Rabu, 20 Mei 2015

nasehat dosen

Nasihat Dosen Ternama kepada Mahasiswanya (Dikutip
dari Pak Made Andi) bismilah mudah-mudahan
bermanfaat bagi para pembaca yang sudah mampir
diblog dibebaskan kali ini. langsung saja berikut nasihat
super tersebut
1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti?
Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa
tidak pinter? BELAJAR!
2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di
luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cuma
twitteran saja sampai lulus nanti.
3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan
ditolak profesor kalau nulis email formal saja tidak bisa.
Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!
4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi professor di
luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu
belum bisa. Hey, ganti dulu akun
niennna_catique@gmail.com itu!
5.Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu
kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik,
spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
6.Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun
IP tinggi kalau nulis email saja lupa salam pembuka dan
penutup
7.Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis
email saja kelihatannya kamu tidak lulus Bahasa
Indonesia kok. Tidak usah gaya!
8.Bayangkan kalau kamu harus menulis email ke
pimpinan sebuah perusahaan besar. Apa gaya bahasa
email kamu yang sekarang itu sudah sesuai? Jangan-
jangan bosnya tertawa!
9.Apapun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan
berhubungan dg MANUSIA yang beda umur dan latar
belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan
bangga jadi alay!
10.Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih?
Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu.
Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!
11.Kamu orang teknik dan hanya peduli skil teknis?
Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skil itu pada
MANUSIA, bukan pada mesin!
12.Kamu kira orang teknik hanya ngobrol sama mesin
dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan
suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar
ngomong sama manusia!
13.Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal?
Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi
sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!
14.Malas belajar bikin presentasi? Lima thn lagi bos
kamu datang dengan segepok bahan, “saya tunggu file
presentasinya besok!”
15.Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di
komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya
“cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut
gimana ya?’ Mau nyengir?
16.Mahasiswa senior, jangan bangga bisa membully
Mahasiswa baru, tujuh tahun lagi kamu diinterview sama
dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus
17.Mahasiswa senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa
baru? JANGAN! Urusan kalian nanti bersaing sama orang-
orang ASEAN dan Dunia. Bisa bikin mereka takut tidak?
18.Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian
karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara
ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa’ urusannya
cetek-cetek begitu sih?!
19.Tidak usah lah sok hebat demo nyuruh SBY berani
sama Amerika kalau kamu diskusi sama mahasiswa
Singapura saja tergagap-gagap
20.Tidak perlu lah teriak-teriak “jangan tergantung pada
barat” jika kamu belum bisa tidur kalau tidak ada BB
dekat bantal
21.Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau
kamu bisa kalahkan mahasiswa Malaysia debat ilmiah
dlm forum di Amerika!
22.Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu
masih nitip absen sama teman saat demo antikorupsi!
23.Boleh kampanye “jangan tergantung pada barat” tapi
jangan kampanye di Twitter, Facebook, BBM, Path dan
Email! Memangnya itu buatan Madiun?!
24.Kalau file laporan praktikum masih ngopi dari kakak
kelas dan hanya ganti tanggal, tidak usah teriak anti
korupsi ya Boss!
25.Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak
gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju
karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan. Bukan
karena kaya dan gaul!
26.Pejabat kadang membuat kebijakan tanpa riset serius.
Sama seperti mahasiswa yang membuat tugas dalam
semalam hanya modal Wikipedia
27.DPR kadang studi banding untuk jalan-jalan doang.
Sama seperti mahasiswa yang tidak serius saat
kunjungan ke industri lalu nyontek laporan sama
temannya
28.Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat. Sama
seperti mahasiswa yang melihat bahan di internet lalu
disalin di papernya tanpa menyebutkan sumbernya.
29.Halah, pakai mengkritik kebijakan pemerintah segala,
bikin paper saja ngopi file dari senior dan ubah judul,
pendahuluan sama font-nya
30.Gimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu
menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak
bisa ngomong saat diskusi. Mau pakai bambu runcing?
31.Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh
asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan
buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar!
NB. Kata-kata saya di atas memang SADIS. Maafkan jika
ada yang tersinggung. FYI, saya juga banyak kesalahan
saat mahasiswa. Pesan ini sebuah refleksi, sebagian dari
pengalaman nyata dan berharap mahasiswa saya tidak
mengulangi kesalahan yang sama. Matur nuwun (Pak
Made Andi)

Alasan Dokter Negara Maju "Pelit" Memberikan Obat ke Anak

Belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik
terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak ada perbaikan
aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dr.
Knol.
"Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly
this is a viral infection." kata dokter tua itu.
"Ha? Just wait and see?" batinku meradang.
Ya, aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa
pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi
masak sih nggak diapa-apain.
"Obat penurun panas Dok?" tanyaku lagi.
"Actually that is not necessary if the fever below 40 C."
Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat
penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat
lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat.
Karena itu, aku membawa obat dari Indonesia.
Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan
frekuensi muntahnya bertambah. Aku kembali ke dokter.
Dia tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan
laboratorium akan dilakukan bila panas anakku menetap
hingga hari ke tujuh.
"Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok," kataku.
Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. "Apakah dia
sudah minum suatu obat?"
Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah
ngomel-ngomel,
"Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia
muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan
untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi
lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol
saja."
Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum
ramah, tapi aku jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue
lulusan fakultas kedokteran tau!
Setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban
kekesalanku.
"Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat
penurun panas nggak pake diukur suhunya. Mau 37, 38
apa 39 derajat, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit
panas, penurun panas ya pasti dikasih. Masa dia bilang
ibuprofen nggak baik buat anak!"
Sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak
mencontek yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-
asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan
dan belajar banyak hal, tapi secuil-secuil ilmu kudapat.
Seperti orang travelling Eropa dalam dua minggu.
Menclok sebentar di Paris, dua hari ke Roma. Dua hari di
Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna.
Puas berdiam di Berlin dan Swiss, waktu habis. Tibalah
saat pulang ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah
keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota
utama. Banyak negara dan kota di Eropa belum
disambangi. Itulah kami, pemuda-pemudi fresh graduate
from the oven Fakultas Kedokteran. Malah yang kami
pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam
praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep
cespleng, kami mengintip resep ajian senior!
Setelah Malik sembuh, Lala, putri pertamaku sakit.
Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia.
Batuknya tak hilang dan ingusnya masih meler. Lima hari
kemudian, Lala kubawa ke huisart.
"Just drink a lot," katanya ringan.
"Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?" tanyaku tak
puas.
"This is mostly a viral infection, no need for an
antibiotik," jawabnya lagi.
Lalu ngapain dong aku ke dokter,tiap ke dokter pulang
nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin
keq!
"Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat
juga banyak."
Ternyata isi obat Thyme itu hanya ekstrak daun thyme
dan madu.
Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk
berintim-intim dengan internet. Di kepalaku, cara berobat
yang betul adalah seperti di Indonesia.
Putriku sembuh. Sebulan kemudian sakit lagi. Batuk pilek
putriku kali ini ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia
sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena
di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit.
"Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya?"
Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop,
melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku
menjawab,"Nothing to worry. Just a viral infection."
"Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan
atau dua bulan Dok,"
Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu
tersenyum. "Do you know how many times normally
children get sick every year?"
"Twelve time in a year, researcher said," katanya sambil
tersenyum lebar. "Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter
kalau penyakit anakmu tak terlalu berat," sambungnya.
Aku pulang dengan perasaan malu. Barangkali si dokter
benar, aku selama ini kurang belajar.
Setelah aku beradaptasi dengan kehidupan di Belanda,
aku berinteraksi dengan internet. Aku menemukan artikel
Prof. Iwan Darmansjah, ahli obat-obatan Fakultas
Kedokteran UI.
"Batuk - pilek beserta demam yang terjadi 6 - 12 bulan
masih wajar.observasi menunjukkan kunjungan ke dokter
terjadi 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun."
"Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan
kesalahkaprahan penanganannya, Pertama, obat
diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95%
serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam
disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat
membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah
membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi
menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat
menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak,
sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh
sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi.
Duuh…kemana saja aku selama ini. Eh..sebetulnya..bukan
salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke
dokter spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku
lho!.
Di Belanda 'dipaksa' tak pernah mendapat antibiotik
untuk penyakit khas anak-anak, kondisi anakku jauh
lebih baik. Mereka jarang sakit.
Aku tercenung mengingat 'pengobatan rasional'. Hey!
Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yg
kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan,
sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-
sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak
mengalami sakit ringan aku panik dan membawa ke
dokter, sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah
tindakan yang sama sekali tidak rasional!
Sistem kesehatan Belanda menerapkan betul apa itu
pengobatan rasional.
Aku baru mengetahui ibuprofen memang lebih efektif
menurunkan demam pada anak, sehingga banyak negara
termasuk Amerika Serikat,dipakai secara luas untuk
anakanak. Tetapi resiko efek sampingnya lebih besar,
Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun
obat ibuprofen tersedia di apotek dan boleh digunakan
usia anak diatas 6 bulan, di kedua negara ini,
parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan
pertama anak demam.
Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku
tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang
tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan.
Karena kekurangan dan ketidakmampuan,penyakit anak
sehari-hari, orang desa relatif 'terlindungi' dari paparan
obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal
di kota besar,cukup berduit,melek sekolah, internet dan
pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded
dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat
dan media. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat,
biasanya kita malah ngomel-ngomel, 'memaksa' agar si
dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran
di media, bahkan tak jarang dokter-dokter 'menjual' obat
tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang
mengiklankan suatu produk obat.
Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan
dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan
obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek,
demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun
melakukannya karena nyontek senior. Apakah
manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu
saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah
gampang sakit dan terpapar obat yang tak perlu. Belum
lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat
manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa
semua itu terjadi?
Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak
menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya.
Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua,
bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas
kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari
semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak
menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni
ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua
baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana
mengurai keruwetan ini seharusnya? Memikirkannya aku
seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak
tahu, sungguh!
Aku sadar. Telah terjadi kesalahan paradigma pada
kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak
sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa
membawa obat. Aku ke dokter biasanya 'hanya'
konsultasi, memastikan diagnosa penyakit dan
penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa
anakku baik-baik saja.
Di Indonesia, ke dokter = dapat obat?
Sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet.
Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat.
Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan
hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas
meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi.
Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Percuma mencari-
cari ujung pangkal salahnya.Kondisi tersebut jelas tak
bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan?
Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan
obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi
seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan
pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk
merindukan bulan. Sebagai pasien kita pun tak bisa
tinggal diam. Setidaknya, bila pasien 'bergerak', masalah
kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian
obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa
diturunkan.
Dikutip dari buku "Smart Patient" karya dr. Agnes Tri
Harjaningrum
Semoga mencerahkan ya bunda-bunda, saya dapetnya
dari artikel suami..

11 tips kerja

Persaingan itu selalu terjadi kapan saja dan
dimana saja, begitu juga di dunia kerja.
Persaingan dalam dunia kerja nggak cuma terjadi
saat proses melamar pekerjaan, tapi juga saat
kamu sudah mulai bekerja. Kamu harus bersaing
dengan teman-teman kantormu, menunjukkan
performa yang profesional — demi bisa bertahan
sebagai seorang karyawan yang baik.
Kalau kamu bisa menunjukkan performa
terbaikmu sebagai karyawan, kamu bisa dapat
kesempatan untuk mendapatkan promosi dari
atasan. Kenaikan jabatan ini tentunya diimbangi
juga dengan kenaikan pendapatanmu, ‘kan? Nah,
agar kamu bisa jadi kandidat kuat yang layak
mendapatkan promosi jabatan, kamu perlu
melakukan beberapa hal ini. Apa saja? Simak yuk!
1. Usahakan Selalu Datang
Ke Kantor Paling Awal dan
Pulang Lebih
Nggak ada salahnya kalau kamu berada di kantor
sedikit lebih lama dari jam kerja yang
seharusnya. Datanglah 15 menit lebh awal dari
jam masuk kantor, dan sisakan waktu lebih untuk
tinggal sebentar di kantor saat jam pulang. Ini
bisa jadi poin plus buat kamu, terutama jika kamu
adalah pegawai baru.
Atasanmu pasti akan menyadari siapa saja
pegawainya yang paling rajin dan disiplin.
Dengan datang lebih awal, tentu saja kamu udah
termasuk sebagai pegawai yang disiplin.
2. Sesuaikan Penampilan
dengan Kultur
Perusahaanmu
Tentu saja kita nggak boleh menilai seseorang
hanya dari penilaiannya. Tapi tidak bisa
dipungkiri kalau penampilanmu itu
merepresentasikan bagaimana dirimu. Jika kamu
bekerja di sebuah perusahaan besar yang
memiliki banyak sekali karyawan, tentu saja
atasanmu tidak bisa selalu menilaimu langsung
dari hasil kerjamu.
Hal pertama yang dia nilai adalah bagaimana
penampilanmu. Kalau atasanmu suka dengan
caramu berpenampilan, pasti dia akan sangat
mudah mengingatmu.
3. Jangan Takut
Menyampaikan Ide dan
Pendapatmu Di Saat Meeting
Salah satu cara terbaik untuk bisa mendapatkan
perhatian dari atasanmu adalah dengan menjadi
karyawan yang aktif. Saat sedang meeting, ikutlah
berkontribusi dengan cara mengutarakan ide-ide
dan pendapatmu.
Jangan takut kalau pendapat dan idemu ditolak,
setidaknya kamu sudah menunjukkan aksimu
pada atasanmu. Tapi meskipun begitu, kamu juga
harus berusaha untuk memberikan ide-ide dan
pendapat yang berbobot.
4. Biasakan Selalu Bekerja
Dengan Terorganisir
Aturlah jadwal pekerjaanmu sebaik mungkin.
Jadwal yang teroganisir bisa membuatmu terlihat
lebih profesional saat bekerja. Kamu jadi lebih
mudah melakukan pekerjaanmu, kamu tahu apa
saja yang harus kamu kerjakan sekarang dan
nanti.
Selain itu, dengan cara ini kamu juga tidak mudah
stres karena semuanya berjalan sesuai dengan
rencana. Kamu bisa meminimalisir kesalahan-
kesalahan kecil, sehingga kamu akan
mendapatkan penilaian yang baik dari atasanmu.
5. Kalau Pekerjaanmu Sudah
Selesai dan Kamu Masih Ada
Waktu, Jangan Segan
Tawarkan Bantuan
Ada kalanya kamu sedang tidak banyak pekerjaan
yang harus kamu kerjakan. Dari pada kamu hanya
menganggur saja, jauh lebih baik kalau kamu
menawarkan bantuan kepada teman yang sedang
membutuhkan bantuan.
Tunjukkan kalau kamu adalah karyawan yang
peduli dengan karyawan yang lain. Dengan
menolong teman kerja, itu membuktikan bahwa
kamu juga bisa bekerja secara tim. Ini tentunya
akan membuatmu disukai oleh semua karyawan,
dan mereka pasti akan mendukungmu untuk
dipromosikan pada atasan.
6. Bekerjalah Secara
Konsisten Sepanjang Hari
Bekerjalah dengan konsisten, dan sesuaikan juga
dengan kemampuan yang kamu miliki. Jangan
banyak membuang waktu kerjamu dengan
melakukan hal-hal yang nggak berkaitan sama
sekali dengan pekerjaan.
Jangan sampai atasanmu melihatmu sedang
bersantai-santai saat jam kerja. Kalau kamu
memang sedang ingin beristirahat, lebih baik
kamu pergi sejenak ke tempat istirahat. Lalu
segeralah kembali ke meja kerjamu dan
selesaikan pekerjaanmu.
7. Jadilah Orang yang Peduli
Pada Lingkungan Kerjamu
Tunjukkan juga kalau kamu peduli dengan
lingkungan kantormu. Beranikan diri untuk
memberikan ide dan masukan pada atasanmu jika
kamu punya ide mengenai lingkungan kantormu.
Misalnya, kamu merasa jika ruangan kerja di
kantormu itu kurang mendukung produktivitas
kerja karyawan, sampaikan hal itu pada atasanmu
dan jangan lupa juga berikan alasan-alasan dan
solusinya. Atasanmu pasti akan sangat senang jika
ada karyawan yang bisa memberikan masukan
yang bermanfaat untuk perusahaan.
8. Selalu Tunjukkan Bahasa
Tubuh yang Positif
Selain penampilan, hal pertama yang dinilai
orang adalah bahasa tubuh kita. Bahasa tubuh
adalah komunikasi non verbal, sehingga apapun
gerakan tubuh yang kamu lakukan memiliki
makna tertentu yang akan diinterpretasikan oleh
orang lain.
Oleh sebab itu kamu harus bisa menunjukkan
bahasa tubuh yang positif. Misalnya dengan cara
berjalan yang tegap, murah senyum, dan menatap
ramah setiap orang. Dengan bahasa tubuh seperti
ini, semua orang pasti yakin dengan dirimu.
9. Salah Dalam Bekerja Itu
Pasti — Yang Penting, Kamu
Belajar Dari Kesalahan Itu
Saat bekerja kamu pasti pernah melakukan
beberapa kali kesalahan, dan itu lumrah terjadi.
Yang terpenting adalah kamu harus selalu bisa
belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah
kamu lakukan. Teruslah berusaha untuk
menunjukkan kemajuan pada atasan dan semua
rekan kerjamu.
Kalau kamu mendapat teguran dan kritikan,
jangan terlalu kamu ambil hati. Bekerjalah secara
profesional. Terimalah kritik itu sebagai acuan
untuk bisa meng- improve kemampuanmu.
10. Bekerjalah Dengan Penuh
Integritas dan Kejujuran
Bekerja dengan cara yang bersih dan jujur pasti
akan membuatmu jadi seorang karyawan yang
teladan dan disegani oleh karyawan yang lain.
Jangan pernah tergiur untuk melakukan
kecurangan saat bekerja.
Berbuat curang bisa merugikan dirimu sendiri
dan perusahaan. Nggak mudah memang untuk
mendapatkan hati dan perhatian dari atasan. Tapi
lakukanlah dengan cara yang positif dan
bersainglah secara sehat.
11. Kalau Sudah Merasa
Mampu dan Siap, Kenapa
Ragu Mengutarakan
Keinginan Untuk
Dipromosikan Pada Atasan?
Kalau kamu sudah melakukan hal-hal di atas, dan
kamu sudah merasa yakin selama ini kamu sudah
banyak berkontribusi pada perusahaan, maka
bicarakan hal ini pada atasanmu. Bertanyalah
pada atasanmu mengenai promosi kenaikan
pangkat.
Sampaikanlah keinginanmu untuk dipromosikan,
dan berikan alasan-alasan kenapa kamu layak
untuk dipromosikan oleh atasanmu. Lakukan ini
dengan penuh percaya diri. Kamu nggak perlu
takut atau malu, karena atasanmu pasti akan
menjadikan keinginanmu ini sebagai bahan
pertimbangan.
Naik jabatan itu udah pasti jadi keinginan setiap
orang yang bekerja di sebuah perusahaan. Tetapi
ingat, keinginanmu untuk naik jabatan tentunya
harus diiringi dengan usaha untuk terus
menambah kualitas diri. Selamat mencoba dan
semoga berhasil!
Artikel ini diadaptasi dari laman Realbuzz. Artikel
asilinya bisa dilihat disini.

hei bunda


Bunda, tutuplah dulu facebook-mu
Ini aku Si Umur Satu
Pintar mengoceh dan ingin main denganmu
Bacakan aku buku, atau menyanyilah untukku
Bertahun-tahun lagi, Bunda,
Blogmu masih akan tetap ada di sana
Tapi tak selamanya aku berumur dua
Aku akan masuk sekolah, segera
Bu, bagaimana kabar dunia maya hari ini?
Kulihat di hadapan facebook kau tersenyum sendiri
Padahal aku ingin berbagi
Cerita tentang murid baru di PAUD/nursery kami
Umurku empat, dan kau kata aku nakal
Membuatmu tak bisa nulis status dan komen di media
sosial
Kalau aku tak nakal, Ibu,
Kau tak akan mengangkat wajahmu dari screen itu
Lihat, Bunda, aku sudah besar sekarang
Berangkat ke sekolah pagi, pulang sudah petang
Frekuensi pertemuan kita semakin jarang
Apa kau merindukanku, saat menyantap makan siang?
Aku tak langsung pulang, Bunda,
Ada tambahan ekstrakurikuler sepakbola
Besok sains, matematika, fisika, atau kimia
Lusa bahasa Arab, Perancis, Jerman, atau bahasa asing
lainnya
Apa Bunda, kau ingin mendengar ceritaku?
Maafkan karena aku mengecewakanmu
Aku sudah ditunggu PR-PR-ku
Letih ini inginku segera ke peraduanku
Bunda, weekend ini aku menginap di rumah temanku
Bunda bisa memiliki lebih banyak waktu
Mengurus twitter, facebook, path, instagram, line dan wa
Atau media sosial entah apa lagi namanya
Liburan bulan depan ada schooltrip ke luar negeri, Bunda
Tak akan aku hadir dalam makan malam keluarga
Sampaikan salamku kepada adik, kakak, dan semua
saudara
Nanti kukirim kabar dari jejaring sosial, Bunda mau yang
mana?
Delapanbelas umurku kini
Aku pergi dan pasti akan jarang kembali
Bunda bisa mengerjakan semua hobi
Sepanjang waktu, setiap hari, tak akan aku menghalangi
Bu, aku hanya meminta 6.570 hari saja
Ya, 157.680 jam lebih tepatnya
Hanya sebanyak itu waktu yang kaupunya
Sebelum aku dikategorikan sebagai dewasa
Delapan belas tahun itu 9.460.800 menit saja, Ibu
Dikurangi tidur, aku sekolah, dan menit-menit yang
berlalu
Saat kau menduakanku dengan facebookmu
Sesungguhnya, tak akan lama aku di gendongan dan
gandengan tanganmu
Cochester, Essex, 17 April 2015
(Nurisma Fira /Penulis Buku Puzzle Dakwah)7

Senin, 20 April 2015

yang perlu diperhatikan saat touring sepeda

Biasanya jelang touring pasti ada saja hal yang
terlupakan, terlewatkan atau mungkin tidak tahu sama
sekali. oleh karenanya ada beberapa hal yang perlu
dilakukan dan dipersiapkan sebelumnya. simak berikut ini
baik-baik.
1. Istirahat yang cukup, usahakan tidur sekitar 6 - 8
jam.
2. Sarapan pagi, jangan sekedar mengisi perut hanya
dengan sehelai atau hanya semangkok bubur ayam,
berkendara menanjak memerlukan banyak energi dan
energi tersebut pada awalnya diperoleh dari sarapan
yang berkualitas. Jika tidak terbiasa nasi makanlah roti
dengan potongan daging, saya terbiasa dengan double
sandwich yaitu 2x2 lapis roti gandum, segelas susu
fullcream hangat dan sebagai pemompa, secangkir kopi
susu dengan gula aren, fungsi dari kopi adalah untuk
memancing detak jantung agar sedikit cepat supaya kita
terasa segar sepanjang gowes.
3. Siapkan pakaian kering dan windbraeker dan dibawa
sepanjang berkendara dengan dibungkus plastik karena
jika terjadi hujan dan kita memutuskan untuk tetap
gowes ini sebagai pengganti baju kita yang basah.
4. Biasakan mengenakan bikepants dan jersey karena
pakaian seperti ini cepat menguapkan keringat jika panas
dan menahan panas disaat kita bersepeda ketika hujan.
5. Gunakanlah sun glasses. Di tempat terbuka cahaya
UV sangatlah tinggi, dianjurkan untuk mengenakan sun
glasses yang baik dan yang tidak sekedar hitam.
pakailah kacamata yang benar-benar menggunakan UV
protector karena intensitas UV yang tinggi bisa merusak
retina mata kita dan dalam jangka panjang kita bisa-bisa
terkena katarak. Ciri-ciri kacamata palsu adalah jika kita
pakai agak lama mata terasa gatal, berarti mata anda
sudah teradiasi oleh sinar UV.
6. Bawalah sunblock dan skin protector tentunya.
7. Gunakanlah helm standard untuk bersepeda.
8. Siapkanlah painkiller, untuk mengurangi rasa sakit
disaat kita mengalami cedera otot, terkilir ataupun kram
otot, dalam istilah kedokteran dinamakan ethyl
chloride dan bisa dibeli di toko terdekat. Ethyl
chloride tidak menyembuhkan terkilir atau kram, oleh
karenanya, siapkanlah balsem otot. Tidak dianjurkan
mengunakan cream otot yang menggunakan menthol
artifisial seperti counterpain karena beberapa saat
kemudian otot anda akan dingin dan justru menjadikan
anda terkena kram lagi.
9. Pompalah ban sepeda anda secukupnya kebutuhan
mengayuh. biasanya tekanan angin pada ban akan
berkurang ketika kita sudah menempuh jarak 3 KM.
10. Periksa brake pad anda, jika sudah menipis, harus
segera diganti, karena besi di dalam brake pad dapat
merusak disk pada rem anda. Jika perlu anda siapkan
brake pad cadangan karena berkendara dalam kondisi
basah brake pad akan cepat habis.
11. Lumasi rantai dengan pelumas rantai (chain lube).
musim yang tidak menentu di Indonesia seperti ini
sangatlah rawan bagi rantai anda untuk menjadi kering
dikarenakan pelumas rantai anda larut terkena air hujan.
Belilah pelumas rantai yang wet base, hal termudah dan
termurah adalah minyak singer (minyak mesin jahit),
teteskan minyak singer pada sikat gigi bekas lalu sikat
secara perlahan hingga merata.
12. Siapkan lampu dan hidupkan disaat hujan turun agar
kendaraan di depan dan belakang anda tahu keberadaan
anda, usahakan yang berwarna terang, merah atau
kuning.
13. Bawalah ban dalam cadangan beserta tool kitsnya.

tips touring bersepeda dan daftar persiapan

TIPS BERSEPEDA TOURING | DAFTAR PERSIAPAN
PERLENGKAPAN TOURING – Daftar berikut berisi
checklist Fundamental, sekaligus sebagai pengingat
yang cocok untuk bagi siapa pun yang hendak
memulai aktivitas bersepeda. Apalagi untuk Sobat
cyclist yang hendak melakukan perjalanan bersepeda
dengan jarak yang cukup jauh (Touring).
The Two Essentials
Sepeda
Helm Sepeda
Core gear
Air minum (hydration pack; bottle with cage)
Makanan ringan sebagai energy food (misal:
pisang, telur rebus, jeruk, energy bar dsb)
Sunblock/Sunscreen (yang akan melindungi agar
kulit tidak terbakar karena efek UV)
P3K pokok (First-aid kit)
Pelindung Mata (sunglasses, clear lenses)
Medical info/emergency contact bisa Sobat
tambahkan sebagai catatan.
Core bike repair items
Ban dalam cadangan (tubes) beserta
perlengkapan tambal (jika dianggap perlu)
Pompa Ban
Pengungkit Ban ( Tire levers ), sebagai alat bantu
untuk melepas ban luar dari pelek
Cycling multi-tool , yang ini biasanya dalam bentuk
folding tools
Beberapa Perlengkapan Opsional
Padded shorts or tights
Jersey
Sarung tangan (Gloves)
Saddle ( underseat) bag
Kunci sepeda
Jam tangan/penunjuk waktu
Telepon Seluler
Uang cash dan/atau kartu debit/kredit
GPS/Map (khususnya jika Anda route Sobat
adalah daerah yang belum pernah dilalui
sebelumnya)
Perlengkapan pribadi, silahkan tambahkan Sendiri
____________________
____________________
____________________
____________________
____________________
____________________
Inspeksi sebelum mulai bersepeda
Tekanan dan kondisi Ban
Cek kondisi dan fungsi piranti pengereman (break
set)
Front/rear wheel dan quick releases terpasang
secara aman
Bolt tightness throughout
Ketinggian Seat post dan handlebar sesuai
Cek piranti penerangan (jika diperlukan untuk
perjalanan malam)
Cek kondisi pelumas pada gear, rantai dan poros-
poros penggerak sepeda
Reflector (jika diperlukan), pastikan berada pada
tempatnya
TIPS BERSEPEDA TOURING | DAFTAR PERSIAPAN
PERLENGKAPAN TOURING ini kami adaptasi dari
artikel “Basic Cycling Checklist”, rei.com, dengan
adaptasi seperlunya. Mudah-mudahan bisa
membantu Sobat cyclist mendapatkan aktivitas
bersepeda yang menyenangkan. Happy cycling!

Bersepeda ke Nawit Setu

pasific invert-lx me

Bersepeda ke situs Cigekbrong Jonggol

Sabtu, 04 April 2015

gaya pacaran jadul

Kemudian kami "ngobrol" tanpa mengucapkan suatu katapun. Caranya? Dengan jari aku menuliskan huruf- huruf-huruf di telapak tangannya, setiap kali satu huruf, ia menjawab juga dengan cara itu di telapak tanganku. Bila
salah tulis kuusap-usap telapak tangannya seolah-olah menghapusnya, ia juga begitu. Sampai sekarang kami
masih tertawa kalau ingat cara berkomunikasi itu.

Rabu, 25 Maret 2015

emansipasi

saya cukup lama hidup dengan wanita eropa yang
menjunjung tinggi nilai equal right. Saya ingat persis, pada
akhir bulan pertama dia tinggal di apartment saya,
langsung meminta semua tagihan utilities (air, listrik dsb)
bulan tsb, dan membandingkan dengan tagihan bulan
sebelum dia masuk apartment, dia bayar selisihnya. Kalo
saya yang belanja, dia yang masak, kalo dia yang belanja
saya yang masak. Samasekali ga pernah nyuruh angkat2
(kecuali minta tolong angkat segede kulkas), gergaji,
ngebor, paku, pasang kusen, pasang pintu dsb, semua
bisa dia lakukan sendiri. Kita berdua beli rumah juga 50-50,
ketika saya pulang Indo, dia beli 50% hak saya. Leasing
mobil juga mobil masing-masing.
Pada awal kerja, penghasilan saya jauh di bawah dia yang
sudah wiraswasta sejak usia 17 tahun, saya tidak malu, lah
emang cuma 1/3 penghasilan bulanannya, tapi sebagai
wanita samasekali tidak kemaki atau melecehkan pria,
tidak seperti wanita indonesia pada umumnya; mereka
yang penghasilannya cuma cukup buat beli tiket budget
airlines dan makeup, masih menumpang di rumah orang
tua saja, tapi udah nekat menyebut dirinya = mandiri, dan
terus melecehkan pria-pria yang susah payah
mempersiapkan masa depan sbg pelit, kere dsb. Bukankah
yang terpenting adalah terus menunjukkan eksistensi
sebagai pejuang emansipasi? yang tentunya tidak
membutuhkan pria bukan?
Meskipun dia sibuk, sebagai wanita selalu berusaha untuk
cantik, make-up dan lengkap memakai bulu mata, tapi
tidak pernah sekalipun saya menunggu dia kelamaan
dandan dan kita selalu on-time. Ratusan bahkan ribuan
kilometer kita bepergian juga selalu menyetir gantian
karena kesadaran, ga pernah sekalipun saya menyuruh dia
menyetir atau dia menyuruh saya menyetir juga tidak
pernah. Ga pernah ribut memakai mobil siapa, kalo bawa
barang banyak ya pakai mobil dia (karena lebih besar, tapi
boros), bawa barang sedikit ya pakai mobil saya (karena
lebih kecil, tapi hemat), dan tiap pergi selalu hitung struk
bensin dan gatukök (makan di kios pinggir jalan), bagi dua
dan beres.
Dia tidak spesial, sama seperti wanita-wanita negara maju
lainnya. Dan hubungan kita sebuah pemandangan umum di
masyarakat negara maju. Sebuah equal right, emansipasi
atau apalah itu mereka menyebutnya. Lalu kira-kira anda
sebagai pejuang emansipasi di masyarakat bodoh ini
sampai tahap mana? sampai... "Gue khan ceweeeee"

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=888986774473437&id=100000863696681&refid=7&_ft_=qid.6126284310528618449%3Amf_story_key.-6675961533256732455&__tn__=%2As

Kamis, 05 Maret 2015

cinta memang fiksi

kutahu rumus dunia, tak ada cinta yang berbalas, kisah cinta hanya ada di cerita film, tidak ada di dunia nyata, semuapun tak ada yang pernah merasakannya, di belahan bumi manapun sama hanya sekedar menjalankan hidup.

titik jenuh

ketika anda dalam keadaan jenuh akut atau titik jenuh tertinggi dalam bekerja, pastikan anda memiliki nilai jual untuk bertindak, sesuatu yang bisa dijual seperti keahlian dan keterampilan.

bersiin noda

1. Anti Noda Bandel ( Alkali) Sifat kimiawi : Merenggangkan (melemaskan / melembutkan) kontur serat dengan tujuan “membuka jalan” bagi molek...