang secara fisik
kepada orang-orang yang belum Anda
kenal dengan baik, tetapi Anda harus
memeluk, memberikan sentuhan kecil,
ciuman, tepukan lembut, atau tanda-tanda
lain sebagai ungkapan kasih sayang secara
fisik kepada orang-orang yang dekat
dengan Anda.
Kadang-kadang tindakan bisa lebih
bermanfaat daripada kata-kata.
Meskipun Anda bisa membuat
perbedaan besar dengan mengatakan
bahwa Anda peduli kepada
seseorang, kadang-kadang
pengaruhnya akan jauh lebih besar
jika Anda memeluk atau
merangkulnya.
Dengarkan orang lain. Orang-orang
yang penuh kepedulian akan
mempunyai waktu untuk mendengarkan
orang lain. Mereka tidak terus menerus
membicarakan diri mereka sendiri sebab
mereka benar-benar tertarik dengan apa
yang orang lain katakan. Pada saat
seseorang sedang berbicara kepada Anda,
lakukan kontak mata, abaikan dulu
panggilan telepon atau hal-hal lain yang
bisa mengganggu, dan jangan menyela
pembicaraan orang ini. Jika Anda ingin
memberikan nasihat atau tanggapan,
tunggulah sampai orang ini selesai bicara.
Selama Anda mendengarkan, perhatikan
lebih dari sekedar kata-kata yang
diucapkan; perhatikan juga wajah dan
bahasa tubuh orang ini agar Anda bisa
mengerti bagaimana sebenarnya pikiran
dan perasaannya.
Jika orang ini sudah selesai bicara,
jangan membandingkan
pengalamannya dengan pengalaman
Anda atau mengatakan, "Saya benar-
benar mengetahui apa yang Anda
rasakan." Jangan membuat hal ini
menjadi pembahasan tentang diri
Anda. Lihatlah situasinya dari
kepentingan orang ini.
Berikanlah perhatian secara khusus.
Jika seseorang mengatakan kepada
Anda suatu hal yang penting, jangan
melupakannya setelah percakapan
selesai; tanyakan lagi tentang hal ini
di kemudian hari.
Anda tidak perlu mengatakan, "Oh,
hm," atau mengangguk secara
berlebihan pada saat orang ini
sedang berbicara karena ingin
menunjukkan bahwa Anda sungguh-
sungguh mendengarkan. Akan lebih
baik jika Anda mempertahankan
kontak mata.
Bersikap lebih murah hati. Bermurah
hati, misalnya dengan memberikan
waktu Anda atau uang Anda, bisa
membantu Anda untuk menjadi orang yang
lebih peduli. Jika Anda ingin menjadi orang
yang peduli, Anda harus berbagi kepada
orang lain dan tidak boleh egois dengan
apa yang Anda miliki. Kita semua
mempunyai jadwal yang sibuk, tetapi Anda
harus berusaha untuk menyumbangkan
apa yang Anda miliki, menolong orang-
orang yang membutuhkan, atau sekedar
memberikan pujian kepada seseorang yang
dekat dengan Anda. Berusahalah untuk
memberi dalam pengertian apapun tanpa
melupakan diri Anda sendiri, dan Anda
akan membuat diri Anda menjadi
seseorang yang lebih memiliki kepedulian.
Bermurah hati dengan memberikan
waktu Anda adalah hal yang sangat
penting. Meskipun Anda tidak mau
mengorbankan seluruh "waktu
pribadi" Anda untuk kepentingan
orang lain, bentuklah sebuah
kebiasaan dengan membagi waktu
Anda untuk mendengarkan seorang
teman atau orang yang Anda cintai
yang sedang membutuhkan Anda.
Perlakukan orang lain seperti Anda
ingin diperlakukan. Kata-kata ini
mungkin sudah sangat dipahami, tetapi
Anda akan terkejut karena sangat sedikit
orang yang benar-benar hidup sesuai
hukum ini. Jika Anda ingin lebih peduli,
Anda harus ramah dan bijaksana terhadap
orang lain, dan memikirkan bagaimana
perasaan Anda jika Anda berada di posisi
mereka. Anda mungkin tidak begitu peduli
pada saat memberikan komentar yang
kasar kepada pelayan Anda karena Anda
sedang kesal, tetapi pikirkanlah bagaimana
pengaruh dari komentar Anda terhadap
perasaannya. Anda mungkin tidak peduli
sudah bersikap kasar kepada adik laki-laki
Anda, tetapi Anda harus memikirkan bahwa
kata-kata Anda akan sangat
mempengaruhinya. Dengan membiasakan
diri Anda untuk memandang orang lain
dengan menempatkan diri Anda di
posisinya, Anda akan mengalami
perubahan besar pada cara Anda
menjalani kehidupan ini. [2]
Anda mungkin tidak akan mengurangi
keberuntungan Anda, tetapi orang lain
mungkin akan mengalaminya.
Cobalah membayangkan kira-kira apa
yang akan terjadi sebelum Anda
bersikap kasar atau tidak peduli pada
seseorang yang kurang beruntung
dibandingkan Anda.
Berusahalah untuk berbaik hati
kepada orang lain. Berbaik hati
adalah aspek penting yang lain dalam
bersikap peduli. Jika Anda ingin berbaik
hati, Anda harus menghormati orang-orang
di sekitar Anda, dan jangan membuat
orang lain terganggu karena Anda.
Misalnya, jangan berbicara terlalu keras
pada saat menelpon di dalam bis yang
penuh sesak, jangan hanya memikirkan
kenyamanan pribadi Anda sendiri, dan
jangan bertanya kepada saudara
perempuan Anda bagaimana perasaannya
jika Anda mengundang mantan kekasihnya
sementara dia juga akan ada di sana.
Perhatikanlah orang lain dan pastikan
mereka merasa nyaman dan dihormati
dalam kehidupan Anda.
Berbaik hati juga berarti bertanya
kepada orang lain untuk memastikan
bahwa mereka baik-baik saja. Jangan
begitu saja mengubah suhu pengatur
udara di dalam ruangan kantor Anda
sebelum menanyakan kepada setiap
orang yang sama-sama kedinginan
seperti Anda.
Anda harus menyadari bahwa kata-
kata Anda, juga pada saat Anda
mengatakannya, merupakan aspek
yang penting dalam berbaik hati. Jika
Anda ingin memberikan umpan balik
yang negatif untuk seorang teman
atau rekan kerja, pastikan bahwa
ucapan Anda tidak menyerang dan
sampaikanlah pada waktu yang tepat.

Mengembangkan Cara Pandang yang Lebih Berempati


Cara Mengembangkan
Kepedulian
Dengan membangun kepedulian Anda bisa
memiliki kemampuan untuk berempati kepada
orang lain dan menjalani hidup berdasarkan
rasa kasih sayang, cinta kasih, dan belas kasih
kepada orang-orang di sekitar Anda. Selalu
ada saja godaan untuk menjalani hidup yang
hanya peduli pada kepentingan diri sendiri dan
terfokus hanya pada apa yang menjadi tujuan
dan keinginan Anda sendiri, tetapi hari-hari
Anda akan menjadi jauh lebih berharga jika
Anda memikirkan tentang apa yang orang-
orang dalam kehidupan Anda pikirkan dan
rasakan. Membangun kepedulian berarti
bersedia mendengarkan, mengerti jika
seseorang membutuhkan bantuan, dan
memberikan dukungan bagi komunitas tanpa
mengharapkan penghargaan. Jika Anda ingin
mengetahui cara untuk membangun
kepedulian yang lebih besar, bacalah Langkah
1 untuk memulainya.
Metode 1 dari 3:
Mengembangkan Cara Pandang yang Lebih
Berempati
Bangunlah kepekaan terhadap
perasaan orang lain. Jika Anda ingin
menjadi seseorang yang mempunyai cara
pandang yang lebih terarah pada
kepedulian, Anda harus lebih banyak
menyempatkan diri untuk memikirkan
tentang perasaan orang lain. Berusahalah
untuk memahami bagaimana cara orang-
orang di sekitar Anda menanggapi suatu
situasi tertentu, atau sekedar mengenali
seperti apa perasaan mereka pada saat
mereka menghadapinya. Orang-orang yang
memiliki rasa peduli biasanya akan bisa
merasakan suasana hati orang lain dan
bisa mengatakan apakah seseorang
sedang merasa sedih atau kecewa, dan
memikirkan cara melakukan sesuatu untuk
mengatasinya. Jika suatu saat Anda
bertemu dengan orang lain, apakah Anda
sedang di dalam kelas atau berkumpul
dengan teman-teman, perhatikanlah
bagaimana perasaan mereka pada saat
menghadapi suatu situasi tertentu.
Orang-orang yang mementingkan diri
sendiri atau hanya peduli pada diri
mereka sendiri cenderung tidak akan
peduli jika ada orang lain di sekitar
mereka yang sedang merasa kecewa,
bahkan jika mereka yang menjadi
penyebabnya. Pastikan ini bukan
karena Anda.
Bahkan jika bukan Anda yang
menyebabkan perasaan terluka,
perhatikan bagaimana cara orang lain
menanggapi sebuah komentar
tertentu atau sebuah berita. Jika
Anda sedang mengikuti sebuah
pertemuan dan merasakan bahwa
banyak orang kelihatannya kecewa
pada saat pimpinan Anda
menjelaskan tentang tujuan dari
sebuah proyek baru, Anda perlu
mengatakan hal kepada pimpinan
Anda.
Pertimbangkan apa dampak dari
tindakan Anda terhadap orang lain.
Mungkin Anda sendiri sudah sangat sibuk
memikirkan segala kebutuhan Anda untuk
mempertimbangkan dampak dari apa yang
Anda lakukan atau katakan kepada orang
lain. Jadi jika suatu saat Anda ingin
melakukan sesuatu, mungkin meminta
teman Anda yang membersihkan dapur
karena Anda sedang sibuk, atau tidak
menjawab telpon dari teman Anda yang
baru saja patah hati, bertanyalah kepada
diri Anda sendiri bagaimana tanggapan
orang ini terhadap apa yang sudah Anda
lakukan. Jika jawabannya "tidak baik,"
maka Anda harus mempertimbangkan
untuk mengubah tindakan Anda agar lebih
bisa diterima oleh orang lain.
Hal ini tentu saja tidak berarti bahwa
orang-orang ini harus selalu
menerima atau setuju dengan apapun
yang Anda lakukan. Kadang-kadang
Anda harus melakukan apa yang
Anda yakini tanpa mencoba untuk
menyenangkan orang lain. Tetapi jika
perilaku Anda hanya mementingkan
diri sendiri, kasar, atau tidak
menyenangkan, maka Anda harus
mempertimbangkan untuk melakukan
perubahan.
Tentukan sikap. Sikap peduli pada
orang lain cenderung berfokus pada
usaha untuk membangun hubungan yang
sehat dan positif. Kadang-kadang ini
berarti akan ada perdebatan atau
pertentangan dengan orang lain dengan
tujuan untuk menyelesaikan suatu
masalah. Bagaimanapun juga, jika Anda
ingin bersikap peduli, Anda perlu
mempertimbangkan untuk menjaga jarak
dengan seseorang, dan berusaha menjaga
hubungan yang sehat dan positif daripada
terus menerus bertengkar sepanjang
waktu. Jika lain kali Anda mulai berdebat
atau bertengkar dengan seseorang,
tanyakanlah kepada diri sendiri apakah
cara ini memang benar-benar akan
bermanfaat atau Anda hanya sekedar ingin
meluapkan kemarahan dari dalam diri
Anda. Jika menurut Anda perdebatan atau
konfrontasi ini tidak akan menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat, lebih baik
lupakan saja. [1]
Peduli pada orang lain berarti
sungguh-sungguh mau mendengarkan
apa yang membuat mereka khawatir
pada saat mereka menghadapi
masalah dalam sebuah hubungan
atau situasi tertentu. Tetapi mereka
tetap berusaha menjaga agar
semuanya tetap baik dan tidak mau
bertengkar jika mereka bisa
menghindarinya.
Hargailah orang lain dalam kehidupan
Anda. Jika Anda ingin menjadi
seseorang yang lebih peduli, Anda harus
menghargai orang-orang yang ada dalam
kehidupan Anda sebaik mungkin.
Berusahalah untuk selalu berterima kasih
dan mensyukuri kebaikan dari setiap
anggota keluarga Anda, teman-teman
Anda, orang yang Anda cintai, atau setiap
orang yang sudah membuat hidup Anda
menjadi lebih berarti dan lebih baik.
Jangan hanya terfokus pada hal-hal yang
membuat Anda kecewa atau kata-kata
kasar yang kadang-kadang harus Anda
hadapi, tetapi sebaliknya, berusahalah
untuk memikirkan semua kegembiraan dan
kebahagiaan yang orang-orang lain bawa
ke dalam hidup Anda. Cara ini tidak hanya
membawa Anda pada pola pikir yang lebih
baik, tetapi membuat Anda lebih mudah
untuk memperbesar kepedulian Anda pada
orang-orang di sekitar Anda.
Agar Anda bisa sungguh-sungguh
menghargai orang-orang dalam
kehidupan Anda, Anda harus sangat
berterima kasih kepada mereka.
Ucapkanlah terima kasih kepada
mereka karena sudah membantu
Anda pada saat Anda mengalami
kesulitan, karena mereka sudah
berbuat baik kepada Anda, atau
hanya karena mereka sudah
membuat Anda kagum. Buatlah
mereka mengerti bahwa kehadiran
mereka sangat berarti dalam
kehidupan Anda.
Jangan meremehkan kekuatan dari
sebuah kartu ucapan "terima kasih."
Kartu ini tidak biasa digunakan
seperti kartu yang lain, sehingga
orang yang menerimanya akan
merasa diperlakukan dengan sangat
istimewa.
Jauhkan rasa egois. Meskipun sulit
untuk bisa menjadi orang yang sama
sekali tidak mementingkan diri sendiri,
setiap orang bisa berusaha untuk menjadi
orang yang tidak terlalu egois dalam
melakukan interaksi dan menjalani
kehidupannya sehari-hari. Jika Anda ingin
mengurangi rasa egois, Anda harus lebih
banyak memikirkan perasaan orang lain
dan tidak hanya berpikir tentang saya,
saya, saya. Suatu saat jika Anda
berinteraksi dengan seseorang,
berusahalah untuk memperhatikan
bagaimana perasaannya dan bagaimana
keadaannya daripada membicarakan
tentang diri Anda atau memikirkan
kebutuhan Anda sendiri. Semakin Anda
sadar untuk tidak lagi bersikap egois,
semakin mudah Anda peduli kepada orang
lain dengan sepenuh hati.
Ketahuilah bahwa ada perbedaan
antara bersikap egois dan sangat
peduli pada diri sendiri dengan tidak
mengabaikan kebutuhan Anda demi
memenuhi keinginan orang lain.
Berikan perhatian. Orang-orang yang
memiliki rasa kepedulian menjalani
kehidupan mereka sehari-hari dengan cara
pandang untuk selalu memberikan
perhatian. Mereka berusaha memberikan
perhatian pada apa yang dilakukan oleh
orang-orang yang mereka ajak bicara,
selain itu mereka juga memiliki kepekaan
terhadap kebutuhan dan perasaan orang-
orang tersebut. Perhatikanlah ekspresi
wajah orang lain, bahasa tubuh, cara
berpakaian, dan bahkan tanggapan melalui
gerakan tangan mereka, bisa memberikan
gambaran lengkap dari apa yang orang ini
pikirkan dan rasakan, dan bisa membantu
Anda untuk menjadi orang yang lebih
penuh perhatian.
Teman Anda mungkin menceritakan
kepada Anda bahwa dia sudah benar-
benar bisa mengatasi kesedihannya
karena putus cinta, tetapi jika Anda
melihatnya lebih dekat, bagian bawah
matanya masih bengkak atau
hidungnya mampet, yang berarti
sebaliknya.
Teman sekamar Anda sedang
menghadapi ujian yang sangat
penting dan Anda melihat bahwa dia
tidak sempat makan kenyang selama
dua hari ini; Anda bisa memasak
makan malam lebih banyak untuk
memberikan pengalaman yang sangat
berbeda dalam hidupnya, dan
menunjukkan bahwa Anda peduli.

Selasa, 23 Februari 2016

cocoklogi

cocoklogi yang dijadikan pembenaran atas sebuah kejadian yang belum selesai terungkap sebab akibat kebenarannya dikarenakan ketidaktahuan dan ngeyelisme.

dalam cerita si A dan si B berikut ini saklar mcb tidak rusak pun akan dinyatakan rusak.

Sabtu, 02 Januari 2016

masang meteran prabayar

9 dari sekian banyak urusan bertetangga

Berurusan dengan tetangga memang rumit,
berikut ini ada 9 perselisihan kecil yang
mungkin sering kamu alami dengan tetangga
kamu..
1. Pacaran Jadi Omongan Tetangga
Kalau SahabatKumi punya tetangga yang suka
membicarakan hal yang "mungkin bisa
menjelek-jelekan" kamu dan pacar, maka kamu
bisa menuntut secara pidana atas dasar
pencemaran nama baik loh. Selain itu kamu
juga bisa untuk mendapatkan ganti rugi atas
pencemaran nama baik itu dengan cara
menggugat secara perdata.
Pencemaran nama baik yang dilakukan oleh
tetangga kamu tersebut dapat dipidana
berdasarkan Pasal 310 ayat (1) KUHP yang
berbunyi:
“Barang siapa sengaja menyerang kehormatan
atau nama baik seseorang dengan menuduhkan
sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal
itu diketahui umum, diancam karena
pencemaran dengan pidana penjara paling lama
sembilan bulan atau pidana denda paling
banyak empat ribu lima ratus rupiah.”
Menurut R. Soesilo dalam buku Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-
Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal,
supaya dapat dihukum menurut Pasal 310 ayat
(1) KUHP, maka penghinaan itu harus dilakukan
dengan cara menuduh seseorang telah
melakukan perbuatan tertentu, dengan maksud
tuduhan itu akan tersiar (diketahui orang
banyak).
Perbuatan yang dituduhkan itu tidak perlu suatu
perbuatan yang boleh dihukum seperti mencuri,
menggelapkan, berzinah dsb.-nya, cukup
dengan perbuatan biasa, sudah tentu suatu
perbuatan yang memalukan, misalnya menuduh
bahwa seseorang pada suatu waktu tertentu
telah masuk melacur di rumah persundalan; ini
bukan perbuatan yang boleh dihukum, akan
tetapi cukup memalukan bagi yang
berkepentingan bila diumumkan.
Delik penghinaan ini merupakan delik aduan.
Tuntutan hanya bisa dilakukan apabila ada
aduan yang disampaikan kepada polisi. Oleh
karena itu, Anda sebagai orang yang merasa
dipermalukan harus melakukan pengaduan
kepada polisi agar perkara tersebut dapat
diproses.
Selain itu, terhadap perbuatan penghinaan
tersebut, Anda juga dapat meminta ganti rugi
materiil melalui gugatan perdata. Dari sisi
hukum perdata, dengan bukti adanya putusan
yang berkuatan hukum tetap (inkracht van
gewijsde) mengenai pidana dimaksud, dapat
diajukan gugatan perbuatan melawan hukum
yang didasarkan pada ketentuan Pasal 1372
KUHPer, yang dikutip sebagai berikut:
“Tuntutan perdata tentang hal penghinaan
adalah bertujuan mendapat penggantian
kerugian serta pemulihan kehormatan dan
nama baik.” Tidak sedikit kasus fitnah atau
penghinaan yang dilakukan oleh tetangga
bergulir ke meja hijau. Salah satunya adalah
kasus yang diputus Pengadilan Tinggi Medan
yang yang menguatkan putusan Pengadilan
Negeri Tanjung Balai (Putusan Pengadilan
Tinggi Medan Nomor: 262 /PID/2012/PT-MDN).
Dalam kasus tersebut, Terdakwa (Sutono alias
Tono) memfitnah tetangganya melakukan zina
dan hal tersebut ia bicarakan dengan tetangga-
tetangganya yang lain. Hal tersebut diawali
pada saat Terdakwa sedang berjalan ke rumah
tetangganya dengan Sudarman (Ucok). Dalam
perjalanan, Terdakwa mengatakan kepada
Sudarman (Ucok) bahwa ada tetangganya yaitu
Ariana dan Safaruddin melakukan zina.
Terdakwa juga menceritakan kepada mertua
Safaruddin bahwa Terdakwa bersama Ruslan
mengintip Ariana dan Safaruddin berzinah.
Korban (Ariana) yang merasa dicemarkan nama
baiknya membuat pengaduan ke Polsek Air
Joman. Atas perbuatannya, Sutono (Tono)
dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah melakukan tindak pidana Penghinaan
yang diatur Pasal 310 ayat (1) KUHP.
2. Merekam Perselingkuhan Tetangga
Merekam pembicaraan langsung tanpa sengaja
pada prinsipnya tidak melanggar ketentuan
pidana dalam UU ITE . UU ITE tidak mengatur
khusus ketentuan tentang perekaman.
Perekaman atau “merekam” dalam UU ITE
sebagaimana penjelasan pasal 31 ayat (1) UU
ITE merupakan perekaman dalam konteks
intersepsi atau penyadapan yang dilakukan
secara “sengaja” dan “tanpa hak” atau
“melawan hukum” atassuatuinformasi/dokumen
elektronik.
Jadi, kalau tetangga merekam pembicaraan
perselingkuhan agan/aganwati, menurut
pendapat melek hukum bukan termasuk
informasi/dokumen elektronik sebagaimana
dimaksud pasal 31 ayat (1) maupun ayat (2) UU
ITE, sehingga tidak dapat dikategorikan
“kegiatan intersepsi” sesuai UU ITE.
Larangan perekaman dalam konteks intersepsi/
penyadapan sesuai pasal 31 ayat (1) dan (2)
berbunyi:
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
atau melawan hukum melakukan intersepsi atau
penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/
atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
atau melawan hukum melakukan intersepsi atas
transmisi Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik
dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau
Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik
yang tidak menyebabkan perubahan apa pun
maupun yang menyebabkan adanya perubahan,
penghilangan, dan/atau penghentian Informasi
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
sedang ditransmisikan.
Ancaman dari pasal 31 ayat (1) dan (2) UU ITE
adalah pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp800
juta.
Sedangkan bunyi penjelasan pasal 31 ayat (1)
UU ITE adalah sebagai berikut:
Yang dimaksud dengan “intersepsi atau
penyadapan” adalah kegiatan untuk
mendengarkan, merekam, membelokkan,
mengubah, menghambat, dan/atau mencatat
transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang tidak bersifat publik, baik
menggunakan jaringan kabel komunikasi maupun
jaringan nirkabel, seperti pancaran
elektromagnetis atau radio frekuensi.
Dengan sudut pandang berbeda, sekiranya
terjadi perekaman tanpa izin, ranah hukum yang
berlaku bisa saja dalam bentuk perdata. Artinya
jika seseorang yang direkam pembicaraannya
dan mengetahui dirinya direkam dan ia merasa
dirugikan secara materiil maupun immateriil
atas perbuatan perekaman tersebut, ia dapat
menggugat orang yang merekam tanpa hak
tersebut ke pengadilan setempat. Konsekuensi
hukumnya tergantung gugatan yang dilakukan
oleh orang yang merasa dirugikan atas
perekaman tersebut.
3. Memasang Musik Keras-Keras
Pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk
mendengarkan musik sepanjang tidak
melanggar hukum. Tapi, hak ini tentu jangan
sampai merugikan hak orang lain untuk
mendapat ketenangan karena di Indonesia juga
berlaku norma-norma yang hidup di masyarakat
seperti tenggang rasa.
Perbuatan ini dimungkinkan memiliki akibat
hukum jika perbuatan tersebut merugikan orang
lain. Orang yang bersangkutan bisa saja
kemudian digugat atas dasar Perbuatan
Melawan Hukum (“PMH”) dalam Pasal 1365
KUH Perdata .
Hukum bukan saja berupa ketentuan-ketentuan
undang-undang, tetapi juga aturan-aturan
hukum tidak tertulis, termasuk kebiasaan, yang
harus ditaati dalam hidup bermasyarakat. Selan
itu, kerugian yang ditimbulkan harus disebabkan
karena perbuatan yang melawan hukum itu.
Jadi, dalam hal ini harus dibuktikan adanya
kerugian yang timbul, misalnya mengakibatkan
kesehatan tetangga lain terganggu.
Namun demikian, yang namanya malasalh
dalam kehidupan bertetangga itu wajib
hukumnya diselesaikan secara musyawarah
dulu ya, misalnya melaporkan gangguan/polusi
suara tersebut kepada Kepala Desa, Ketua RT/
RW atau Lurah setempat.
4. Sembarangan Jemur Pakaian
Tetangga kamu jemur pakaiannya di jalanan
depan rumah? Pada pengaturannya, jalan
setapak, lorong atau jalan besar milik bersama
dan beberapa tetangga yang digunakan untuk
jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan,
dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari
tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan
izin semua yang berkepentingan, demikian yang
disebut dalam Pasal 671 KUH Perdata.
Ini artinya, pada dasarnya kamu memiliki hak
untuk menggunakan jalan di depan rumah
sebagaimana mestinya, terlebih apabila jemuran
tersebut mendominasi ke rumah kamu. Atas
dasar ini, seharusnya tetangga kamu juga
meminta izin tetangga lain di sekitarnya, karena
jalan yang harusnya milik bersama dipakai
untuk keperluan lain dari tujuan yang
seharusnya.
Atas ketidaknyamanan ini, apabila upaya
musyawarah secara kekeluargaan tidak
berhasil, kamu dapat menggugat tetangga mu
secara perdata untuk meminta ganti kerugian
atas dasar PMH sebagaimana diatur dalam
Pasal 1365 KUHPer. Tapi, unsur-unsur PMH
sendiri hrs dipenuhi.
5. Hewan Piaraan Mengganggu
Pernah ga bermasalah dengan hewan piaraan
milik tetangga karena masalah kotoran atau
bau tidak sedap yang mengganggu? Atau
mungkin justru agan pernah diprotes tetangga
karena hewan piaraan kamu?
Tidak jarang ada hewan piaraan yang diajak
jalan oleh pemiliknya keliling-keliling kompleks
rumah, kemudian hewan itu buang air kecil atau
air besar di depan rumah tetangga. Hal ini
seringkali menjengkelkan si empunya rumah.
Atau terkadang tetangga sebelah punya hewan
piaraan yang kandangnya jarang dibersihkan
sehingga menebar bau yang tidak sedap. Bagi
kamu yang merasa terganggu dengan hal-hal
tersebut, tentu akan lebih baik jika dibicarakan
terlebih dahulu dengan si empunya hewan
mengenai keluhan kamu. Tapi kalau cara
kekeluargaan tidak berhasil, ada lho ga jalur
hukum yang bisa ditempuh. Kamu bisa
melakukan gugatan perdata pada si empunya
hewan atas dasar perbuatan melawan hukum.
6. Ribut Gara2 Pohon Tetangga
Punya tetangga yang pohon di rumahnya
tumbuh sampe melewati batas pagar rumah
kamu? Klo itu pohon buah dan banyak buahnya
yg bergelantungan di depan rumah agan sih
mungkin enak2 aja kali ya.. hehe
Tapi gmn klo ternyata pohon itu bikin kamu jd
gak enak? Entah krn alasan sampah dedaunan,
buah atau ranting yg jatuh atau bahkan
keberadaan pohon itu bikin agan khawatir krn
dapat menimpa rumah kamu. Langkah pertama
yg mesti kamu lakukan adalah ngomongin
masalah ini baik2. Sampaikan keberatan kamu
disertai dgn alasan2nya. Klo perlu, kasih tau
buktinya skalian deh. Bila perlu, nanti lapor ke
RT/RW untuk minta difasilitasin masalah ini.
Gimana klo tetangga kamu masih ngeyel
walaupun kamu udah ngomong baik2? Ya
terpaksa ambil langkah hukum deh. Ada dua
jerat hukum yg bisa kamu pake. Yaitu pidana
dan perdata dalam kasus ini. Malah dah ada
contoh putusan pengadilannya lho..
7. Tetangga Baru Yang Meresahkan
Punya tetangga baru sebenarnya
menyenangkan. Tapi gimana rasanya klo
tetangga baru itu ternyata meresahkan krn
diduga stres atau setengah gila? Tentu bikin
hidup gak nyaman bukan? Apa yg bisa kita
lakuin terhadap tetangga itu setelah diketahui
bhw ternyata dia juga blm mengurus
administrasi kependudukan terkait dgn
kepindahannya itu?
Langkah yang bisa ditempuh pertama kali
adalah melaporkan hal ini ke tokoh lingkungan
setempat. Mulai dari Ketua Rukun Tetangga
(RT) misalnya. Karena biasanya dalam praktik
bermasyarakat, Ketua RT adalah tokoh pertama
yang mengetahui ada tidaknya laporan
perpindahan penduduk. Laporan perpindahan
penduduk ini berdasarkan UU Administrasi
Kependudukan adalah hal yang sifatnya wajib
dilakukan atas setiap perpindahan penduduk
karena akan berakibat trhadap perubahan kartu
keluarga, kartu tanda penduduk dan atau
dokumen kependudukan lainnya.
8. Sembarangan Parkir
Ketentuan mengenai jalan, pertama2 bisa
dilihat dari pasal 671 KUH Perdata :
“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik
bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan
untuk jalan keluar bersama, tidak boleh
dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk
keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan,
kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.”
Oleh karena itu, sudah menjadi hak Anda untuk
mempergunakan jalan di depan rumah Anda dan
apabila tetangga Anda ingin mempergunakan
jalan tersebut untuk memarkir mobil-mobilnya
yang memungkinkan membuat tetangga di
sekitarnya tidak nyaman, seharusnya tetangga
Anda meminta izin tetangga di sekitarnya.
Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh
perbuatan tetangga Anda, apabila cara
kekeluargaan tidak berhasil, Anda dapat
menggugat tetangga Anda secara perdata
untuk meminta ganti kerugian atas dasar
perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur
dalam Pasal 1365 KUHPer, yang berbunyi:
“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan
membawa kerugian kepada orang lain,
mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu
karena kesalahannya untuk menggantikan
kerugian tersebut.”
Dalam hal ini, tetangga Anda melanggar hak
subjektif Anda sebagai pemilik rumah untuk
dapat keluar dengan rumah dengan nyaman
dan kapanpun Anda inginkan tanpa ada
gangguan. Selain itu, tetangga Anda juga
melanggar azas-azas kepatutan yang terdapat
di masyarakat. Karena pada dasarnya dalam
kehidupan bertetangga sudah menjadi hal yang
lazim bahwa tidak boleh melakukan suatu
perbuatan yang dapat merugikan tetangganya.
Dalam hal ini, Anda merasa dirugikan dari segi
waktu Anda yang terbuang karena harus
menunggu tetangga Anda memindahkan mobil.
9. Dinding Rumah Berdempetan
Persoalan mengenai dinding rumah yang
berdempetan diatur di dalam UU Agraria , yang
menganut asas pemisahan horizontal
(horizontale scheiding) terhadap hak atas
tanah, yakni hak atas tanah tidak secara
otomatis juga meliputi pemilikan bangunan
ataupun tanaman di atasnya, yakni bangunan
gedung dapat dimiliki secara terpisah dari
tanah.
Apabila bangunan (dinding) tersebut dapat
dibuktikan dibangun di atas tanah kamu, dan
tidak ada suatu kesepakatan pemanfaatan
antara kamu dengan tetangga kamu, maupun
pihak ketiga lainnya, maka secara hukum
dinding tersebut dapat dianggap sebagai
dinding milik kamu. Jika dinding tersebut
dibangun di atas hak atas tanah kamu, dan
sebelumnya antara dinding yang satu dengan
dinding yang lain tidak menyatu sebagaimana
yang dimaksud di atas, maka tentunya dinding
tersebut dapat dianggap sebagai dinding milik
kamu.
Sehingga, dapat disimpulkan tindakan
pemanfaatan dinding oleh tetangga dapat
dikategorikan sebagai suatu perbuatan melawan
hukum (onrechtmatige daad), apabila
pemanfaatan dinding tersebut menimbulkan
suatu kerugian yang nyata berdasarkan Pasal
1365 KUH Perdata.
Jika kemudian dinding rumah kamu
dimanfaatkan oleh tetangga, maka hal tersebut
juga dapat dikategorikan sebagai tindakan
pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau
kuasanya sebagaimana yang diatur dalam Pasal
2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 51 Prp. Tahun 1960 tentang
Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang
Berhak atau Kuasanya (“Perpu No. 51 Prp
Tahun 1960”), sebagai berikut:
Dilarang memakai tanah tanpa izin yang berhak
atau kuasanya yang sah.
http://www.hukumpedia.com/pistasimamora/tetangga-masa-gitu-ini-9-ketentuan-hukum-dalam-bertetangga

ketika ada jemuran di jalan atau mobil parkir di jalan

Jumat, 02 November 2012 – dibaca:42604
Jika Dirugikan Tetangga yang
Memarkir Mobilnya di Depan
Rumah
jul0938
Kategori:Hukum Perdata
Saya tinggal di salah satu perumahan tua
di Jakarta. Di depan rumah saya tinggal
pejabat pemerintah yang punya 3 mobil,
sedang garasinya cuma muat 1 mobil,
jadi 2 mobilnya parkir di depan
rumahnya. Karena lebar jalan umumnya
cuma muat buat 2 mobil, jadi saya setiap
mau masuk keluar mobil dari garasi
rumah harus minta dia pindahin mobil.
Kadang saya mesti panggil sampai
berulang ulang kali baru mau
dipindahin. Kalau saya mau keluar
masuk di jam-jam subuh atau pagi
keluarga ini belum bangun, saya bisa
tunggu 1 jam baru bisa keluar atau
masukkan mobil ke garasi rumah. Ini
membuat saya merasa sangat tidak
nyaman. Saya sudah omongkan secara
kekeluargaan minta jangan parkir di
depan rumah, tapi malah dia yang lebih
galak karena dia pejabat pemerintah
sedang saya cuma rakyat biasa. Lewat
RT juga tidak ada hasil. Jadi, apa ada
cara buat dia bisa tidak parkir di depan
rumahnya lagi? Apa ada jalur hukum
untuk melarang dia parkir di depan
rumah? Sebelum dan sesudahnya saya
ucapkan terima kasih.
Jawaban:
Sebelumnya, kami perlu sampaikan
bahwa di dalam konstitusi kita yakni
dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang
Dasar Negara RI Tahun 1945 ditegaskan
bahwa segala warga negara bersamaan
kedudukannya dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung
hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya. Jadi, Anda dan
tetangga Anda yang pejabat pemerintah
itu kedudukannya sama di dalam
hukum, dan karenanya wajib saling
menghormati hak dan kewajiban
masing-masing.
Mengenai jalan besar terkait rumah
diatur dalam Pasal 671 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) yang
mengatakan bahwa:
“Jalan setapak, lorong atau jalan besar
milik bersama dan beberapa tetangga,
yang digunakan untuk jalan keluar
bersama, tidak boleh dipindahkan,
dirusak atau dipakai untuk keperluan
lain dari tujuan yang telah ditetapkan,
kecuali dengan izin semua yang
berkepentingan.”
Oleh karena itu, sudah menjadi hak
Anda untuk mempergunakan jalan di
depan rumah Anda dan apabila tetangga
Anda ingin mempergunakan jalan
tersebut untuk memarkir mobil-
mobilnya yang memungkinkan membuat
tetangga di sekitarnya tidak nyaman,
seharusnya tetangga Anda meminta izin
tetangga di sekitarnya.
Atas ketidaknyamanan yang
ditimbulkan oleh perbuatan tetangga
Anda, apabila cara kekeluargaan tidak
berhasil, Anda dapat menggugat
tetangga Anda secara perdata untuk
meminta ganti kerugian atas dasar
perbuatan melawan hukum,
sebagaimana diatur dalam Pasal 1365
KUHPer , yang berbunyi:
“Tiap perbuatan yang melanggar
hukum dan membawa kerugian
kepada orang lain, mewajibkan
orang yang menimbulkan kerugian
itu karena kesalahannya untuk
menggantikan kerugian tersebut.”
Dalam artikel Merasa Dirugikan Tetangga
yang Menyetel Musik Keras-keras
dijelaskan antara lain bahwa Mariam
Darus Badrulzaman dalam bukunya “ KUH
Perdata Buku III Hukum Perikatan
Dengan Penjelasan”, seperti dikutip Rosa
Agustina dalam buku “ Perbuatan
Melawan Hukum ” (hal. 36) menjabarkan
unsur-unsur perbuatan melawan hukum
dalam Pasal 1365 KUHPer sebagai berikut:
a. Harus ada perbuatan (positif maupun
negatif);
b. Perbuatan itu harus melawan hukum;
c.     Ada kerugian;
d. Ada hubungan sebab akibat antara
perbuatan melawan hukum itu dengan
kerugian;
e. Ada kesalahan.
Yang termasuk ke dalam perbuatan
melawan hukum itu sendiri adalah
perbuatan-perbuatan yang:
1. Bertentangan dengan kewajiban
hukum si pelaku;
2. Melanggar hak subjektif orang lain;
3. Melanggar kaidah tata susila;
4. Bertentangan dengan azas kepatutan
ketelitian serta sikap hati-hati yang
seharusnya dimiliki seseorang dalam
pergaulan dengan sesama warga
masyarakat atau terhadap harta benda
orang lain.
Dalam hal ini, tetangga Anda melanggar
hak subjektif Anda sebagai pemilik
rumah untuk dapat keluar dengan
rumah dengan nyaman dan kapanpun
Anda inginkan tanpa ada gangguan.
Selain itu, tetangga Anda juga melanggar
azas-azas kepatutan yang terdapat di
masyarakat. Karena pada dasarnya
dalam kehidupan bertetangga sudah
menjadi hal yang lazim bahwa tidak
boleh melakukan suatu perbuatan yang
dapat merugikan tetangganya. Dalam hal
ini, Anda merasa dirugikan dari segi
waktu Anda yang terbuang karena harus
menunggu tetangga Anda memindahkan
mobil. Lebih lanjut mengenai hak
subjektif seseorang, Anda dapat
membaca dalam artikel Cerobong Asap,
Hak dan Lingkungan .
Untuk dapat digugat dengan perbuatan
melawan hukum, perbuatan tetangga
Anda harus memenuhi unsur-unsur
perbuatan hukum di atas. Anda juga
harus membuktikan adanya kerugian
yang Anda derita akibat perbuatan
tetangga Anda tersebut. Misalnya, Anda
menjadi terlambat ke suatu tempat dan
hal tersebut menimbulkan kerugian bagi
Anda.
Sebagaimana diuraikan dalam artikel
Bermasalah dengan Tetangga karena
Tembok Batas Pekarangan, Rosa Agustina
dalam buku “ Perbuatan Melawan
Hukum ” (hal. 53) mengutip pendapat Mr.
C. Assers’s L.E.H Rutten, menyatakan
bahwa “ schade” dalam Pasal 1365
KUHPer adalah kerugian yang timbul
karena perbuatan melawan hukum. Rosa
menjelaskan bahwa tiap perbuatan
melawan hukum tidak hanya
mengakibatkan kerugian uang saja, tapi
juga dapat menyebabkan kerugian moril
atau idiil, yakni ketakutan, terkejut,
sakit dan kehilangan kesenangan hidup.
Sebagaimana dalam putusan Hoge Raad
tanggal 21 Maret 1943 dalam perkara
W.P. Keruningen v. van Bessum cs. telah
mempertimbangkan sebagai berikut (hal.
55):
“Dalam menilai kerugian yang
dimaksudkan oleh pasal 1371 KUH
Perdata harus juga
dipertimbangkan kerugian yang
bersifat idiil, sehingga Hakim
adalah bebas untuk menentukan
penggantian untuk kesedihan dan
kesenangan hidup, yang
sesungguhnya dapat diharapkan
dinikmatinya
(gederfdelevensvreugde )”.
Demikian jawaban dari kami, semoga
bermanfaat.
Dasar Hukum:
1. Undang-Undang Dasar Negara RI
Tahun 1945
2. Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata

http://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt508905b609bf6/jika-dirugikan-tetangga-yang-memarkir-mobilnya-di-depan-rumah

Jumat, 01 Januari 2016

30 th

Sampai saat ini aku masih berpijak di atas Bumi ini dan baru 30 kali mengikutinya melingkar mengelilingi Matahari, serta 371 kali Purnama.

bersiin noda

1. Anti Noda Bandel ( Alkali) Sifat kimiawi : Merenggangkan (melemaskan / melembutkan) kontur serat dengan tujuan “membuka jalan” bagi molek...