Kadang setiap minggu pagi saya bersama Tata bersepeda
jalan-jalan menikmati udara pagi, keliling perumahan keluar masuk gang, Tata
duduk di depan, ditempat yang saya buat sendiri terbuat dari papan triplek
bekas dan papan kayu sisa dirumah.
Dilain hari saya mencoba kembali bersepeda keluar perumahan
tanpa didahului keliling perumahan, hanya saja jalan yang saya lalui emang
berbeda dengan yg pertama, kali ini tidak nanjak ringan dan panjak, tapi nanjak
tajam, dan tahukah anda saya masih kalah, ayunan kaki yang lelah langsung
membuat mata kunang-kunang, berkeringat lebih banyak, nafas ngos-ngosan ampe
saya putuskan untuk menepi dengan Tata, butuh waktu 30 menit untuk memulihkan
keadaan itu, minum air putih yang saya bawa sambil istirahat bersama anak saya.
Dan kembali pulang kerumah dengan rasa penasaran untuk mencoba lebih jauh lagi
di lain waktu.
HP yang saya bawa
saya putarkan lagu anak-anak menemani hingga tujuan dengan
target yang lebih jauhkeluar perumahan, ya sekitar 3km akhirnya saya bisa
keluar perumahan n foto-foto, minum dan istirahat.
Besoknya hari senin luka memang terlihat mengeluarkan cairan
putih bening, hingga sore cairan itupun terlihat mengering, hanya saja terlihat
bengkak, di malam selasa tidurnya masih tetap tidak berkualitas.
Senin pagi perban dibuka sendiri dan sudah kering.
Tips untuk membonceng anak-anak di sepeda (kumpulan dari beberapa orang yg mengetahui kejadian ini)
- · Gunakan boncengan tambahan didepan untuk usia 3 tahun kebawah
- · Untuk usia 3 tahun keatas gunakan sepatu atau sendal, sepatu akan berfungsi sbg bumper/ sensor ketika menyentuh jari2
- · Gunakan pelindung jari2 yang dipasang di jari2 atau yg dipasang dirangka
- · Ikat kaki di rangka di bawah sadel
.jpg)

.jpg)
.jpg)



