Selasa, 27 Oktober 2015

jangan pernah beli produk jualan punya teman, tetangga, ataupun saudara kita.

Jack Ma CEO AliBaba.com sekaligus orang
terkaya No.1 di China pernah berkata, "ketika
berjualan ke teman dekat dan keluarga,
berapapun yang Anda jual ke mereka, mereka
akan selalu berpikir, Anda sedang mencari
untung dari uang mereka. Dan semurah apapun
Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak
menghargainya."

Dan ketika kita sebagai pembeli, janganlah sesekali membeli produk jualan para pemula karena iba, karena itu tidak mendidik bagi mereka yang sedang belajar dagang. mereka akan selalu merasa di zona nyaman berfikir bahwa barang jualannya akan habis karena banyak pembeli yang kasihan, biarkan mereka memutar otak, mempelajari teknik marketing, mencari inovasi, berkreasi dengan jualannya dan barangnya akan habis tanpa karena alasan iba ketika orang membelinya.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Bagus nih uraian Cak Nun soal sedekah, menyindir si Motivator Sedekah...

Bagus nih uraian Cak Nun soal sedekah, menyindir si
Motivator Sedekah...
"MASUK SURGA ITU NGGAK PENTING..!"
[Think Different Ala Cak Nun]
INGAT : Tulisan ini khusus untuk para GENTHO
(begundal), mereka yang sedang berproses mencari
kebenaran Tuhan.
Yang mengaku Alim atau ahli ibadah atau Ustad minggir
dulu, nanti dulu, jangan Komen.
Jangan berharap ada dalil-dalil dari Syekh Zulkifli Jabal
Syueb Sanusi (embuh sopo kui? - Gak tau siapa Itu ?).
Monggo.
BEBERAPA tahun belakangan marak 'SEDEKAH AJAIB'
yang sering digiatkan oleh itu, Si Ustad 'nganu'. Cak Nun
hanya mengingatkan, "SEDEKAH itu dalam rangka
BERSYUKUR, berbagi rejeki & kebahagiaan, BUKAN dalam
rangka MENCARI REJEKI. Ingat itu!
Kalau Anda mengharapkan kembalian berlipat-lipat dari
sedekah, itu bukan sedekah, tapi dagang! Paham?"
Beliau tidak mengecam juga, lha wong taraf imannya
masih segitu kok.
Kalau menyedekahkan uang, sepeda motor, mobil,
rumah, helikopter atau apa pun, ya wis, kasihkan saja,
titik! Setelah itu Jangan Berharap Apa-apa. Walau kita
yakin akan dibalas dengan berlipat ganda, tapi
ketidaktepatan dalam niat menjadikan sedekah bukan lagi
sedekah, melainkan sekedar jual beli. Sedekahnya sudah
bagus, tapi janji Tuhan jangan pernah dijanjikan oleh
manusia, nggak boleh!
Banyak orang beribadah yang masih salah niat gara-gara
manut omongan si motivator sedekah. Naik haji/umroh
biar dagangannya lebih laris. Sholat Duha biar diterima
jadi PNS, biar duit banyak, biar jadi milyarder biar
dihormati orang. Ibadah itu dalam rangka bersyukur, titik!
Menangislah pada Tuhan tapi bukan berarti jadi cengeng.
Nabi dalam sholatnya menangis, tapi sebenarnya itu
adalah menangisi. Beda antara menangis dan menangisi.
Kalau menangis itu kecenderungan untuk dirinya sendiri,
tapi kalau menangisi itu untuk selain dirinya : orangtua,
anak, istri, kakek, nenek, saudara, sahabat dan
seterusnya.
Ada seorang pedagang miskin yang dagangannya nggak
laku, dia sabar dan ikhlas : "kalau memang saya
pantasnya miskin, dagangan saya nggak laku, saya
ikhlas, manut ae, yang penting Tuhan ridho sama saya."
Malah keikhlasan seperti ini yang langsung dijawab oleh
Tuhan dengan rejeki berlimpah yang tak disangka-sangka
datangnya.
Tapi kalau kita yang ditimpa sial, dagangan nggak laku,
biasanya langsung mewek : "Ya Tuhan kenapa saya kok
mlarat, miskin, dagangan gak laku, gak bisa beli montor,
gak bisa beli mobil, aku salah apa sih..!???" Waaahh...,
malaikat langsung gregeten, nampar mukamu :
"Oalaaaaah.., cengeng byanget kamu ya...!!!"
Iman seseorang memang tidak bisa distandarisasi. Tiap
orang mempunyai kapasitas iman yang berbeda.
Makanya kalau jadi imam harus paham makmumnya.
Makmumnya koboi tapi bacaan imamnya panjang-
panjang disamakan dengan anak pesantren. Akhire
makmumnya di belakang nggerundel, gak ihklas.
Cak Nun mengingatkan, usahakan berbuat baik jangan
sampai orang tahu. Kalau bisa jangan sampai orang tahu
kalau kita sholat. Lebih ekstrim lagi, jangan sampai
Tuhan tahu kalau kita sholat (walau itu nggak mungkin).
Pokoknya lakukan saja apa yang diperintahkan dan jauhi
yang dilarang-Nya, titik! Itu adalah sebuah bentuk
keikhlasan, tanpa pamrih yang luar biasa. Sudah suwung,
sudah nggak perduli dengan iming-iming imbalan pahala,
yang penting Tuhan ridho, nggak marah pd kita.
Motong rambut atau kuku nggak harus nunggu hari
Jum'at. Lha wong paling pingin ML aja kok ya harus
nunggu malam Jum'at, Ni gimana sih? Itulah kita,
tarafnya masih kemaruk (serakah) pahala. Nggak ada
pahala, nggak ibadah. Ini jangan diartikan meremehkan
Sunnah Rosul. Pikir sendiri!
"Surga itu nggak penting..!" kata Cak Nun suatu kali.
Tuhan memberi bias yang bernama surga dan neraka.
Tapi kebanyakan manusia hanya kepincut pada surga.
Akhirnya mereka beribadah tidak fokus kepada Tuhan.
Kebanyakan kita beribadah karena ingin surga dan takut
pada neraka. Kelak kalau kita berada di surga, bakalan
dicueki oleh Tuhan. Karena dulu sewaktu di dunia cuma
mencari surga, nggak pernah mencari Tuhan. Kalau kita
mencari surga belum tentu mendapatkan Tuhan. Tapi
kalau kita mencari Tuhan otomatis mendapatkan surga.
Kalau nggak dikasih surga, terus kita kost dimana???
"Cukup sudah, jangan nambah file di kepalamu tentang
surga dan neraka. Fokuskan dirimu hanya pada Tuhan.
Karena sebenarnya orang yang berada di surga adalah
orang yang mencari Tuhan. Dzat yang sangat layak
dicintai di atas segala makhluk dan alam semesta..." kata
Cak Nun

renungan ngisukeun

Kau peluk aku sebelum membunuhku
Tersenyum melihatku merenung melihatmu
Kau menungguku menunggu ku terjatuh
Setiap langkah tertuju setia dalam renungku
Aku menunggumu menunggumu menunggumu
Mati di depanku didepanku didepanku
Kau peluk aku sebelum membunuhku
Tersenyum melihatku merenung melihatmu
Apa yang kau lakukan dibelakangku
Mengapa tak kau tunjukkan dihadapanku
Apa yang kau lakukan
Dibelakangku
dibelakangku
dibelakangku
Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi...
Ho....Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang....
Reff :
Tak 'kan selamanya
tanganku mendekapmu
Tak 'kan selamanya
Raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti...
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi...

bersiin noda

1. Anti Noda Bandel ( Alkali) Sifat kimiawi : Merenggangkan (melemaskan / melembutkan) kontur serat dengan tujuan “membuka jalan” bagi molek...